Minggu, 20 September 2026
13:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Anggi Frisca

sinematografer perempuan Indonesia

Anggi Frisca
Lahir2 Juli 1984 (umur 42)
Nama lainCumit
AlmamaterInstitut Kesenian Jakarta
Pekerjaan
Masa aktif2005–sekarang
OrganisasiIndonesian Cinematographers Society

Anggi Frisca, ICS (lahir 2 Juli 1984) merupakan sinematografer dan sutradara perempuan asal Indonesia. Ia memulai kariernya dengan menjadi asisten kamera Yudi Datau pada film Denias, Senandung di Atas Awan pada tahun 2005.

Anggi Frisca tergabung dalam Indonesian Cinematographers Society (ICS), sebuah asosiasi sinematografer di Indonesia. Sebagai sinematografer, ia telah tiga kali dinominasikan Piala Citra untuk Pengarah Sinematografi Terbaik tanpa satu kemenanganpun. Sebagai sutradara, film panjang pertama yang ia sutradarai adalah film dokumenter Negeri Dongeng, sedangkan film panjang fiksi pertamanya berjudul Nona, yang rilis pada tahun 2020.

Karier

Anggi Frisca adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir di Bandung pada 2 Juli 1984. Ketertarikannya pada dunia perfilman datang sejak remaja, kala itu ia gemar menonton film yang membuatnya tertarik untuk membuatnya. Hal tersebut yang kemudian membuat ia memilih melanjutkan pendidikan ke Institut Kesenian Jakarta jurusan sinematografi pada tahun 2002.[1]

Pada tahun 2005, ia memulai kariernya dengan magang sebagai asisten kamera Yudi Datau pada film Denias, Senandung di Atas Awan.[2] Sejak saat itu, ia menjadi asisten Yudi untuk film-film lainnya seperti King (2009), Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010), dan 5 cm (2012). Beberapa film panjang pertamanya sebagai sinematografer adalah SAIA (2009) arahan Djenar Maesa Ayu, Mata Tertutup (2012) arahan Garin Nugroho, dan Tanah Surga... Katanya (2012) arahan Herwin Novianto. Lewat film Tanah Surga... Katanya, ia dinominasikan sebagai Pengarah Sinematografi Terbaik pada Festival Film Indonesia 2012 untuk pertama kalinya. Ia juga kembali menerima nominasi di kategori yang sama lewat film Night Bus pada FFI 2017, dan Sekala Niskala pada FFI 2018.[3] Lewat film Sekala Niskala pula, Anggi berhasil meraih penghargaan Malaysia Golden Global Awards 2018 untuk kategori The Best Cinematography.[4]

Anggi menyutradarai film panjang pertamanya berjudul Negeri Dongeng, sebuah film dokumenter dibawah naungan komunitas yang ia dirikan bernama Aksa7Art, yang kini berkembang menjadi perusahaan produksi independen bernama Aksa Bumi Langit.[5][6] Film tersebut berhasil masuk nominasi Piala Citra untuk Film Dokumenter Panjang Terbaik pada Festival Film Indonesia 2017.[7] Pada tahun 2020, ia menyutradarai film panjang fiksi pertamanya berjudul Nona yang tayang di Disney+ Hotstar. Lewat film ini, ia dipertemukan kembali dengan Yudi Datau yang bertindak sebagai sinematografer film tersebut.[2] Saat ini, Anggi sedang memproduksi film berjudul Tegar yang biaya produksinya dikumpulkan dari pengumpulan dana atau crowd funding.[8]

Filmografi

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Film Hasil
2012 Festival Film Indonesia Pengarah Sinematografi Terbaik Tanah Surga... Katanya Nominasi
Apresiasi Film Indonesia Pengarah Sinematografi Terunggul Mata Tertutup Nominasi
2013 Festival Film Indonesia Penata Kamera Terpuji Tanah Surga... Katanya Nominasi
2017 Jogja-NETPAC Asian Film Festival JAFF Indonesian Screen Awards Negeri Dongeng Nominasi
Piala Maya Film Dokumenter Panjang Terpilih Nominasi
Festival Film Indonesia Film Dokumenter Panjang Terbaik Nominasi
Pengarah Sinematografi Terbaik Night Bus Nominasi
Festival Film Bandung Penata Kamera Terpuji Nominasi
2018 Festival Film Indonesia Pengarah Sinematografi Terbaik Sekala Niskala Nominasi
Malaysia Golden Global Awards The Best Cinematography Menang
2021 Festival Film Bandung Penata Kamera Terpuji Film Bioskop Layla Majnun Nominasi
Festival Film Indonesia Pengarah Sinematografi Terbaik Nominasi

Referensi

  1. AVIKOM. "Profile - Anggi Frisca". Scribd. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Yudi Datau [@yudidatau] (24 Agustus 2021). "15 tahun yg lalu si Taman Ismail Marzuki ada seorang cewek kecil mendatangi saya, dan bilang mau magang kerja di departemen kamera pada saya..." Diakses tanggal 10 September 2021 via Instagram.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Anggi Frisca". Arsip FFI. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Keren! Sineas Wanita Indonesia Dapat Penghargaan Malaysia Golden Global Awards 2018". Solotrust. 5 Maret 2018. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Nilawati, Putri Puspita (3 September 2017). Dewi, Jannisha Rosmana (ed.). "Sutradara Negeri Dongeng Bertekad Selesaikan Film Walau Hanya Sendirian". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 10 September 2021. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Situs web resmi Aksa Bumi Langit
  7. Setiawan, Tri Susanto (25 Oktober 2017). Kistyarini (ed.). "Produser Film Negeri Dongeng Optimistis Sabet Piala Citra di FFI 2017". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Desember 2020. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "Wujudkan Bersama Film Tegar". Kitabisa. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan