Sabtu, 26 September 2026
14:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Burung walet

Burung walet

Burung walet
Rentang waktu: Eosen - sekarang
250px-Apus_apus_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Burung walet, Apus apus
Sayapnya berbeda dengan burung layang-layang.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Klad: Strisores
Ordo: Apodiformes
Famili: Apodidae
Ernst Hartert, 1897
Subfamili, tribus, dan Genus

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Burung walet (Famili Apodidae) adalah burung dengan sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna cokelat. Burung walet hidup di pantai serta daerah permukiman, menghuni gua yang lembap atau ruang besar yang lembap. Burung walet tidak dapat bertengger karena memiliki kaki yang sangat pendek sehingga sangat jarang berdiri di atas tanah tetapi bisa menempel pada dinding tembok atau langit-langit gedung. Mampu terbang di tempat gelap dengan bantuan ekolokasi. Bersarang secara berkelompok dengan sarang yang dibuat dari air liur. Sarang ini banyak diperdagangkan orang untuk dibuat sup atau bahan obat-obatan.[1]

Habitat atau kumpulan komunitas burung walet hanya ditemui di lingkup Asia Tenggara. Burung walet banyak sekali dijumpai di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina Kamboja, dan Laos, burung walet tidak ditemui di negara Eropa, Amerika, ataupun di benua Afrika. Hal ini disebabkan perkembangbiakan burung walet harus di daerah yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi. Karena berpengaruh dengan unsur kelembapan sebagai faktor berkembang biaknya habitat spesies atau populasi dari burung walet.

Taksonomi

250px-Dans_l%27ombre_des_dinosaures_-_Scaniacypselus_-_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil Scaniacypselus

Ahli taksonomi telah lama mengklasifikasikan burung walet dan burung layang-layang sebagai kerabat burung kolibri, berdasarkan penemuan Jungornitihidae (kerabat kolibri-walet) dan burung kolibri primitif seperti Eurotrochilus. Taksonomi tradisional menempatkan keluarga burung kolibri (Trochilidae) dalam ordo yang sama dengan burung walet dan burung layang-layang (dan tidak ada burung lain); taksonomi Sibley-Ahlquist menempatkan kelompok burung walet ini sebagai super ordo Trocholiformes.[2]

Taksonomi burung walet secara umum rumit, dengan pembatasan jenis dan spesies yang banyak diperdebatkan. Analisis tingkah laku dan suara adalah rumit terhadap evolusi paralel secara umum, sementara analisis sifat morfologi dan berbagai tes DNA menunjukkan keseragaman dan hasil yang sebagian bertentangan.[2]

Ordo Apodiformes berkembang pada masa Eocene di mana anggota keluarga yang kini punah masih ada, fosil umum ditemukan di seluruh bagian Eropa yang hangat, lokasi antara Denmark dan Prancis, contoh burung primitif Scaniacypselus (Awal–pertengahan Eocene) dan yang lebih modern burung Procypseloides (Akhir Eocene/Awal Oligocene–Awal Miocene). Jenis prasejarah kadang dihubungkan dengan burung walet, seperti Primapus.[3]

Klasifikasi

Deskripsi

Burung walet adalah salah satu burung yang tercepat, dan spesies yang lebih besar seperti white-throated needletail telah dilaporkan terbang hingga kecepatan 169 km / jam[6] dalam penerbangan horizontal. Bahkan burung walet biasa dapat terbang dengan kecepatan maksimum 31 meter per detik (112 km / jam). Dalam waktu satu tahun, burung walet dapat menempuh jarak setidaknya 200.000 km.[7] Dan dalam seumur hidup, sekitar dua juta kilometer; cukup untuk terbang ke Bulan lima kali.[8]

Tulang sayap burung walet secara proporsional lebih panjang daripada kebanyakan burung lainnya. Kemampuan untuk mengubah sudut antara tulang sayap dengan kaki depan memungkinkan burung walet untuk mengubah bentuk dan luas sayap mereka guna meningkatkan efisiensi dan kemampuan manuver pada berbagai kecepatan.[9] Burung walet memiliki kekerabatan dengan kolibri yang juga memiliki kemampuan unik untuk memutar sayap mereka dari pangkal sayap.

Burung walet telah mengembangkan kemampuan ekolokasi untuk menavigasi di dalam sistem gua yang gelap tempat mereka bertengger.[10] Satu spesies, yaitu burung walet berjari tiga (Aerodramus papuensis), baru-baru ini ditemukan menggunakan ekolokasi pada malam hari.

Status

Tidak ada spesies burung walet yang punah sejak tahun 1600. Namun, BirdLife International menilai burung walet Guam sebagai terancam punah dan mendaftarkan burung walet Atiu, dark-rumped, Schouteden, Seychelles dan Tahiti sebagai rentan; dua belas spesies lainnya hampir terancam atau kekurangan data untuk diklasifikasi.

Manfaat Sarang Burung Walet

Sarang Burung walet memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan, antara lain:[11]

  1. sebagai obat batuk kering;
  2. mempertahankan kecantikan kulit;
  3. mengatasi keluhan paru-paru;
  4. mengobati kerusakan pembuluh darah;
  5. meningkatkan nafsu makan;
  6. sumber antioksidan;
  7. sumber mineral untuk sistem kekebalan tubuh;
  8. membuat kulit menjadi cantik;
  9. mencerdaskan otak.

Sarang Walet

Sarang burung walet atau disebut Edible bird's nest[12] dibuat dari Air liur burung walet itu sendiri tanpa ada campuran dari bahan dari luar tubuhnya, Burung Walet membuat sarang di langit langit gua atau plafon gedung dengan tujuan menghindari predator. Sarang burung dibuat untuk menyimpan telur dari hasil berkembang biak nya burung walet.

Referensi

  1. ↑ Hassan Shadily. Ensiklopedi Indonesia Volume 1. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
  2. 1 2 Thomassen, Henri A.; Tex, Robert-Jan; de Bakker, Merijn A.G.; Povel, G. David E. (2005). "Phylogenetic relationships amongst swifts and swiftlets: A multi locus approach".Molecular Phylogenetics and Evolution 37 (1): 264–277
  3. ↑ Bourton, Jody (2 Maret 2010). "Supercharged swifts fly fastest". BBC News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Chantler, Phillip; Driessens, Gerard (2000). Swifts: A Guide to the Swifts and Treeswifts of the World. London: Pica Press. ISBN 1-873403-83-6.
  5. 1 2 Jobling, James A (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. ISBN 978-1-4081-2501-4.
  6. ↑ "Supercharged swifts fly fastest" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2010-03-02. Diakses tanggal 2020-09-02.
  7. ↑ Piper, Ross (2007), Extraordinary Animals: An Encyclopedia of Curious and Unusual Animals, Greenwood Press,
  8. ↑ Rundell, Katherine (Agustus 15, 2019). Consider the Swift.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "On Swift Wings | Natural History Magazine". www.naturalhistorymag.com. Diakses tanggal 2020-09-02.
  10. ↑ Collins, Charles T. (1991). Forshaw, Joseph (ed.). Encyclopaedia of Animals: Birds. London: Merehurst Press. hlm. 134–136. ISBN 1-85391-186-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ "12 Manfaat Minuman Sarang Burung Walet, Salah Satunya Menurunkan Kolesterol". 2022-11-02. Diakses tanggal 2022-12-23.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  12. ↑ "Edible bird's nest". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2017-10-02.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Apodidae.
  • Swift sounds on xeno-canto.org
  • Swift Conservation.Org free advice on the natural history and conservation of Apus apus the Common Swift

Daftar pustaka

  • (Inggris) Chantler, Phil & Driessens, Gerald (2000): Swifts: a guide to the swifts and treeswifts of the world. Pica Press, Mountfield, East Sussex. ISBN 1-873403-83-6
  • (Inggris) Thomassen, Henri A.; Tex, Robert-Jan; de Bakker, Merijn A.G. & Povel, G. David E. (2005): Phylogenetic relationships amongst swifts and swiftlets: A multi locus approach. Molecular Phylogenetics and Evolution 37(1): 264-277.
Genera jenis-jenis cabak, kolibri, walet dan kerabat-kerabat punah mereka
†Archaeotrogonidae
Caprimulgiformes
Caprimulgidae
Vanescaves
Sedentaves
Steatornithiformes
†Fluvioviridavidae
Steatornithidae
Nyctibiiformes
Nyctibiidae
†Parapreficinae
Nyctibiinae
Letornithes
Podargiformes
Podargiformes
Podargidae
Apodimorphae
    • lihat di bawah ↓
Caprimulgus longipennis Batrachostomus septimus
†Eocypselidae
Daedalornithes
incertae sedis
Aegotheliformes
Aegothelidae
Apodiformes
†Aegialornithidae
†Cypselavidae
†Jungornithidae
Trochiloidea
    • lihat di bawah ↓
Apodidae
    • lihat di bawah ↓
Aegotheles savesi
incertae sedis
Trochilidae
Florisuginae
Phaethornithinae
Polytminae
Polytminae
Heliantheini
Lesbiini
Patagoninae
Trochilinae
Trochilini
Lampornithini
Mellisugini
Loddigesia mirabilis Phlogophilus hemileucurus
Apodi
incertae sedis
Hemiprocnidae
Apodidae
Apodinae
Apodini
Chaeturini
Collocaliini
Cypseloidinae
Aeronautes saxatalis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan