Senin, 21 September 2026
02:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Agama abrahamik

kategori agama yang dianggap berasal dari warisan Abraham

Kumpulan agama monoteistik yang berasal dari keturunan AbrahamTemplat:SHORTDESC:Kumpulan agama monoteistik yang berasal dari keturunan Abraham
250px-Three_Main_Abrahamic_Religions.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari atas ke bawah: Bintang Daud (Yudaisme), salib (Kristen), dan bintang dan bulan sabit (Islam) adalah simbol-simbol yang umum digunakan untuk mewakili tiga agama Abrahamik terbesar.

Agama abrahamik atau agama ibrahimiah, sering juga disebut agama samawi adalah sekumpulan agama monoteistik yang menghormati atau mengagumi tokoh agama Abraham (Ibrahim), yaitu Yudaisme, Kristen, dan Islam, meskipun istilah ini juga sering mencakup beberapa kepercayaan yang lebih kecil. Agama-agama dalam kelompok ini memiliki kesamaan doktrinal, historis, dan geografis yang membedakannya dengan agama-agama India, Iran, dan Asia Timur. Istilah ini, yang diperkenalkan pada abad ke-20, menggantikan "Yahudi-Kristen" untuk memasukkan Islam sebagai agama Abrahamik dan mengakui perbedaan antara Yudaisme dan Kristen. Namun, istilah ini telah dikritik karena terlalu menyederhanakan nuansa budaya dan doktrinal.

Abraham atau Ibrahim, seorang Patriark (Datuk) dan Rasul,[1][2] secara luas disebutkan dalam kitab suci agama-agama Abrahamik seperti Alkitab, Al-Qur'an dan Taurat.[2][3]

Tradisi Yahudi dan Kristen menyebutkan bahwa Dua Belas Suku Israel adalah keturunan dari Abraham melalui putranya Ishak dan cucu Yakub, yang putra-putranya membentuk bangsa Israel di Kanaan, sedangkan tradisi Islam menyebutkan bahwa Dua Belas Suku Arab yang dikenal sebagai bani Ismail adalah keturunan dari Ibrahim melalui putranya Ismail di tanah Arab.[4][1][5][6][7]

Agama Israel kuno berasal dari agama Kanaan kuno pada Zaman Perunggu, dan menjadi monoteistik kuat sekitar abad ke-6 SM.[8][9]

Kekristenan berpisah dari Yudaisme pada abad ke-1 M,[1] dan menyebar luas setelah diadopsi oleh Kekaisaran Romawi sebagai agama negara pada abad ke-4 Masehi. Islam muncul pada abad ke-7 M, dan juga tersebar luas melalui penaklukan Muslim awal.[1]

Agama samawi membentuk kelompok agama terbesar dalam ilmu perbandingan agama, setelah agama-agama dari India, Iran, dan Asia Timur.[10] Kristen dan Islam adalah agama terbesar di dunia berdasarkan jumlah pemeluknya.[11] Agama-agama samawi dengan penganut lebih sedikit termasuk Yudaisme,[11] iman Baháʼí,[2][12][13] Druze,[2][14] Samaria,[2] dan Rastafari.[2][15]

Etimologi

Cendekiawan Katolik Islam Louis Massignon menyatakan bahwa frasa "Agama Abrahamik" adalah semua agama yang berasal dari sumber spiritual yang sama.[16] Istilah yang lebih modern berasal dari istilah plural dari referensi Al-Qur'an yaitu Millah Abraham, "Agamanya Ibrahim", bentuk bahasa arab dari Abraham.[17]

Janji Allah pada Kejadian 15:4-8 mengenai ahli waris Abraham menjadi paradigmatik bagi orang Yahudi, yang berbicara tentang dia sebagai "bapa kita Abraham" (Avraham Avinu). Dengan munculnya kekristenan, Paulus sang Rasul, dalam Roma 4:11-12, juga menyebutnya sebagai "bapa dari semua orang" mereka yang beriman, disunat atau tidak disunat. Islam juga menganggap dirinya sebagai agama Abraham.[18] Semua agama Abrahamik utama mengklaim garis keturunan langsung kepada Abraham:

Perdebatan mengenai istilah

Ketepatan pengelompokan Yudaisme, Kristen, dan Islam dengan istilah "agama-agama Ibrahim" atau "tradisi-tradisi Ibrahim" telah banyak ditentang. Kepercayaan umum Kristen tentang Inkarnasi, Trinitas, dan kebangkitan Yesus, misalnya, tidak diterima oleh agama Yahudi dan Islam (lihat misalnya pandangan Islam tentang kematian Yesus). Ada kepercayaan-kepercayaan utama dalam Islam dan Yahudi yang tidak dimiliki oleh sebagian besar agama Kristen (seperti pantangan terhadap daging babi), dan kepercayaan-kepercayaan utama dalam Islam, Kristen, dan Iman Baháʼí yang tidak dimiliki oleh agama Yahudi (seperti posisi kenabian dan keMesiasan Yesus).[23]

Adam Dodds berpendapat bahwa istilah "Kepercayaan Abrahamik", meskipun bermanfaat, dapat menyesatkan, karena istilah ini menyampaikan kesamaan historis dan teologis yang tidak spesifik, dan dapat menjadi masalah jika diteliti lebih lanjut. Meskipun ada kesamaan di antara agama-agama tersebut, akar persamaan hanya bersifat periferal dari kepercayaan dasar masing-masing dan dengan demikian menyembunyikan perbedaan-perbedaan yang krusial.[24] Alan L. Berger, Profesor Studi Yudaisme di Florida Atlantic University, menulis bahwa meskipun "Yudaisme melahirkan agama Kristen dan Islam," ketiga agama tersebut "memahami peran Abraham" dengan cara yang berbeda.[25] Sementara itu, Aaron W. Hughes menggambarkan istilah tersebut sebagai "tidak tepat" dan "sebagian besar merupakan neologisme teologis."[26]

Sebutan alternatif untuk "agama-agama Abraham", yaitu "monoteisme gurun", mungkin juga memiliki konotasi yang tidak memuaskan.[27]

Lihat juga

Catatan

Referensi

  1. 1 2 3 4 Bremer 2015, hlm. 19-20.
  2. 1 2 3 4 5 6 Abulafia, Anna Sapir (23 September 2019). "The Abrahamic religions". www.bl.uk. London: British Library. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juli 2020. Diakses tanggal 9 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Philosophy of Religion". Britannica. 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juli 2010. Diakses tanggal 24 Juni 2010.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Hatcher & Martin 1998, hlm. 130–31.
  5. 1 2 Able, John (2011). Apocalypse Secrets: Baha'i Interpretation of the Book of Revelation. McLean, Virginia: John Able Books Ltd. hlm. 219. ISBN 978-0-9702847-5-4. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juli 2015. Diakses tanggal 9 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Prophets Who Descended from Abraham". bahaiteachings.org/ (dalam bahasa American English). 2016-07-16. Diakses tanggal 2021-10-02.
  7. Dever, William G. (2001). "Getting at the "History behind the History"". What Did the Biblical Writers Know and When Did They Know It?: What Archeology Can Tell Us About the Reality of Ancient Israel. Grand Rapids, Michigan dan Cambridge, Britania Raya: Wm. B. Eerdmans. hlm. 97–102. ISBN 978-0-8028-2126-3. OCLC 46394298.
  8. Atzmon, G.; Hao, L.; Pe'er, I.; et al. (Juni 2010). "Abraham's children in the genome era: major Jewish diaspora populations comprise distinct genetic clusters with shared Middle Eastern Ancestry". American Journal of Human Genetics. 86 (6). Cell Press on behalf of the American Society of Human Genetics: 850–859. doi:10.1016/j.ajhg.2010.04.015. PMC 3032072. PMID 20560205.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Diarsipkan 30 May 2016 di Wayback Machine. Israel's religion originates from the Canaanite religion of the Bronze Age, it differed from the other Canaanite religions of Iron Age I because of its focus on the monolatristic worship of Yahweh. Judaism probably became completely monotheistic in the 6th century BC (Iron Age II). Diarsipkan 30 May 2016 di Wayback Machine.
  9. Tjhin, Suyadi; Dendeng, Leonardo C. (2022-12-29). "The Evolution of Israel's Religion from Abraham to Pre-Exilic and Its Significance for Christians". Khazanah Theologia. 4 (3): 189–198. doi:10.15575/kt.v4i3.12251. ISSN 2715-9701.
  10. Adams 2007.
  11. 1 2 Wormald 2015.
  12. Lubar Institute 2016.
  13. Obeid, Anis (2006). The Druze & Their Faith in Tawhid. Syracuse University Press. hlm. 1. ISBN 978-0-8156-5257-1.
  14. "Abrahamic Religion". Christianity: Details about... Christianity Guide. Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2008. Diakses tanggal 19 September 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Massignon 1949, hlm. 20–23.
  16. Guy G.Stroumsa, The Making of the Abrahamic Religions in Late Antiquity, ISBN978-0-191-05913-1 Oxford University Press 2015 p.7
  17. 1 2 Levenson, Jon Douglas (2012). "1". Inheriting Abraham : the legacy of the patriarch in Judaism, Christianity, and Islam. Princeton: Princeton University Press. hlm. 3, 6, 178–179. ISBN 1-4008-4461-4. OCLC 812508307.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. Scherman, pp. 34–35.
  19. Shahih Al-Bukhari no.3507; Shahih Al-Bukhari no.3365
  20. Bremer, Thomas S. (2014). Formed from this soil : the diversity of religious life in American history. Hoboken. hlm. 19–20. ISBN 978-1-118-32354-0. OCLC 889006424.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. Hatcher, William S. (1984). The Bahá'í faith : the emerging global religion. J. Douglas Martin (Edisi 1st ed). San Francisco: Harper & Row. hlm. 130–131. ISBN 0-06-065441-4. OCLC 11234084.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  22. Greenstreet, p. 95.
  23. Dodds, Adam (2009-04-30). "The Abrahamic faiths? Continuity and discontinuity in Christian and Islamic doctrine". Evangelical Quarterly. 81 (3): 230–253. doi:10.1163/27725472-08103003. ISSN 0014-3367.
  24. "Dr. Alan Berger - Biography". home.fau.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2023-03-25.
  25. Hughes, Aaron W. (2013). Abrahamic religions : on the uses and abuses of history. New York. hlm. 3–4, 7–8, 17, 32. ISBN 978-0-19-993465-2. OCLC 858861490.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  26. Benjamin, Don C. (1983). Deuteronomy and city life : a form criticism of texts with the word city ('îr) in Deuteronomy 4:41-26:19. Lanham, MD: University Press of America. hlm. 47. ISBN 0-8191-3138-5. OCLC 9324453. Nineteenth century scholars were convinced that the uniform vastness of the desert was the incentive for Israel's belief in one god. Baly, however, points out that most desert dwellers are polytheists. [...] Monotheism, according to Baly, have never developed in desert cultures; monotheism always develops in cities!{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan