Selasa, 13 Oktober 2026
22:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Sindrom Asherman

Sindrom Asherman

kondisi terbentuknya jaringan parut di dalam rahim

Bagikan:
Asherman syndrome
Nama lainAdhesi rahim, Intrauterine adhesions (IUA); intrauterine synechiae; uterine/cervical atresia, traumatic uterine atrophy, sclerotic endometrium, endometrial sclerosis[1]
250px-Asherman_syndrome_svg_hariadhi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Sindrom Asherman yang terjadi di rahim
SpesialisasiGinekologi
GejalaPerdarahan saat mensturasi, rasa sakit saat menstruasi, keguguran berulang, ketidaksuburan[2]
Metode diagnostikSaline sonography, hysterosalpingography, hysteroscopy, MRI[2]
Diagnosis bandingPolycystic ovarian disease, pelvic inflammatory disease, cervical stenosis, low thyroid, premature menopause[2]
PengobatanOperasi, pemberian esterogen[2]
Frekuensi1,5 hingga 46 persen dari perempuan yang bermasalah dengan keseubutan [2][3]

Sindrom Asherman (AS) atau dikenal juga dengan nama adhesi rahim, terjadi ketika adhesi (jaringan parut) terbentuk di dalam rahim atau serviks dan gejala muncul sebagai akibatnya.[2][3] Gejalanya dapat berupa penurunan perdarahan menstruasi, nyeri saat menstruasi, keguguran berulang, atau infertilitas.[2]

Penyebab sindrom asherman paling umum adalah operasi rahim, seperti dilatasi dan kuretase setelah kehamilan ; meskipun juga dapat disebabkan oleh infeksi seperti tuberkulosis atau skistosomiasis.[2][3]

Faktor risiko meliputi plasenta inkreta selama kehamilan.[2] Diagnosis dilakukan dengan sonografi salin, histerosalpingografi, histeroskopi, atau MRI.[2] Hal ini dapat diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, atau berat.[2] Jika adhesi terjadi tanpa gejala, maka hal ini dikenal sebagai “adhesi intrauterin asimptomatik”.[3]

Pengobatan umumnya dilakukan dengan pembedahan menggunakan histeroskop untuk memotong jaringan parut.[2][4] Metode pencegahan meliputi penggunaan IUD atau balon di dalam rahim.[3] Estrogen juga telah digunakan sekitar waktu operasi untuk mencoba mencegah kekambuhan.[2][3] Meskipun menjalani pengobatan, wanita mungkin mengalami kesulitan memiliki anak dan mereka yang hamil mungkin mengalami kelahiran prematur atau retensi plasenta.[2] Sel punca sedang dipelajari.[2]

Sindrom Asherman ditemukan pada 1,5 hingga 46 peesn wanita yang bermasalah dengan infertilitas.[2][3] Pada tahun setelah keguguran, angkanya sekitar 20 persen.[4]

Meskipun laporan pertama mengenai kondisi ini diterbitkan pada tahun 1894 oleh Heinrich Fritsch, deskripsi lengkapnya baru muncul pada tahun 1950 oleh Joseph Asherman.[3][5]

Referensi

  1. ↑ Palter SF (2005). "High Rates of Endometriosis in Patients With Intrauterine Synechiae (Asherman's Syndrome)". Fertility and Sterility. 86 (Suppl 1): S471. doi:10.1016/j.fertnstert.2005.07.1239.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Smikle, C; Yarrarapu, SNS; Khetarpal, S (Januari 2024). "Asherman Syndrome". StatPearls. PMID 28846336. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Januari 2021. Diakses tanggal 31 Agustus 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Dreisler, E; Kjer, JJ (2019). "Asherman's syndrome: current perspectives on diagnosis and management". International journal of women's health. 11: 191–198. doi:10.2147/IJWH.S165474. PMID 30936754.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. 1 2 Salazar, CA; Isaacson, K; Morris, S (Agustus 2017). "A comprehensive review of Asherman's syndrome: causes, symptoms and treatment options". Current opinion in obstetrics & gynecology. 29 (4): 249–256. doi:10.1097/GCO.0000000000000378. PMID 28582327.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Conforti A, Alviggi C, Mollo A, De Placido G, Magos A (Desember 2013). "The management of Asherman syndrome: a review of literature". Reproductive Biology and Endocrinology. 11: 118. doi:10.1186/1477-7827-11-118. PMC 3880005. PMID 24373209.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan