Selasa, 13 Oktober 2026
04:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Vaginosis bakterialis

Pertumbuhan bakteri berlebih di dalam vagina

Bagikan:
Vaginosis bakterialis
SpesialisasiGinekologi Sunting ini di Wikidata

Vaginosis bakterialis (BV), juga dikenal sebagai bakteriosis vagina atau Gardnerella vaginitis,[1] merupakan penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri.[2] Gejala yang umum dijumpai termasuk peningkatan cairan vagina yang biasanya berbau amis. Cairan ini biasanya berwarna putih atau kelabu. Nyeri saat buang air kecil dapat terjadi.[3] Gatal tidak umum dijumpai.[2][3] Kadang-kadang tidak ada gejala sama sekali.[3] Menderita BV meningkatkan risiko infeksi dari sejumlah infeksi berjangkit seksual lainnya termasuk HIV/AIDS.[4] Penyakit ini juga meningkatkan risiko persalinan dini di antara wanita hamil.[5]

Penyebab dan diagnosis

BV disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri alami di dalam vagina.[6] Ada perubahan pada jenis bakteri yang paling umum dan jumlah bakteri total yang ada berlipat ratusan hingga ribuan kali.[2] Faktor risiko di antaranya termasuk mencuci vagina, mitra seks baru atau lebih dari satu, antibiotik, dan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim.[6] Namun, ini tidak dianggap infeksi yang berjangkit secara seksual.[7] Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala yang ada dan dapat diverifikasi dengan pemeriksaan cairan vagina dan ditemukannya pH vagina yang di atas normal serta sejumlah besar bakteri.[2] BV sering secara keliru diduga sebagai infeksi jamur vagina atau infeksi Trichomonas.[8]

Pencegahan dan pengobatan

Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, klindamisin atau metronidazol. Obat-obatan ini dapat juga digunakan pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Namun, kondisinya sering berulang setelah pengobatan. Probiotik dapat membantu mencegah terjadinya perulangannya.[2] Belum jelas apakah penggunaan probiotik atau antibiotik berdampak pada hasil akhir kehamilan.[2][9]

Epidemiologi dan riwayat

BV merupakan infeksi vagina yang paling umum dijumpai pada perempuan di usia reproduksi.[6] Persentase perempuan yang terdampak pada waktu tertentu bervariasi antara 5% hingga 70%.[4] BV paling umum dijumpai di belahan Afrika dan lebih jarang dijumpai di Asia dan Eropa.[4] Sekitar 30% perempuan di Amerika Serikat yang berusia antara 14 hingga 49 menderita infeksi ini.[10] Jumlahnya sangat bervariasi antara kelompok etnis di dalam suatu negara.[4] Walaupun gejala yang menyerupai BV telah banyak digambarkan dalam riwayat yang tercatat, kasus pertama yang terdokumentasi dengan jelas muncul pada tahun 1894.[1]

Referensi

  1. 1 2 Borchardt, Kenneth A. (1997). Sexually transmitted diseases : epidemiology, pathology, diagnosis, and treatment. Boca Raton [u.a.]: CRC Press. hlm. 4. ISBN 9780849394768.
  2. 1 2 3 4 5 6 Donders, GG; Zodzika, J; Rezeberga, D (April 2014). "Treatment of bacterial vaginosis: what we have and what we miss". Expert opinion on pharmacotherapy. 15 (5): 645–57. PMID 24579850.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 "What are the symptoms of bacterial vaginosis?". http://www.nichd.nih.gov/. 2013-05-21. Diakses tanggal 3 Maret 2015.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 Kenyon, C; Colebunders, R; Crucitti, T (Desember 2013). "The global epidemiology of bacterial vaginosis: a systematic review". American journal of obstetrics and gynecology. 209 (6): 505–23. PMID 23659989.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "What are the treatments for bacterial vaginosis (BV)?". http://www.nichd.nih.gov/. 2013-07-15. Diakses tanggal 4 Maret 2015.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 "Bacterial Vaginosis (BV): Condition Information". http://www.nichd.nih.gov/. 2013-05-21. Diakses tanggal 3 Maret 2015.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Bacterial Vaginosis – CDC Fact Sheet". Centers for Disease Control and Prevention. Maret 11, 2014. Diakses tanggal 2 Mar 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Mashburn, J (2006). "Etiology, diagnosis, and management of vaginitis". Journal of midwifery & women's health. 51 (6): 423–30. PMID 17081932.
  9. ↑ Othman, M; Neilson, JP; Alfirevic, Z (24 Januari 2007). "Probiotics for preventing preterm labour". The Cochrane database of systematic reviews (1): CD005941. PMID 17253567.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Bacterial Vaginosis (BV) Statistics Prevalence". cdc.gov. September 14, 2010. Diakses tanggal 3 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Interna
Adneksa
Ovarium
Tuba fallopi
Uterus
Endometrium
Menstruasi
Miometrium
Parametrium
Serviks
Umum
Vagina
Disfungsi seksual
Lainnya
Eksterna
Vulva
Klitoris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan