Jumat, 02 Oktober 2026
09:04 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah
Siklon meso

Siklon meso

Bagikan:
250px-Supercell_side_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram supersel dengan rotasi siklon meso dalam merah.

Siklon meso atau mesosiklon adalah wilayah udara yang berputar cepat, berdiameter hingga 2–10 km, di dalam awan kumulonimbus. Rotasi dimulai di dekat bagian tengah awan dan meluas ke bawah. Jika terus berlanjut di bawah dasar awan dan mencapai permukaan tanah, itu adalah tornado.[1][2]

Siklon meso berotasi lambat (biasanya berlawanan dengan arah jarum jam).[3] Siklon meso adalah wilayah rotasi skala badai yang dapat menyebabkan tornado, disertai dengan sambaran petir.[4] Para ilmuwan menyebut rotasi ini sebagai siklon meso ketika terdeteksi oleh radar Doppler.[5] Aliran udara hangat berputar dengan kuat, yang dapat berkembang menjadi badai supersel.[6] Siklon meso sering ditemukan di dekat arus udara ke atas di belakang badai.[7]

Pembentukan

Supersel adalah jenis badai petir yang paling jarang terjadi. Badai petir perlu memiliki arus udara ke atas yang terorganisir dan kuat untuk menghasilkan angin yang merusak dan hujan es yang besar, tetapi siklon meso harus ada dalam untuk terjadinya tornadogenesis.[7]

Agar siklon meso terbentuk, perlu ada beberapa hal yang terjadi di atmosfer. Perlu ada perubahan arah angin dan peningkatan kecepatan angin seiring bertambahnya ketinggiannya. Ini akan menciptakan pusat horizontal di atmosfer bawah (tahap 1). Bahkan di lingkungan di mana tidak ada aktivitas badak petir, sekarang telah terbentuk siklon meso. Sekarang iklim meso telah terbentuk, udara di dalam arus udara ke atas memiringkan kolom udara yang berputar dari horizontal ke vertikal (tahap 2). Setelah rotasi dimiringkan secara vertikal, dasar awan yang diturunkan secara lokal yang dikenal sebagai awan dinding, biasanya terbentuk di dalam arus udara yang ke atas (tahap 3). Di wilayah supersel inilah tornado akan terbentuk.[7]

  • Geser angin (merah) mengatur putaran udara (hijau).
    Geser angin (merah) mengatur putaran udara (hijau).
  • Arus udara yang ke atas (biru) 'mengarahkan' udara yang berputar ke atas.
    Arus udara yang ke atas (biru) 'mengarahkan' udara yang berputar ke atas.
  • Arus udara yang ke atas kemudian mulai berputar.
    Arus udara yang ke atas kemudian mulai berputar.
  • Tampilan radar dari siklon meso. Perhatikan bahwa pada saat pengambilan gambar ini, sebuah Tornado EF5 baru terbentuk di atas tanah.
    Tampilan radar dari siklon meso. Perhatikan bahwa pada saat pengambilan gambar ini, sebuah Tornado EF5 baru terbentuk di atas tanah.

Referensi

  1. ↑ "mesocyclone". Oxford Reference (dalam bahasa Inggris). doi:10.1093/oi/authority.20110830124409750. Diakses tanggal 2021-10-19.
  2. ↑ "Tornado Detection". NOAA National Severe Storms Laboratory (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-10-19.
  3. ↑ "UBC ATSC 113 - Supercell Thunderstorms". www.eoas.ubc.ca. Diakses tanggal 2021-10-19.
  4. ↑ "Equilibrium Mesocyclone". CBK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-19.
  5. ↑ "Thunderstorm Types". NOAA National Severe Storms Laboratory (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-10-19.
  6. ↑ LIBRARY, JIM REED PHOTOGRAPHY/SCIENCE PHOTO. "Mesocyclone - Stock Image - C002/1279". Science Photo Library (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-19.
  7. 1 2 3 Piechowski, Stephen. "The Difference between Mesocyclone and Mesovorticie Tornadoes (Credit: Meteorologist Joey Marino)". Global Weather & Climate Center (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan