Sabtu, 17 Oktober 2026
12:58 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Umpan pancing

Umpan pancing

Bagikan:
250px-Pimephales_promelas2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fathead minnow, sebuah ikan umpan umum
250px-Bait_%285716733900%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kontainer ulat tanah (lumbricus terrestris) untuk dipakai sebagai umpan
250px-Go_fish_%2823747507209%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daging kerang yang dipakai sebagai potongan umpan di sebuah kail

Umpan pancing adalah sebuah bahan umpan yang dipakai khusus untuk menangkap ikan, biasanya kala pemancingan dengan kail dan benang. Umpan pancing dapat dikelompokkan dalam duan kategori besar: umpan alami dan umpan buatan. Secara tradisional, umpan pancing adalah bahan pangan atau mangsa (hidup atau mati) yang ada pada pola makan normal ikan (contohnya ulat, serangga, krustasea dan ikan umpan kecil), dan umpan semacam itu dihasilkan dari dan dipakai dalam lingkungan yang sama.[1] Sebaliknya, umpan buatan tidak didapatkan secara alami dan harus melibatkan beberapa jenis proses produksi. Umpan buatan dapat berupa makanan olahan (seperti roti, keju, makanan ikan atau makanan hewan peliharaan, dan lain-lain), campuran pakan yang dibuat secara komersial, atau "makanan palsu" replika imitatif yang terbuat dari bahan non-pangan (seperti ulat plastik, umpan renang, sendok, umpan tongkat atau bahkan ikan robot bionik).

Referensi

  1. ↑ Ruxton, Graeme D.; Hansell, Michael H. (Januari 2011). "Fishing with a Bait or Lure: A Brief Review of the Cognitive Issues: Review of Bait Fishing". Ethology (dalam bahasa Inggris). 117 (1): 1–9. doi:10.1111/j.1439-0310.2010.01848.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik ikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan