Senin, 05 Oktober 2026
09:40 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Adolf Windaus

Adolf Windaus

kimiawan asal Jerman

Bagikan:
Adolf Otto Reinhold Windaus
Windaus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir25 Desember 1876
Meninggal9 Juni 1959(1959-06-09) (umur 82)
Karier ilmiah
BidangKimia organik
biokimia
Mahasiswa doktoral
Adolf Friedrich Johann Butenandt

Adolf Otto Reinhold Windaus (25 Desember 1876 – 9 Juni 1959) ialah seorang kimiawan Jerman yang memenangkan Nobel Kimia pada tahun 1928 untuk karyanya pada sterol dan hubungannya dengan vitamin. Ia merupakan penasihat doktoral bagi Adolf Butenandt yang kelak menerima Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1939.

Adolf Windaus lahir di Berlin. Minatnya dalam kimia bangkit oleh karena kuliah dari Hermann Emil Fischer. Ia mulai belajar kedokteran dan kimia di Berlin dan kemudian di Freiburg. Ia mendapatkan gelar doktor pada awal tahun 1900 dan berfokus pada kolesterol dan sterol lain di Universitas Albert Ludwig Freiburg. Pada tahun 1913, ia menjadi profesor kimia di Universitas Innsbruck tetapi 2 tahun kemudian ia pindah ke Universitas Göttingen dan tetap di sana sampai pensiun pada tahun 1944.

Ia terlibat dalam penemuan transformasi kolesterol melalui beberapa tahap ke vitamin D3 (kolekalsiferol). Ia memberikan patennya ke Merck dan Bayer dan mereka mengeluarkan obat Vigantol pada tahun 1927.[1]

Galeri

250px-Cholecalciferol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
vitamin D3
250px-7-Dehydrocholesterol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
7-dehidrokolesterol

Rujukan

  1. ↑ Haas, Jochen (2007). "[Vigantol--Adolf Windaus and the history of vitamin D]". Wurzbg Medizinhist Mitt. 26: 144–81. PMID 18354894.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |quotes= diabaikan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan