Kamis, 01 Oktober 2026
05:41 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Albert Kesselring

Albert Kesselring

Bagikan:
German Luftwaffe Generalfeldmarschall during World War IITemplat:SHORTDESC:German Luftwaffe Generalfeldmarschall during World War II
Albert Kesselring
Head-and-shoulders portrait of a uniformed Nazi German air force general in his 50s wearing an Iron Cross
Kesselring ca 1940
Julukan
  • Smiling Albert
  • Uncle Albert
Lahir(1885-11-30)30 November 1885
Marktsteft, Kerajaan Bayern, Kekaisaran Jerman
Meninggal16 Juli 1960(1960-07-16) (umur 74)
Bad Nauheim, Hessen, Jerman Barat
Pengabdian
Dinas/cabang
Lama dinas1904–1945
PangkatGeneralfeldmarschall
KomandanLuftflotte 1
Luftflotte 2
OB South
Army Group C
OB West
Perang/pertempuran
PenghargaanSalib Kesatria dari Salib Besi
Informasi kriminal
VonisKejahatan perang
Hukuman pidana
Mati; diubah menjadi penjara seumur hidup; kemudian diubah lagi menjadi hukuman penjara 21 tahun

Albert Kesselring (30 November 1885 – 16 Juli 1960) adalah seorang perwira militer Jerman yang bertugas di Luftwaffe selama Perang Dunia II. Dalam kariernya yang mencakup kedua perang dunia, Kesselring akhirnya mencapai pangkat Generalfeldmarschall (Marsekal Lapangan) dan menjadi salah satu komandan Jerman Nazi yang paling banyak mendapatkan penghargaan. Setelah perang, ia dihukum karena kejahatan perang dan dipenjara hingga dibebaskan pada tahun 1952.

Kehidupan pribadi

Ada beberapa pendapat terkait tempat dan tanggal lahir Albert Kesselring. Pendapat pertama mengatakan bahwa Kesselring lahir di Marktstedt, Bavaria pada 20 November 1885. Pendapat yang lain mengatakan bahwa Kesselring lahir di Bayreuth pada 8 Agustus 1881. Meski demikian, kedua pendapat tersebut sama-sama-sama menyatakan bahwa Kesselring merupakan anak dari seorang tenaga pendidik di sekolah Jerman pada saat itu.[1][2][3] Ayah Kesselring bernama Karl Adolph Kesselring dan ibunya bernama Rosina Margaretha Maria Kesselring.[3] Pada tahun 1904, Kesselring bergabung dengan Angkatan Darat Jerman sebagai petugas kadet (Fahnenjunker) di Resimen Artileri Kaki Bavaria ke-2.[1] Resimen Artileri Kaki Bavaria ke-2 ini berbasis di Metz dan Kesselring memiliki tanggungjawab sebagai penjaga benteng.[1] Kesselring tetap menjadi anggota resimen ini hingga tahun 1915.[1]

Pada tahun 1910, Kesselring menikah dengan seorang apoteker dari Bayreuth bernama Luise Anna Pauline Keyssler (Liny).[3] Dari pernikahannya tersebut, Kesselring dan Liny tidak tidak memiliki anak.[3] Namun pada tahun 1913, keduanya memutuskan untuk mengadopsi seorang anak laki-laki yang merupakan putra sepupu kedua Kesselring yaitu, Kurt Kesselring.[3] Anak laki-laki adopsi tersebut diberi nama Rainer Kesselring.[3]

Pada tahun 1912, Kesselring telah menunjukan minatnya pada dunia penerbangan.[1] Atasan Kesselring kemudian mempertimbangkan untuk mengirimnya ke Sekolah Artileri dan Teknik sebagai instruktur karena ia memiliki keahlian dalam bidang teknologi dan membuat taktik perang.[1]

Selama Perang Dunia II

Alfred Kesselring banyak berperan untuk negara Jerman selama Perang Dunia II.[4] Pada tahum 1933, ia dipindahkan ke Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) dan menjadi kepala staf umum Luftwaffe pada tahun 1936.[4] Selama tahun-tahun pertama Perang Dunia II, Kesselring memerintahkan sejumlah Luftlottes atau Armada Udara Jerman.[4] Diantaranya adalah Luftlotte 1 selama Kampanye Polandia dan Luftlotte 2 selama Kampanye Prancis dan Pertempuran Inggris.[4] Setelah 1941, tugasnya diperluas sebagai komandan pasukan tentara angkatan darat Jerman (Wehrmacht) dan tentara angkatan udara Jerman (Luftwaffe).[4] Pertama, ia ditunjuk sebagai panglima tertinggi di Mediterania di mana ia akhirnya mengawasi evakuasi Tunisia pada Mei 1943.[4] Kemudian ia diangkat menjadi panglima tertinggi Italia dan Grup C Angkatan Darat Jerman pada akhir 1943.[4] Kesselring juga banyak dikenal karena strategi penyerangannya atas pengeboman di Rotterdam dan Dunkirk.[5] Strategi tersebut banyak dianggap sebagai strategi yang cemerlang oleh banyak ahli strategi perang.[5] Pada 25 Oktober 1944, Kesselring mengalami luka yang cukup parah ketika mobil yang ia tumpangi tertembak peluru.[4] Setelah kejadian tersebut, Kesselring dirawat di rumah sakit dan memerlukan waktu selama tiga bulan untuk pemulihan.[4] Adapun komando pasukan tentara Jerman di Italia saat itu diambil alih oleh Jenderal Heinrich Vietinghoff.[4] Adolf Hitler memberikan penghargaan kepada Kesselring sebagai komandan tertinggi pasukan tentara Jerman untuk wilayah selatan Italia selama perang dunia II.[4] Penghargaan tersebut dikenal dengan nama Knight's Cross of the Iron Cross atau Salib Kesatria dari Salib Besi.[4]

Setelah perang

Menjelang Perang Dunia II usai, Kesselring ditanggakap dan dianggap bertanggungjawab atas tuduhan pembantaian terhadap 335 orang Italia di Roma.[1] Peristiwa itu dikenal sebagai Pembantaian Ardeatine (Ardeatine Massacre).[1] Penangkapan Kesselring terjadi pada tanggal 6 Mei 1945.[1] Ia kemudian diadili pada 6 Mei 1947 dan dinyatakan bersalah.[1] Vonis yang dijatuhkan untuk Kesselring adalah vonis mati.[1] Namun, karena alasan kesehatan, satu tahun setelah vonis mati dijatuhkan, vonis tersebut dicabut.[1] Vonis mati untuk Kesselring diganti menjadi hukuman penjara seumur hidup pada Oktober 1952.[1] Selama menjalani masa tahanan, Kesselring menulis autobiografinya yang berjudul A Soldier to the Last Day.[1] Otobiografi tersebut diterbitkan satu tahun setelah penahanannya pada tahun 1953.[1] Setelah tujuh tahun menjalani masa tahanan, Albert Kesselring meninggal dunia pada 16 Juli 1960.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (Inggris) Spartacus Educational. "Albert Kesselring". Diakses tanggal 23 Januari 2020.
  2. ↑ (Inggris) "Biography Albert Kesselring". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 23 Januari 2020.
  3. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) "Kesselring, Albert "Smiling Albert"". World War II Grave. Diakses tanggal 3 Februari 2020.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (Inggris) Department of History. "Albert Kesselring". The Ohio State University. Diakses tanggal 23 Januari 2020.
  5. 1 2 (Inggris) "Albert Kesselring". Jewish Virtual Library. Diakses tanggal 23 Januari 2020.

Pranala luar

Jabatan militer
Didahului oleh:
Generalleutnant Walther Wever
Ketua Jenderal Luftwaffe
3 Juni 1936 – 31 Mei 1937
Diteruskan oleh:
General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff
Didahului oleh:
-
Komandan Luftflotte 1
1 Februari 1939 – 11 Januari 1940
Diteruskan oleh:
Generaloberst Hans-Jürgen Stumpff
Didahului oleh:
General der Flieger Hellmuth Felmy
Komandan Luftflotte 2
12 Januari 1940 – 11 Juni 1943
Diteruskan oleh:
Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen
Didahului oleh:
-
Oberbefehlshaber Süd
2 Desember 1941 – 10 Maret 1945
Diteruskan oleh:
Generaloberst Heinrich von Vietinghoff
Didahului oleh:
Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt
Oberbefehlshaber West
11 Maret 1945 – 22 April 1945
Diteruskan oleh:
-
Portal
Akses topik terkait
Temukan informasi lain di
proyek saudari Wikimedia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan