Minggu, 20 September 2026
22:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Aragonit

Aragonit

mineral karbonat

Aragonit
250px-Aragonite_Salsigne_France.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aragonit yang berasal dari tambang Salsigne, Salsigne, Aude, Prancis - Ukuran: 30x30x20 cm
Umum
KategoriMineral
Rumus kimiaCaCO3
Klasifikasi Strunz5.AB.15
Identifikasi
Kekerasan skala Mohs3,5-4

Aragonit adalah mineral karbonat, salah satu dari dua bentuk kristal kalsium karbonat, CaCO3 (bentuk lainnya adalah mineral kalsit dan vaterit), yang paling umum terdapat di alam. Mineral ini dibentuk oleh proses biologis dan fisika, termasuk presipitasi dari lingkungan laut dan air tawar.

Kisi kristal aragonit berbeda dari kalsit, menghasilkan bentuk kristal yang berbeda, yaitu sistem kristal ortorombik dengan kristal menjarum. Pengembaran berulang menunjukkan bentuk pseudo-heksagonal. Aragonit mungkin berbentuk meniang atau menyerat, terkadang berbentuk stalaktit bercabang yang disebut flos-ferri ("bunga besi") terkait hubungannya dengan bijih di tambang besi Kärnten.

Keberadaan

Lokasi tipe untuk aragonit adalah Molina de Aragón (Guadalajara, Spanyol), 25 km dari Aragon yang dinamai pada tahun 1797.[1] Sebuah gua aragonit, Gua Aragonit Ochtinská, terletak di Slovakia. Di Amerika Serikat, aragonit berbentuk stalaktit dan "bunga gua" (antodit) yang diketahui berasal dari Gua Carlsbad dan gua lainnya. Endapan pasir aragonit oolitik besar ditemukan di dasar laut Bahama.

Aragonit merupakan polimorf tekanan tinggi dari kalsium karbonat. Dengan demikian, keberadaannya terletak pada batuan metamorf bertekanan tinggi seperti yang terbentuk pada zona subduksi.

Aragonit terbentuk secara alami di hampir semua cangkang moluska, dan sebagai endoskeleton berkapur dari karang air hangat dan dingin (Scleractinia). Beberapa serpulidae memiliki tabung aragonitik. Karena pengendapan mineral pada cangkang moluska sangat dikendalikan secara biologis, beberapa bentuk kristal berbeda dari aragonit anorganik. Pada beberapa moluska, seluruh cangkangnya adalah aragonit; di moluska lain, aragonit hanya membentuk bagian diskret dari kulit bimineralis (aragonit ditambah kalsit). Lapisan nakre pada fosil cangkang aragonit dari amonit yang telah punah membentuk matetial iridesens yang disebut amolit.

Aragonit juga terbentuk di laut dan di gua sebagai endapan anorganik yang disebut semen laut dan speleotem. Aragonit tidak jarang berada pada serpentinit dengan larutan Mg di dalam pori yang tinggi tampaknya menghambat pertumbuhan kalsit dan meningkatkan presipitasi aragonit.

Aragonit metastabil pada tekanan rendah di dekat permukaan bumi dan dengan demikian biasanya tergantikan oleh kalsit di dalam fosil. Aragonit yang lebih tua dari Periode Kapur pada dasarnya tidak diketahui.[2] Aragonit juga dapat disintesis dengan menambahkan larutan kalsium klorida ke dalam larutan natrium karbonat pada suhu di atas 60 °C (140 °F) atau campuran air-etanol pada suhu ruangan.[3]

Sifat fisik

Aragonit secara termodinamika tidak stabil pada temperatur dan tekanan standar, dan cenderung berubah menjadi kalsit pada skala 107 hingga 108 tahun. Mineral vaterit, juga dikenal sebagai μ-CaCO3, merupakan fase kalsium karbonat lain yang metastabil pada kondisi sekitar tipikal permukaan bumi, dan terurai bahkan lebih mudah dibandingkan dengan aragonit.[4]

Penggunaan

Di dalam akuarium, aragonit dianggap penting untuk mereplikasi kondisi terumbu karang. Aragonit menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk kehidupan laut dan juga menjaga pH air mendekati pH alaminya, untuk mencegah pelarutan kalsium karbonat biogenik.[5]

Aragonit telah berhasil diuji untuk menghilangkan polutan, seperti seng, kobalt, dan timbal dari limbah yang terkontaminasi zat tersebut.[6]

Galeri

  • Kristal aragonit dari Cuenca, Castile-La Mancha, Spanyol
    Kristal aragonit dari Cuenca, Castile-La Mancha, Spanyol
  • Gugusan aragonit kembar dari Maroko
    Gugusan aragonit kembar dari Maroko
  • Sisa aragonit biogenik (pipih, cangkang berwarna pelangi) pada amonit Bakulit (Serpih Pierre, Periode Kapur Akhir, Dakota Selatan).
    Sisa aragonit biogenik (pipih, cangkang berwarna pelangi) pada amonit Bakulit (Serpih Pierre, Periode Kapur Akhir, Dakota Selatan).
  • Gambar mikroskop pemindai elektron dari lapisan aragonit pada nakre kerang biru (Mytilus edulis).
    Gambar mikroskop pemindai elektron dari lapisan aragonit pada nakre kerang biru (Mytilus edulis).
  • Kristal aragonit merah muda
    Kristal aragonit merah muda
  • Fluoresens dari aragonit
    Fluoresens dari aragonit

Lihat juga

Referensi

  1. Runnegar, B. (1987). "Shell microstructures of Cambrian molluscs replicated by phosphate". Alcheringa: an Australasian Journal of Palaeontology. 9 (4): 245–257. doi:10.1080/03115518508618971.
  2. Sand, K.K., Rodriguez-Blanco, J.D., Makovicky, E., Benning, L.G. and Stipp, S. (2012) Crystallization of CaCO3 in water-ethanol mixtures: spherulitic growth, polymorph stabilization and morphology change. Crystal Growth and Design, 12, 842-853. DOI:10.1021/cg2012342.
  3. Princi, Elisabetta (2014). Handbook of Polymers in Stone Conservation. Shropshire: Smithers Rapra. ISBN 978-1-84735-712-0.
  4. Orr JC, Fabry VJ, Aumont O, Bopp L, Doney SC, Feely RA, Gnanadesikan A, Gruber N, Ishida A, Joos F, Key RM, Lindsay K, Maier-Reimer E, Matear R, Monfray P, Mouchet A, Najjar RG, Plattner G-K, Rodgers KB, Sabine CL, Sarmiento JL, Schlitzer R, Slater RD, Totterdell IJ, Weirig M-F, Yamanaka Y, Yool A (2005) Anthropogenic ocean acidification over the 21st century and its impact on calcifying organisms. Nature 437: 681-686
  5. Köhler, S., Cubillas, P., Rodríguez-Blanco, J.D., Prieto, M. (2007) Removal of cadmium from wastewaters by aragonite shells and the influence of other divalent cations. Environmental Science and Technology, 41, 112-118. DOI:10.1021/es060756j

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan