Minggu, 20 September 2026
17:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Viaticum

Viaticum

Komuni terakhir yang diterima menjelang ajal, arti harfiah "bekal perjalanan".

Bagian dari seri tentang
Ekaristi
Perjamuan KudusKomuni
250px-St_Michael_the_Archangel%2C_Findlay%2C_OH_-_bread_and_wine_crop_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Unsur
Ritual dan liturgi
Amalan dan kebiasaan
Sejarah
Teologi
Ajaran per denominasi
Artikel terkait

Viaticum adalah istilah yang utamanya digunakan dalam Gereja Katolik untuk menyebut Ekaristi (komuni) yang diberikan, dengan ataupun tanpa pengurapan orang sakit, kepada orang yang sekarat atau menjelang ajalnya, dan karenanya merupakan salah satu ritus terakhir. Menurut Kardinal Javier Lozano Barragán, "Tradisi Katolik memberikan Ekaristi kepada orang-orang yang sekarat memastikan bahwa, alih-alih menemui ajal sendirian, mereka meninggal dunia dengan Kristus yang menjanjikan mereka kehidupan kekal."[1]

Penggunaan

Kata viaticum adalah sebuah kata Latin yang berarti "bekal untuk perjalanan" dari kata via atau "jalan". Pemberian Komuni sebagai Viaticum dilayankan dengan cara seperti biasa dengan tambahan kata-kata: "Semoga Tuhan Yesus Kristus melindungi saudara/i dan membawa saudara/i kepada hidup yang kekal". Ekaristi dipandang sebagai makanan rohani yang ideal untuk memberi kekuatan kepada orang yang sekarat untuk menempuh perjalanan dari dunia ini menuju kehidupan setelah kematian.

Selain itu, viaticum juga dapat mengacu pada provisi atau tunjangan pada zaman Romawi kuno untuk perjalanan, awalnya transportasi dan perbekalan, kemudian uang, yang diberikan kepada pejabat atau petugas yang melakukan misi publik; pada dasarnya istilah ini, yang adalah haplologi dari viā tēcum ("denganmu di jalan"), mengindikasikan uang atau kebutuhan untuk perjalanan apa pun. Viaticum juga dapat mengacu pada bonus pendaftaran yang diterima oleh seorang legiuner Romawi, tentara tambahan ataupun kelasi dalam angkatan laut Romawi.

Praktik

250px-Alexey_Venetsianov_25.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelayanan Ekaristi kepada seseorang yang sekarat (lukisan karya Alexey Venetsianov, seniman abad ke-19).

Kebutuhan akan ketersediaan roti dan anggur yang sudah dikonsekrasi dalam Perayaan Ekaristi bagi mereka yang sakit dan sekarat menyebabkan dilakukannya penyimpanan Sakramen Mahakudus, suatu praktik yang telah berlangsung sejak awal mula Gereja Kristen. Santo Yustinus Martir, yang menulis kurang dari lima puluh tahun setelah wafatnya Santo Yohanes Rasul, menyebutkan bahwa "para diakon menerimakannya kepada setiap umat yang hadir, serta membawakan mereka yang tidak hadir air, anggur, dan Roti yang telah dikonsekrasi." (Just. M. Apol. I. cap. lxv.)

Apabila orang yang sekarang tidak mampu menerima makanan padat, Ekaristi dapat diberikan dalam rupa anggur saja, karena roti maupun anggur adalah Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian Kristus.

Sakramen Pengurapan Orang Sakit sering kali dilayankan sesaat sebelum pemberian Viaticum jika tersedia seorang imam untuk melayankannya. Berbeda dengan Pengurapan Orang Sakit, Viaticum dapat dilayankan oleh seorang imam, diakon, atau juga oleh seorang pelayan luar biasa, menggunakan Sakramen Mahakudus yang telah disiapkan sebelumnya.

Referensi

  1. (Inggris) L'Osservatore Romano, the Vatican's newspaper.

Pustaka

  • (Inggris) Rubin, Miri, Corpus Christi: The Eucharist in Late Medieval Culture, Cambridge: Cambridge University Press, 1991.
  • (Inggris) Snoek, C. J. K., Medieval Piety from Relics to the Eucharist: A Process of Mutual Interaction, Leiden: Brill, 1995,

Templat:Misa Katolik

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan