Senin, 21 September 2026
04:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Paku sarang burung

Paku sarang burung

Asplenium nidus
250px-Birds_nest_ferns_in_tropical_montane_forest_on_Mt_Manucoco%2C_Atauro%2C_30_Dec_2003.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. nidus
Nama binomial
Asplenium nidus
Artikel takson sembarang

Paku sarang burung (Asplenium nidus, syn.: A. ficifolium Goldm., Thamnopteris nidus (L.) C. Presl., Neottopteris rigida Feé) merupakan jenis tumbuhan paku jamak ditemui di tempat-tempat yang lembap dan ternaung ini juga populer ditanam sebagai tanaman hias. Ia juga memiliki nama lain seperti kadaka (Sd.); kedaka (Jw.,Btw.); lukut (Bjr.), dan lainnya.

Penyebaran

Penyebaran alaminya adalah di sabuk tropis Dunia Lama (Afrika Timur, India tropis, Indocina, Malesia, hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. Walaupun dalam artikel ini paku sarang burung disamakan dengan A. nidus hasil penelitian terakhir menunjukkan kemungkinan revisi, bahwa paku sarang burung mencakup beberapa jenis spesies yang berkerabat dekat tetapi pada tingkatan genus berbeda.[1][2] A. australasiaticum juga sering dianggap sebagai paku sarang burung.

Morfologi

Paku ini mudah dikenal karena tajuknya yang besar, entalnya dapat mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm, menyerupai daun pisang. Peruratan daun menyirip tunggal. Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung. Spora terletak di sisi bawah helai, pada urat-urat daun, dengan sori tertutup semacam kantung memanjang seperti yanga ada pada Aspleniaceae. Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam "sarang" yang menumpang pada cabang-cabang pohon. "sarang" ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifit lainnya.

Paku ini kebanyakan epifit, tetapi sebetulnya dapat tumbuh di mana saja asalkan terdapat bahan organik yang menyediakan hara. Karena merupakan tumbuhan bawah tajuk, ia menyukai naungan.

Di Hong Kong, jenis ini dilindungi oleh undang-undang.[butuh rujukan]

Kegunaan

Di Taiwan, pucuknya umum dimakan sebagai sayuran, umumnya dimasak dengan cara ditumis. Karena keelokan rupa daunnya yang menjulur memanjang seperti lidah, paku ini pun juga kerap menghiasi taman-taman yang berkonsep tropis.

Galeri

  • Sori tepat di bawah daun
    Sori tepat di bawah daun
  • Ental muda
    Ental muda
  • Sekilas daun
    Sekilas daun
  • Ditanam di pot sebagai tanaman hias, dari variasi daun yang lebih bergelombang
    Ditanam di pot sebagai tanaman hias, dari variasi daun yang lebih bergelombang
  • Variasi yang dimuliakan, menjadi lebih buntat
    Variasi yang dimuliakan, menjadi lebih buntat

Referensi

  1. Johns, R.J. Asplenium section Thamnopteris (Aspleniaceae) - new information leading to a better taxonomy of the section 5th Flora Malesiana Symposium Abstract
  2. Murakami N. & Yatabe Y. Recognition of biological species in Asplenium nidus complex using molecular data and crossing experiments 5th Flora Malesiana Symposium Abstract
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan