Kamis, 29 Oktober 2026
19:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lumbricus terrestris

Lumbricus terrestris

Bagikan:
Lumbricus terrestris
250px-Regenwurm1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
L. terrestris
Nama binomial
Lumbricus terrestris
Linnaeus, 1758
Artikel takson sembarang

Lumbricus terrestristol adalah cacing merah besar asli Eropa, namun sekarang sudah banyak tersebar di tempat lain di seluruh dunia (bersama dengan beberapa lumbricid ), karena diperkenalan manusia. Di beberapa daerah, orang menganggapnya sebagai suatu spesies hama yang serius, karena keluar-bersaing secara lokal cacing asli (since it is out-competing locally native worms). Di Eropa cacing ini merukan spesies alami yang terbesar dari cacing tanah, biasanya mencapai 20–25 cm ketika dewasa (meskipun di Eropa bagian selatan terdapat spesies asli yang jauh lebih besar). It has an unusual habit of copulating on the surface at night, which makes it more visible than most other earthworms. Hewan ini memiliki kebiasaan yang ane yaitu kawin pada di atas tanah pada malam hari, hal ini membuatnya sering terlihat dari cacing lain kebanyakan.

Biologi

Lumbricus terrestris adalah cacing anesis, artinya, ketika berada dalam lubang dia akan naik ke permukaan untuk makan, ini berbeda dengan kebiasaan sebagian besar cacing yakni menggali tanah untuk makan. Sebuah kebiasaan yang tidak wajar dari spesies ini adalah menarik daun ke mulut lubang yang sebagian membusuk sebelum dimakan. Sementara mereka umumnya memakan bahan tanaman, telah diamati bahwa mereka memakan serangga mati dan kotoran. Masa hidup Lumbricus terrestris belum diketahui, meskipun telah hidup sampai dengan usia 6 tahun di penangkaran. Pendekatan yang paling banyak diterima adalah sekitar 4-8 tahun di alam liar. Di bagian Eropa, terutama Atlantik pinggiran Eropa barat laut, sekarang lokal terancam akibat dimangsa oleh Platyhelminthes Selandia Baru (Arthurdendyus triangulatus) dan Platyhelminthes Australia (Australoplana sanguinea), dua predator cacing pipih sengaja diperkenalkan dari Selandia Baru dan Australia. Pemangsa ini pemakan cacing tanah sangat efisien, mampu bertahan hidup untuk jangka panjang dengan makanan, jadi karena itu masih bertahan bahkan ketika mangsa mereka telah turun ke populasi unsustainably rendah. Di beberapa daerah, hal ini memiliki dampak serius merugikan pada tanah struktur dan kualitas. The aerasi tanah dan bahan organik pencampuran yang sebelumnya dilakukan oleh cacing tanah telah berhenti di beberapa daerah.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lumbricus terrestris.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan