Minggu, 27 September 2026
10:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Air India

perusahaan penerbangan India

Air India
250px-Air_India_2023.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IATA ICAO Kode panggil
AI[1] AIC[1] AIR INDIA[2]
DidirikanOktober 15, 1932;93 tahun lalu (1932-10-15) (sebagai Tata Airlines)
Mulai beroperasiJuli 29, 1946;80 tahun lalu (1946-07-29)[3]
PenghubungDelhi
Penghubung sekunderMumbai
Kota fokus
Program penumpang setiaFlying Returns
AliansiStar Alliance
Anak perusahaanAir India Express
Armada122
Tujuan103
Perusahaan indukAir India Limited (Tata Group)[4]
Kantor pusatAirlines House, New Delhi, India[5]
Tokoh utama
PendapatanKenaikan₹198.159,1 juta (US$2,8 miliar) (FY 2021-22)[6]
Laba operasiPenurunan₹−93.575 crore (US$−13 miliar) (FY 2021-22)[6]
LabaPenurunan₹−95.915,6 crore (US$−13 miliar) (FY 2021-22)[6]
Total asetPenurunan₹492.598,3 crore (US$69 miliar) (FY 2021-22)[6]
Situs webwww.airindia.com
Tulisan India
  • Tamil: ஏர் இந்தியா
  • Hindi: एअर इंडिया
  • Malayalam: എയർ ഇന്ത്യ
  • Telugu: ఎయిర్ ఇండియా
  • Bengali: এয়ার ইন্ডিয়া
  • Punjabi (Gurmukhi): ਏਅਰ ਇੰਡੀਆ
  • Marathi: एर इंडिया
  • Konkani:
  • Maithili: एयर इन्डिया
Transliterasi Rumi
  • Tamil:
  • Hindi:
  • Telugu:
  • Bengali:
Jawi dan Skrip Melayu
  • Jawi: اير اينديا
Tulisan Asing
  • Thai: แอร์อินเดีย (RTGS: แอร์อินเดีย)
  • Burma: အဲအိန္ဒိယ
  • Tibet: (Wylie: )
  • Nepal : एयर इंडिया
Bahasa Melayu & Indonesia
  • Melayu: Air India
  • Indonesia: Air India
  • Batak: Airi Inidja

Air India adalah nama maskapai penerbangan nasional India dengan kode IATA AI dan kode ICAO AIC, didirikan pada tahun 1932. Berkantor pusat di Gurgaon, maskapai penerbangan ini dimiliki oleh Air India Limited, yang merupakan anak perusahaan dari Tata Group. Hingga November 2024, maskapai ini melayani 102 destinasi domestik dan internasional dengan mengoperasikan berbagai pesawat Airbus dan Boeing, serta merupakan maskapai penerbangan terbesar kedua di India dalam hal jumlah penumpang setelah IndiGo. Air India menjadi anggota ke-27 dari Star Alliance pada 11 Juli 2014.

Didirikan pada tahun 1932 sebagai Tata Airlines oleh J. R. D. Tata, Tata sendiri menerbangkan pesawat pertamanya, yaitu de Havilland Puss Moth bermesin tunggal, membawa surat udara dari Karachi ke aerodrom Juhu di Bombay dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Madras (sekarang Chennai). Setelah Perang Dunia Kedua, maskapai ini dinasionalisasi oleh Pemerintah India pada tahun 1953 dan berganti nama menjadi Air India. Pada 21 Februari 1960, Air India menerima pesawat Boeing 707 pertamanya yang diberi nama Gauri Shankar dan menjadi maskapai pertama di Asia yang memasukkan pesawat jet ke dalam armadanya.

Air India juga mengoperasikan penerbangan ke destinasi domestik dan Asia melalui anak perusahaannya, Air India Express. Air India menggunakan kombinasi pesawat berbadan sempit seperti keluarga Airbus A320 dan Boeing 737 untuk sebagian besar rute domestik dan internasional jarak dekat, serta pesawat berbadan lebar seperti Airbus A350, Boeing 777, dan Boeing 787 untuk rute internasional jarak jauh. Maskot Air India adalah Maharajah (Maharaja), dan logo sebelumnya terdiri dari seekor angsa terbang dengan roda Konark di dalamnya, sebelum digantikan dengan logo baru yang terinspirasi dari pola jendela Jharokha milik maskapai tersebut pada tahun 2023.

Sejarah

Air India berasal dari Tata Air Services yang kemudian berganti nama menjadi Tata Airlines[7] yang didirikan oleh J. R. D. Tata dari Tata Sons, seorang penerbang dan taipan bisnis India.[8] Pada April 1932, Tata memenangkan kontrak untuk membawa surat untuk Imperial Airways dan departemen penerbangan Tata Sons dibentuk dengan dua pesawat mesin tunggal de Havilland Puss Moths.

250px-TataAirlinesLogo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Iklan Tata Air Service (1932)

Maskapai ini meluncurkan penerbangan domestik pertamanya dari Bombay ke Trivandrum dengan Miles Merlin enam kursi.[9] Pada tahun 1938, ia dinamakan kembali sebagai Tata Air Services dan kemudian sebagai Tata Airlines. Kolombo di Ceylon (sekarang Sri Lanka) dan Delhi ditambahkan ke tujuan pada tahun 1938. Selama Perang Dunia II, maskapai membantu Angkatan Udara Kerajaan dengan pergerakan pasukan, pengiriman pasokan, penyelamatan pengungsi dan pemeliharaan pesawat.[10]

Setelah Perang Dunia II, layanan komersial reguler dipulihkan di India dan Tata Airlines menjadi perusahaan terbatas publik pada 29 Juli 1946 dengan nama Air India. Setelah kemerdekaan India pada tahun 1947, 49% saham dari maskapai ini diakuisisi oleh Pemerintah India pada tahun 1948.[11]

Pada 21 Februari 1960, Air India International mengoperasikan Boeing 707 pertamanya, dengan demikian menjadi maskapai penerbangan Asia pertama yang memasuki Era Jet.[12] Maskapai ini meresmikan layanan ke New York pada 14 Mei 1960. Pada tanggal 8 Juni 1962, nama maskapai secara resmi dipotong menjadi Air India dan pada 11 Juni 1962, Air India menjadi maskapai penerbangan dengan armada jet penuh pertama di dunia. Pada tahun 1971, maskapai menerima pengiriman Boeing 747-200B pertamanya bernama Emperor Ashoka (terdaftar VT-EBD).[13]

250px-Caribjet_%28Air_India%29_Airbus_A310-300_Durand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Air India Airbus A310-300 (1995)

Pada tahun 2007, Air India dan Indian Airlines bergabung di bawah Air India Limited, dan maskapai menerima pengiriman pesawat Boeing 777 pertamanya.[14] Maskapai ini diundang untuk menjadi bagian dari aliansi Star Alliance pada tahun 2007.[15] Air India menjadi anggota ke-27 Star Alliance pada 11 Juli 2014.[16]

Pada bulan September 2021, pemerintah mengeluarkan tender baru untuk menjual maskapai, di mana konsorsium Spice Jet yang dipimpin Ajay Singh dan Tata Sons menunjukkan minat dalam penawaran tersebut. Akhirnya pada 8 Oktober 2021, Air India, bersama dengan maskapai berbiaya rendah Air India Express dan lima puluh persen dari AISATS, sebuah perusahaan penanganan darat, dijual seharga ₹18.000 crore (US$2,4 miliar) kepada Talace Private Limited, sebuah perusahaan Tata Sons. SPV.[17] Pada 27 Januari 2022, maskapai ini resmi diserahkan kepada Tata Group.[18]

Urusan Korporat dan Identiti

250px-Marine_Drive%2C_Mumbai_%282007%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Air India di Mumbai berfungsi sebagai kantor pusat Air India hingga tahun 2013.

Ibu Pejabat

Air India Limited berkantor pusat di Gurgaon, Haryana, tepatnya di Sector 16. Kantor utamanya menempati ruang sewaan seluas 180.000 kaki persegi (sekitar 17.000 m²) yang mencakup lantai dasar hingga lantai 6 di Blok 5, kompleks Vatika One-on-One. Masa sewa untuk ruang ini dimulai pada 29 September 2023. Sejak tahun 2024, Air India Express juga telah menempatkan kantornya di kompleks yang sama.

Sebelumnya, pada tahun 2013, Air India memindahkan kantor pusatnya dari Gedung Air India di Mumbai ke Delhi. Gedung lamanya di Mumbai adalah sebuah menara setinggi 23 lantai yang terletak di Marine Drive. Setelah pemindahan itu, kantor pusat Air India beroperasi di Indian Airlines House, New Delhi. Pada tahun 2023, Air India kembali memindahkan kantor pusatnya ke Gurgaon, yang terletak dalam wilayah Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR).

Anak Perusahaan

Artikel utama: Air India Express

Air India Express memulai operasinya pada 29 April 2005 dan awalnya dimiliki oleh Air India Charters. Maskapai ini melayani penerbangan dari India Selatan ke kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.Pada November 2022, Air India mengambil alih kepemilikan saham AirAsia dalam AirAsia India, kemudian mengganti nama maskapai tersebut menjadi AIX Connect, serta mengumumkan rencana untuk menggabungkannya dengan Air India Express. Penggabungan ini berhasil diselesaikan pada 1 Oktober 2024.[19]

Sementara itu, pada 15 April 2022, Alliance Air tidak lagi menjadi anak perusahaan Air India Limited. Saat ini, Alliance Air merupakan satu-satunya maskapai yang berada di bawah kendali langsung Pemerintah India.[20]

Air India Limited
Air India Express LimitedAI SATS Airport Services Private Limited

Destinasi

330px-Air_India_Destinations_Map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  Destinasi semasa
  Destinasi yang ditamatkan
  India

Destinasi

Per Desember 2019, Air India terbang ke total 103 tujuan termasuk 57 tujuan domestik dan 45 tujuan internasional di 31 negara di lima benua di seluruh dunia.[21][22] Hub utamanya terletak di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, dan memiliki hub sekunder di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj, Mumbai.[23]

Perjanjian codeshare

Air India memiliki perjanjian codeshare dengan maskapai berikut:[24]

Armada

Armada saat ini

Per November 2021, armada utama Air India (tidak termasuk armada anak perusahaan Air India Express dan Alliance Air) terdiri dari pesawat berikut:[25][26]

Pesawat Beroperasi Pesanan Penumpang Catatan
F J Y Total Refs
Airbus A319-100 22 — — 8 114 122 [27]
— — 144 144 [28]
Airbus A320-200 9 — — — 168 168 [29][30] 6 akan diubah menjadi AEW&C untuk Angkatan Udara India.[31]
— 12 138 150
Airbus A320neo 27 — — 12 150 162 [32] 1 dicat dengan livery Star Alliance.[33]
Airbus A321-200 20 — — 12 170 182 [34]
Boeing 747-400 4 — 452 [35]
Boeing 777-200LR 3 — 8 35 195 238 [36]
Boeing 777-300ER 13 — 4 35 303 342 [37] 1 dicat dengan livery Star Alliance.

1 dicat dengan livery Celebrating India.

Boeing 787-8 27 — — 18 238 256 [38] 1 dicat dengan livery Star Alliance.
Total 125 —
  • Airbus A319-100
    Airbus A319-100
  • Airbus A320-200
    Airbus A320-200
  • Airbus A320neo
    Airbus A320neo
  • Airbus A321-200
    Airbus A321-200
  • Boeing 747-400
    Boeing 747-400
  • Boeing 777-200LR
    Boeing 777-200LR
  • Boeing 777-300ER
    Boeing 777-300ER
  • Boeing 787-8
    Boeing 787-8

Mantan armada

Pesawat dioperasikan Air India (1970-1999)[39] [40]
Pesawat Total dioperasikan Diperkenalkan Dipensiunkan
Airbus A300-100 1 1994 1994
Airbus A300-200 4 1982 2002
Airbus A310-300 29 1986 2012
Airbus A330-200 2 2008 2015
Boeing 747-200 14 1971 2000
Boeing 747-300 3 1988 2008
Boeing 747-400M 14 1993 2009
Boeing 777-200LR 5 2007 2013
Douglas DC-8-700F 4 1983 1995
Ilyushin Il-62M 1 1989 1990
Lockheed L-1011 TriStar 1 1995 1996

Layanan

250px-Air_India_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat Duduk Kelas Bisnis di Pesawat Boeing 777-200LR/777-300ER
250px-29-APR-2023_-_AI154_VIE-DEL_%28B787-8_-_VT-ANV%29_%2802%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hidangan dalam penerbangan kelas ekonomi Air India

Kabin Pesawat Boeing 777-200LR dan 777-300ER yang telah dioperasikan oleh Air India sejak sebelum privatisasi memiliki konfigurasi tiga kelas, yaitu Kelas Utama, Kelas Bisnis, dan Kelas Ekonomi. Ini termasuk kabin Kelas Bisnis lama dengan susunan tempat duduk 2-3-2 dan kabin Kelas Ekonomi dengan susunan 3-3-3.[41] Setelah privatisasi, Air India mulai mengoperasikan pesawat 777-200LR bekas Delta Airlines untuk beberapa rute ke Amerika Utara, yang memungkinkan maskapai ini memperkenalkan kelas Premium Economy menggunakan produk Delta Premium Select. Pengenalan pesawat 777-300ER bekas Etihad untuk rute ke London-Heathrow memperkenalkan jenis produk ketiga dalam armada Air India, meskipun produk Premium Economy masih terbatas pada pesawat 777 bekas Delta.

Pesawat Boeing 787 Dreamliner milik Air India menawarkan produk yang hampir serupa dengan pesawat 777 lama mereka tetapi tanpa Kelas Utama, hanya dengan konfigurasi dua kelas yaitu Kelas Bisnis (2-2-2) dan Kelas Ekonomi. Pada Januari 2024, Air India memperkenalkan pesawat Airbus A350 pertamanya untuk beberapa penerbangan domestik terpilih. Dalam armada A320ceo yang sebagian besar digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional jarak dekat, hanya tersedia Kelas Bisnis dan Kelas Ekonomi. Beberapa pesawat, termasuk model terbaru A320/A321neo, hanya menawarkan Kelas Ekonomi saja.

Pada November 2024, proses penggabungan antara Air India dan Vistara telah selesai, dan pesawat bekas Vistara kini beroperasi di bawah Air India. Dengan penggabungan ini, pelanggan Air India kini dapat menikmati produk kabin Vistara, termasuk pesawat 787-9 Dreamliner tiga kelas milik Vistara, dibandingkan dengan pesawat 787-8 Dreamliner dua kelas milik Air India sendiri.

Hiburan Dalam Penerbangan (In-flight Entertainment)

Armada pesawat berbadan lebar Air India dilengkapi dengan sistem hiburan atas permintaan yang dipasang di belakang setiap kursi, memungkinkan penumpang memilih dari berbagai jenis konten yang tersedia. Sistem hiburan ini bervariasi tergantung pada jenis pesawat, di antaranya:

  • Thales i5000 pada Boeing 777-300ER
  • Thales i8000 pada Boeing 787-8
  • Panasonic eX3 pada Airbus A350-900, Boeing 777-200LR, dan Boeing 787-9

Produk lama pada pesawat 777 dan 787 direncanakan akan digantikan dengan sistem Thales Avant Up. Thales juga akan memasang sistem serupa untuk pesawat A350-900 dan 787-9 yang akan dikirim ke Air India pada masa mendatang.Air India tidak menyediakan hiburan di kursi untuk armada pesawat berbadan sempit, kecuali untuk pesawat A321LR, yang dilengkapi dengan sistem Panasonic eX1. Untuk pesawat berbadan sempit lainnya dan sebagai solusi sementara pada armada berbadan lebar lama, Air India menggunakan layanan hiburan streaming Bluebox.

Namaste.ai adalah majalah dalam penerbangan saat ini yang diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Air India. Majalah ini menggantikan majalah lama Shubh Yatra (yang berarti "Perjalanan Bahagia"), yang sebelumnya diterbitkan dalam format dwibahasa, yaitu bahasa Inggris dan Hindi.[42]

Wi-Fi Dalam Pesawat

Pada 4 September 2024, Air India mengumumkan akan memperkenalkan layanan Wi-Fi dalam pesawat untuk seluruh armadanya menjelang akhir tahun tersebut. Pada November 2024, maskapai ini telah meluncurkan layanan Wi-Fi gratis di pesawat Airbus A350, A321neo, dan Boeing 787-9. Pesawat-pesawat lainnya akan menerima koneksi Wi-Fi setelah menjalani proses modifikasi. Air India menjadi maskapai pertama di India yang menawarkan layanan Wi-Fi gratis untuk penerbangan domestik.

Program Frequent Flyer (Penerbangan Kerap)

Flying Returns adalah program frequent flyer pertama milik Air India sekaligus program pertama sejenis di India. Program ini dibagikan antara Air India dan anak perusahaannya. Anggota program dapat mengumpulkan poin perjalanan (mileage points) dan menukarkannya untuk penerbangan pada masa depan. Penumpang yang membeli tiket dengan tarif lebih tinggi juga memenuhi syarat untuk menerima bonus miles selain poin reguler. Setelah penggabungan antara Air India dan Vistara, program Flying Returns dan Club Vistara telah digabungkan dan dinamakan ulang sebagai Maharaja Club.

Rujukan

  1. 1 2 "Air India". ch-aviation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Januari 2017. Diakses tanggal 30 Januari 2017.
  2. ↑ "7340.2F with Change 1 and Change 2 and Change 3" (PDF). Federal Aviation Administration. 15 September 2016. hlm. 3–1–11. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2017. Diakses tanggal 30 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Air India, Indian airline". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Maret 2016. Diakses tanggal 6 Maret 2016.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Explained: What happens after the Tata Group gets control of Air India today?". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 28 Januari 2022. Diakses tanggal 28 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Upadhyay, Anindya (15 Februari 2013). "Air India vacates Nariman Point; moves headquarters to Delhi". The Economic Times. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 16 Februari 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 "Statement of Profit & Loss on 31.03.2022".
  7. ↑ "Tata Airlines to Air India: Is the Maharajah set for a home flight?". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 2017-06-22. Diakses tanggal 2022-02-08.
  8. ↑ "Airline Companies of the World". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-28. Diakses tanggal 2022-02-08.
  9. ↑ "Humane Face of IAF: Aid to the Civil Administration" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-01-30. Diakses tanggal 2022-02-08.
  10. ↑ "About us | Heritage | Pioneers". web.archive.org. 2016-06-04. Diarsipkan dari versi asli pada 2016-06-04. Diakses tanggal 2022-02-08.
  11. ↑ Committee, India Air Transport Inquiry (1950). Report of the Air Transport Inquiry Committee, 1950 (dalam bahasa Inggris). Manager of Publications.
  12. ↑ "Air India : The History of The Aircraft Fleet - Airwhiners.net". www.airwhiners.net. Diakses tanggal 2022-02-08.
  13. ↑ "The dying Maharaja's last sigh". www.sunday-guardian.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-09. Diakses tanggal 2022-02-08.
  14. ↑ "Air India". www.airindia.in. Diakses tanggal 2022-02-08.
  15. ↑ "Business News Today: Read Latest Business news, India Business News Live, Share Market & Economy News". The Economic Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-08.
  16. ↑ "STAR ALLIANCE AND AIR INDIA RECOMMENCE INTEGRATION PROCESS - Star Alliance". web.archive.org. 2013-12-16. Diarsipkan dari versi asli pada 2013-12-16. Diakses tanggal 2022-02-08.
  17. ↑ Oct 8, TIMESOFINDIA COM / Updated:; 2021; Ist, 22:04. "Sentiments and business: What Air India acquisition means for Tatas - Times of India". The Times of India (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-08.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik; |last2= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  18. ↑ DelhiJanuary 27, Poulomi Saha New; January 28, 2022UPDATED:; Ist, 2022 00:37. "Air India handed over to Tata Group | Top points". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-08.{{cite web}}: |first2= memiliki nama generik; |first3= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  19. ↑ "AIX Connect's merger into Air India Express is complete, says DGCA". www.business-standard.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2024. Diakses tanggal 2025-02-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Alliance Air Airline Now Under Govt of India, Here is All You Need to Know About it". 16 April 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2023. Diakses tanggal 9 November 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Time Table". www.airindia.in. Diakses tanggal 2022-02-08.
  22. ↑ "Network - Air India". www.airindia.in. Diakses tanggal 2022-02-08.
  23. ↑ "Air India to develop Mumbai as its secondary hub". The Financial Express (dalam bahasa American English). 2015-10-01. Diarsipkan dari versi asli pada 2015-10-25. Diakses tanggal 2022-02-08.
  24. ↑ "Code Share Partners - Air India". www.airindia.in. Diakses tanggal 2022-02-08.
  25. ↑ "Fleet - Air India". www.airindia.in. Diakses tanggal 2022-02-08.
  26. ↑ India, Press Trust of (2016-12-04). "Air India to get 23rd Dreamliner in Jan; last 4 planes by March". Business Standard India. Diakses tanggal 2022-02-08.
  27. ↑ "Airbus 319 (Mixed Configuration)". Air India.
  28. ↑ "Airbus 319 (Single Configuration)". Air India.
  29. ↑ "A320-214 CEO (Single configuration)". Air India.
  30. ↑ "A320-214 CEO (Mixed configuration)". Air India.
  31. ↑ "Gov't to convert six Air India jets for AEW&C missions". Ch-Aviation. 19 Desember 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Air India Airbus A320neo fleets". Air India. 30 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ "Air India to opt for business economy class seats in A320 neos". The Economic Times. 7 Maret 2016. Diakses tanggal 7 Maret 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ "Air India Airbus A321". Air India. 30 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ "Air India Boeing 747-400". Air India. Maret 9, 2021 – via twitter.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ "Air India Boeing 777-200LR". Air India. 30 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ "Air India Boeing 777-300ER". Air India. 30 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ "Air India Boeing 787-8 Dreamliner". Air India. 30 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ "Air India Historic Fleet". PlaneSpotters. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-13. Diakses tanggal 7 Februari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ "Air India : The story of the aircraft". Airwhiners.net. Diakses tanggal 26 Juli 2004.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ Schlappig, Ben (15 Desember 2022). "Air India Starts Flying Former Delta 777-200LRs". One Mile at a Time (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Januari 2024. Diakses tanggal 30 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ "Air India to now have a new in-flight bi-lingual magazine". The Economic Times. 8 Februari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2017. Diakses tanggal 9 Februari 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Penumpang
Regional
Sewaan
Kargo
Direncanakan
Berhenti beroperasi
Anggota pendiri
120px-Logo_of_Star_Alliance.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anggota penuh
Anggota afiliasi
Mitra jaringan
Mitra antarmoda
Mantan anggota
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan