Minggu, 25 Oktober 2026
22:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Skala Mohs

Skala Mohs

Bagikan:
250px-Escala_de_Mohs.001_-_MSNBrussel.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skala Mohs

Skala kekerasan mineral Mohs mengklasifikasikan resistensi goresan terhadap berbagai mineral melalui kemampuan suatu bahan keras menggores bahan yang lebih lunak. Skala ini diciptakan tahun 1812 oleh geolog dan mineralog Jerman Friedrich Mohs dan merupakan satu dari beberapa definisi kekerasan dalam teknik material.[1] Metode perbandingan kekerasan dengan melihat mineral mana yang mampu menggores mineral lain sudah lama ada, pertama kali disebutkan oleh Theophrastus dalam tulisannya Tentang Batuan sekitar tahun 200 SM, diikuti Plinius yang Tua dalam Naturalis Historia sekitar tahun 77 M.[2][3][4]

Mineral

Skala kekerasan mineral Mohs didasarkan pada kemampuan satu sampel materi alami untuk menggores materi yang lain. Sampel materi yang digunakan Mohs adalah semua mineral. Mineral adalah zat murni yang ditemukan di alam sekitar. Batuan terbuat dari satu atau beberapa mineral.[5] Sebagai zat alami terkeras yang pernah ada ketika skala ini dibuat, intan ditempatkan di puncak skala. Kekerasan bahan diukur terhadap skala ini dengan menemukan bahan terkeras yang dapat menggores suatu bahan lunak atau sebaliknya. Misalnya, jika beberapa bahan mampu digores oleh apatit, tetapi tidak dengan fluorit, maka kekerasannya pada skala Mohs dapat menempati nilai 4 dan 5.[6]

Skala Mohs adalah skala ordinal murni. Misalnya, korundum (9) dua kali lebih keras daripada topaz (8), tetapi intan (10) hampir empat kali lebih keras daripada korundum. Tabel di bawah memperlihatkan perbandingan dengan kekerasan absolut yang diukur menggunakan sklerometer dengan contoh gambar.[7][8]

Kekerasan Mohs Mineral Rumus

kimia

Kekerasan absolut Gambar
1 Talek Mg3Si4O10(OH)2 1 120px-Talc_block.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
2 Gipsum CaSO4·2H2O 3 120px-Gypse_Arignac.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
3 Kalsit CaCO3 9 120px-Calcite-sample2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
4 Fluorit CaF2 21 120px-Fluorite_with_Iron_Pyrite.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
5 Apatit Ca5(PO4)3(OH–,Cl–,F–) 48 120px-Apatite_Canada.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
6 Feldspar Ortoklas KAlSi3O8 72 120px-OrthoclaseBresil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
7 Kuarsa SiO2 100 120px-Quartz_Br%C3%A9sil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
8 Topaz Al2SiO4(OH–,F–)2 200 120px-Topaz_cut.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
9 Korundum Al2O3 400 120px-Cut_Ruby.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
10 Intan C 1600 120px-Rough_diamond.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pada skala Mohs, grafit (bagian utama dari "ujung" pensil) memiliki tingkat kekerasan 1,5; kuku 2,2–2,5; koin tembaga 3,2–3,5; pisau saku 5,1; badan pisau 5,5; kaca jendela 5,5; dan file 6,5.[9] Sebuah pelat garis (porselen non-kaca) memiliki tingkat kekerasan 7,0. Penggunaan bahan-bahan biasa dengan kekerasan yang sudah diketahui dapat menjadi cara sederhana untuk memperkirakan posisi suatu mineral pada skala ini.[1]

Daftar mineral

Tabel di bawah berisi daftar mineral dan skala Mohsnya:

Kekerasan Zat atau mineral
0.2–0.3 sesium, rubidium
0.5–0.6 litium, natrium, kalium
1 talk
1.5 galium, stronsium, indium, timah, barium, talium, timbal, grafit
2 boron nitrida heksagonal,[10] kalsium, selenium, kadmium, sulfur, telurium, bismut
2.5–3 magnesium, emas, perak, aluminium, seng, lantanum, serium, jet (lignit)
3 kalsit, tembaga, arsenik, antimon, torium, dentin
4 fluorit, besi, nikel
4–4.5 platinum, baja
5 apatit, kobal, zirkonium, paladium, tooth enamel, obsidian (kaca vulkanik)
5–5.5 lazuardi
5.5 berilium, molibdenum, hafnium
6 ortoklas, titanium, mangan, germanium, niobium, rodium, uranium
6–7 kaca, kuarsa gabungan, besi pirit, silikon, rutenium, iridium, tantalum, opal
7 kuarsa, vanadium, osmium, renium
7.5–8 baja keras, tungsten, zamrud, spinel, Phenakite, beril, Euclase, zirkon
8 topaz, zirkonia kubik
8.5 krisoberil, kromium, Yttrium aluminium garnet (YAG)
9–9.5 korundum (rubi, safir), silikon karbida (karborundum), tungsten karbida, titanium karbida, stisovit, boron karbida
9.5–10 renium diborida, tantalum karbida, titanium diborida, boron [11][12][13]
10 intan/berlian (diamond), karbonado (berlian hitam)
>10 intan nanokristalin (hiperintan, fulerit ultrakeras)

Kekerasan (Vickers)

Artikel utama: Kekerasan Vickers

Perbandingan antara Kekerasan (Mohs) dan Kekerasan (Vickers):[14]

Nama
mineral
Kekerasan (Mohs) Kekerasan (Vickers)
kg/mm2
Grafit1 - 2VHN10=7 - 11
Tin1½ - 2VHN10=7 - 9
Bismut2 - 2½VHN100=16 - 18
Emas2½ - 3VHN10=30 - 34
Perak2½ - 3VHN100=61 - 65
Kalkosit2½ - 3VHN100=84 - 87
Tembaga2½ - 3VHN100=77 - 99
Galena2½VHN100=79 - 104
Spalerit3½ - 4VHN100=208 - 224
Heazlewoodit4VHN100=230 - 254
Karolit4½ - 5½VHN100=507 - 586
Goetit5 - 5½VHN100=667
Hematit5 - 6VHN100=1,000 - 1,100
Kromit5½VHN100=1,278 - 1,456
Anatas5½ - 6VHN100=616 - 698
Rutil6 - 6½VHN100=894 - 974
Pirit6 - 6½VHN100=1,505 - 1,520
Bowieit7VHN100=858 - 1,288
Euklas7½VHN100=1,310
Kromium9VHN100=1,875 - 2,000

Lihat pula

Catatan kaki

  1. 1 2 Encyclopædia Britannica. 2009. Encyclopædia Britannica Online. 22 Feb. 2009 "Mohs hardness."
  2. ↑ Theophrastus on Stones
  3. ↑ Pliny the Elder.Naturalis Historia.Book 37.Chap. 15. ADamas: six varieties of it. Two remedies.
  4. ↑ Pliny the Elder.Naturalis Historia.Book 37.Chap. 76. The methods of testing precious stones.
  5. ↑ Learn science, Intermediate p. 42
  6. ↑ American Federation of Mineralogical Societies. "Mohs Scale of Mineral Hardness"
  7. ↑ Amethyst Galleries' Mineral Gallery What is important about hardness? Diarsipkan 2006-12-30 di Wayback Machine
  8. ↑ Inland Lapidary Mineral Hardness and Hardness Scales Diarsipkan 2008-10-17 di Wayback Machine
  9. ↑ William S. Cordua (1998). "The Hardness of Minerals and Rocks". Lapidary Digest. Diakses tanggal 2007-08-19. Hosted at International Lapidary Association
  10. ↑ l. i. berger "semiconductor materials" crc press, 1996 isbn 0849389127, p. 126
  11. ↑ Weintraub E. (1911). "On the properties and preparation of the element boron". J. Ind. Eng. Chem. 3 (5): 299–301. doi:10.1021/ie50029a007.
  12. ↑ Solozhenko, V. L. (2008). "On the hardness of a new boron phase, orthorhombic γ-b28". Journal of superhard materials. 30 (6): 428–429. doi:10.3103/s1063457608060117.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  13. ↑ Zarechnaya, E. Yu.; Dubrovinsky, L.; Dubrovinskaia, N.; Filinchuk, Y.; Chernyshov, D.; Dmitriev, V.; Miyajima, N.; El Goresy, A.; Braun, H. (2009). "Superhard semiconducting optically transparent high pressure phase of boron". Phys. Rev. Lett. 102 (18): 185501. doi:10.1103/physrevlett.102.185501. PMID 19518885.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  14. ↑ "[[Mindat.org]]".{{cite web}}: Konflik URL–wikilink
  • Mohs hardness of elements is taken from G.V. Samsonov (Ed.) in Handbook of the physicochemical properties of the elements, IFI-Plenum, New York, USA, 1968.
  • Cordua, William S. "The Hardness of Minerals and Rocks". Lapidary Digest, c. 1990.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan