Selasa, 03 November 2026
16:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Yamaceratops

Yamaceratops

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Lamaceratops.
Yamaceratops
Rentang waktu: Kapur Akhir,
~Santonian
250px-Yamaceratops_MPC-D_100_553_specimen.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen juvenil yang berkaitan dengan Yamaceratops (MPC-D 100/553)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Dinosauria
Klad: †Ornithischia
Klad: †Neornithischia
Klad: †Ceratopsia
Klad: †Neoceratopsia
Genus: †Yamaceratops
Makovicky & Norell, 2006
Spesies tipe
†Yamaceratops dorngobiensis
Makovicky & Norell, 2006
Artikel takson sembarang

Yamaceratops adalah sebuah genus ceratopsia basal yang hidup pada Kapur Akhir di wilayah yang kini adalah Mongolia. Genus tersebut mencakup spesies tunggal, Y. dorngobiensis. Hewan tersebut merupakan dinosaurus yang relatif kecil, dengan panjang sekitar 50 cm (1,6 ft) dan berat sekitar 2 kg (4,4 pon).[1]

Referensi

  1. ↑ Paul, Gregory S. (2016). The Princeton Field Guide to Dinosaurs. Princeton University Press. hlm. 279. ISBN 978-1-78684-190-2. OCLC 985402380.

Pranala luar

Avemetatarsalia
Ornithischia
Ceratopsia
    • lihat di bawah↓
Chaoyangsauridae
Archaeoceratopsidae
Leptoceratopsidae
Coronosauria
Protoceratopsidae
Ceratopsoidea
Ceratopsidae
    • lihat di bawah↓
Psittacosaurus Protoceratops andrewsi
Chasmosaurinae
Triceratopsini
Centrosaurinae
Albertaceratopsini
Nasutoceratopsini
Eucentrosaura
Centrosaurini
Pachyrhinosaurini
Triceratops horridus Centrosaurus apertus
Ikon rintisan

Artikel bertopik dinosaurus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan