Kamis, 05 November 2026
08:58 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Badai api

Badai api

Bagikan:

Badai api adalah sebuah fenomena kobaran api meluas secara masif akibat bahan mudah terbakar dan angin panas di alam. Badai ini umumnya terjadi di hutan kering, semak layu dan dedaunan atau benda-benda lain.[1][2] Pada beberapa kasus api tidak hanya bergerak ke satu arah melainkan ke seluruh arah mata angin yang seakan mengembang dari sebuah titik. Faktor lain yang menyebabkan peristiwa ini adalah ledakan bom atom,[3] gas letusan gunung, perang mesiu, sambaran petir halilintar dan radiasi nuklir.[4]

250px-Firestorm_thermal_column.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siklus Badai api.

Peristiwa badai api terparah pernah terjadi di Berlin pada 27 Juli 1943 yang menewaskan lebih dari 40.000 orang dari serangan udara bertubi-tubi Royal Air Force dan United States Army Air Forces dari Sekutu di Perang Dunia Kedua.[5]

250px-Braunschweig15101944.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Badai api yang membakar Braunschweig pada tahun 1944

Referensi

  1. ↑ Fire Following Earthquake - Google Books
  2. ↑ "PROBLEMS OF FIRE IN NUCLEAR WARFARE (1961)" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-02-18. Diakses tanggal 2016-01-16.
  3. ↑ OSTI
  4. ↑ "Exploratory analysis of Firestorms." (PDF). Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-08. Diakses tanggal 2016-01-16.
  5. ↑ Remnants from world war II in Hamburg
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan