Minggu, 20 September 2026
18:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Analisis semantik

Analisis semantik adalah pemaknaan kata dalam bahasa. Objek analisis semantik berfokus pada makna yang ada di dalam bahasa baik dari level frasa, klausa, kalimat, paragraf hingga keseluruhan tulisan. Analisis semantik tidak hanya memaknai kata dari unsur bahasa, melainkan juga memperhatikan hubungan dari makna satu dengan makna yang lain, serta melihat perkembangan dan perubahan makna yang ada. Adapun batasan analisis semantik yaitu pada lambang bahasa berupa morfem, kata, dan kalimat. Di luar dari ruang lingkup tersebut bukan merupakan bagian dari analisis semantik.[1]

Analisis semantik tidak hanya berfokus pada makna kata secara harfiah, namun juga perlu mempertimbangkan kondisi atau konteks dari penutur bahasa. Faktor kontekstual ini sangat krusial bagi pemaknaan bahasa, seperti contoh pada konteks budaya akan memunculkan makna kata yang berbeda apabila dimaknai dari arti yang sesungguhnya.[2]

Metodologi analisis semantik

Analisis semantik dapat dlakukan melalui beberapa pendekatan yang dapat memudahkan dalam memahami makna, baik secara lisan maupun tulisan.

  • Pendekatan Referensial, mengartikan makna didasarkan pada label atau referensi sebagai rujukan pemakaian bahasa. Contoh: pada kata "Rumput" tidak hanya merujuk pada tumbuh-tumbuhan, melainkan dapat diartikan sebagai ciptaan tuhan dan makhluk hidup.
  • Pendekatan Ideasional, mengartikan makna sebagai gagasan yang mengacu pada kesatuan makna yang dapat digunakan dalam berkomunikasi. Pada pendekatan ini akan dimungkinkan munculnya kata yang tidak dijumpai di dunia nyata. Contoh: "Kuda Terbang" memiliki makna hewan jenis kuda yang dapat terbang. Kata tersebut tetap dapat dimengerti karena pada tiap katanya mengacu pada arti yang sesungguhnya.
  • Pendekatan Behavioral, menekankan makna pada konteks sosial dan situasionalnya. Contoh: pada kata "Masuk!" memiliki makna bahwa penutur bahasa memberikan informasi agar penerima bahasa berada di dalam garis.[1]

Referensi

  1. 1 2 Amilia, Fitri dan Astri Widyaruli Anggraeni (2017). SEMANTIK Konsep dan Contoh Analisis. Malang: MADANI.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Goddard, Cliff (2013). Semantic Analysis: An Introduction (2n ed). New York: Oxford Univesity Press. hlm. 17.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan