Minggu, 20 September 2026
21:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Porselen

Porselen

material keramik

250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jambangan kuno pada masa Dinasti Ming Xuande awal abad ke-15
250px-Franz_Anton_Bustelli_Liebesgruppe_1756-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Porselen Nymphenburg yang dirupa oleh Franz Anton Bustelli pada tahun 1756

Porselen atau gerabah beling adalah bahan keramik yang dibuat dengan pemanasan. Porselen pada umumnya terbuat dari kaolin yang kemudian ditanur dengan suhu antara 1.200 dan 1.400 °C (2.190 dan 2.550 °F). Tingkat ketahanan, kekuatan, dan sifat tembus pandang dari porselen muncul terutama dari vitrifikasi dan pembentukan mineral mullite pada suhu yang sangat tinggi.

Porselen mula-mula berkembang di Tiongkok dan akhirnya muncul di beberapa tempat sekitar 2.000 dan 1.200 tahun yang lalu, perlahan-lahan menyebar ke negara negara Asia Timur lainnya, Eropa dan kemudian di seluruh dunia. Porselen biasanya sudah dianggap sebagai jenis tembikar yang paling sering dipakai karena keindahan, ketahanan, dan warna putihnya. Porselen menggabungkan glasir dan cat dengan baik, dan sangat mudah untuk dibentuk. Hal ini memungkinkan adanya banyak macam dekorasi meja yang berbentuk kapal dan patung-patung. Porselen juga memiliki banyak kegunaan dalam teknologi dan industri.

Nama porselen di Eropa dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Italia porcellana (kewuk) karena kemiripannya dengan permukaan tembus dari cangkang kerangnya.[1] Porselen juga disebut sebagai tembikar Tiongkok (fine china) di beberapa negara-negara berbahasa Inggris, karena pertama kali terlihat diimpor dari Tiongkok.[2] Sifat-sifat bahan porselen antara lain ketelapan dan kelentingan rendah, kekuatan bahan yang tinggi, keras, andal, putih, lejas, dapat beresonansi, ketahanan yang tinggi terhadap serangan kimia dan mudah pecah ketika dalam suhu yang tidak menentu (thermal shock).

250px-ChelseaSwanTureeen.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Porselen halus mangkuk, 1752-6, di Chelsea.

Bahan

Kaolin adalah bahan utama dari pembuatan porselen dan sebagian kecil mengandung mineral.

Pembuatan

Bagian berikut ini menyediakan informasi tentang metode yang digunakan untuk membentuk, menghias, menyempurnakan, glasir, dan memanaskan barang-barang keramik.

Membentuk

Pembentukan atau sering disebut dalam istilah jiggering merupakan proses untuk membentuk adonan keramik menjadi suatu bentuk yang diinginkan. Ada dua teknik jiggering, yaitu secara tradisional dan modern. Secara tradisional biasanya menggunakan teknik pengalunan pada adonan dengan menggunakan tangan, sedangkan secara modern proses jiggering menggunakan alat yang dirancang khusus untuk membentuk body keramik.

Glasir

Tidak seperti keramik lainnya, porselen tidak perlu di-glasir untuk membuatnya kedap air dan sebagian besar bagian porselen di-glasir untuk tujuan dekoratif dan untuk membuatnya tahan terhadap kotoran dan noda.

Menghias

250px-Verseuse_ph%C3%A9nix_Mus%C3%A9e_Guimet_2418.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Porselen celadon dengan fenghuang cerat (Dinasti Song), abad ke-10, China.

Porselen dapat dihias dengan glasir menggunakan pigmen, seperti kobalt dan tembaga. Seperti barang-barang keramik lainnya.

Memanaskan

Dalam proses ini, keramik yang belum jadi dipanaskan dengan temperatur tinggi agar mendapatkan bentuk yang permanen. Porselen dibakar dalam temperatur yang lebih tinggi dari produk tembikar lainnya sehingga porselen bisa mengkilap seperti kaca dan tidak berpori.

Produsen

Tiongkok sebagai pusat asal porselen dunia, memiliki sejumlah perusahaan produsen, antara lain Jingdezhen porcelain, Ding ware, Ru ware, Longquan ware, dan Yixing ware. Di Jepang, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Kakiemon, Nabeshima ware, Hirado ware, Noritake, dan Narumi. Di Korea Selatan, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Hankook Chinaware dan Haengnam Chinaware.

Turki memiliki sejumlah perusahaan produsen proselen seperti Kütahya Porselen, Güral Porselen, dan Porland Porselen. Di Vietnam, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Bát Tràng porcelain dan Minh Long I porcelain. Sementara itu, di Malaysia, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Royal Selangor.

Catatan

  1. Oxford English Dictionary: "The ceramic material was apparently so named on account of the resemblance of its translucent surface to the nacreous shell of the mollusc.
  2. OED, "China"; An Introduction to Pottery. 2nd edition.

Lihat juga

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan