Minggu, 20 September 2026
21:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tusam

Tusam

spesies tumbuhan

Tusam
250px-Pohon_Pinus_%28P._merkusii%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Pinaceae
Genus: Pinus
Subgenus: Pinus subg. Pinus
Seksi: Pinus sect. Pinus
Subseksi: Pinus subsect. Pinus
Spesies:
P. merkusii
Nama binomial
Pinus merkusii
Jungh. & de Vriese
250px-CL-39_Pinus_merkusii_range_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah persebaran alami Pinus merkusii

Pinus merkusii, yang dikenal juga dengan nama umum tusam[2] atau pinus sumatra, adalah spesies pinus asli kawasan Malesia di Asia Tenggara. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Pinus yang memiliki sebaran alami hingga ke selatan garis khatulistiwa.[3]

Deskripsi

Pinus merkusii adalah pohon berukuran sedang hingga besar, yang dapat mencapai ketinggian 25–45 meter (82–148 kaki) dengan diameter batang mencapai 1 m (3 ft 3 in). Pepagannya berwarna jingga kemerahan, tebal dan memiliki retakan yang dalam pada bagian pangkal batang, serta menipis dan bersisik pada bagian tajuk atas. Daunnya (berbentuk jarum) tumbuh berpasangan, sangat ramping, dengan panjang 15–20 sentimeter (6–8 inci) dan ketebalan kurang dari 1 milimeter (132 in), serta berwarna hijau hingga hijau kekuningan.

Runjungnya berbentuk kerucut sempit, memiliki panjang 5–8 cm (2–3+14 in) dan lebar 2 cm (34 in) pada bagian pangkal saat tertutup. Runjung ini awalnya berwarna hijau, kemudian matang menjadi merah kecokelatan yang mengilap. Runjung tersebut membuka hingga lebar 4–5 cm saat matang untuk melepaskan biji-bijinya. Bijinya memiliki panjang 5–6 mm (31614 in) dengan sayap sepanjang 15–20 mm (1234 in), dan dipencarkan oleh angin.

  • Cabang dengan runjung
    Cabang dengan runjung

Spesies kerabat

Pinus merkusii berkerabat dekat dengan pinus tenasserim (P. latteri), yang tumbuh lebih jauh di utara Asia Tenggara mulai dari Myanmar hingga Vietnam; beberapa ahli botani menganggap keduanya sebagai spesies yang sama atau konspesifik (di bawah nama P. merkusii, yang dideskripsikan lebih dahulu), namun P. latteri berbeda karena memiliki daun yang lebih panjang (18–27 cm or 7–10+12 in) dan lebih kekar (tebal lebih dari 1 mm) serta runjung yang lebih besar dengan sisik yang lebih tebal; runjung tersebut sering kali tetap tertutup untuk beberapa waktu setelah matang. Spesies ini juga berkerabat dengan kelompok pinus Mediterania termasuk pinus Aleppo dan pinus Turki, yang berbagi banyak ciri fisik dengannya.

Sebaran

Tumbuhan ini dapat ditemukan terutama di Indonesia di pegunungan Sumatra bagian utara, serta dua populasi terpisah di Sumatra bagian tengah di Gunung Kerinci dan Gunung Talang, dan di Filipina di Mindoro serta di Pegunungan Zambales di Luzon bagian barat. Populasi terisolasi dari Pinus merkusii dapat ditemukan di Daratan Asia Tenggara, seperti di Taman Nasional Kirirom, di Pegunungan Cardamom di Kamboja dan Taman Nasional Bidoup Núi Bà di Dataran Tinggi Đà Lạt di Vietnam.[4]

Populasi di Sumatra bagian tengah, antara 1° 40' dan 2° 06' Lintang Selatan, merupakan satu-satunya keberadaan alami anggota suku Pinaceae di selatan Khatulistiwa. Pohon ini umumnya tumbuh pada ketinggian sedang, sebagian besar antara 400–1.500 m (1.300–4.900 ft), namun kadang kala ditemukan pada ketinggian serendah 90 m (300 ft) dan hingga mencapai 2.000 m (6.600 ft).[5]

Referensi

  1. Farjon, A. (2013). "Pinus merkusii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T32624A2822050. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T32624A2822050.en.
  2. NRCS. "Pinus merkusii". PLANTS Database. United States Department of Agriculture (USDA). Diakses tanggal 4 Oktober 2015.
  3. "Pinus merkusii (Thông nhua) description – the Gymnosperm Database".
  4. Setten, G. G. K. (September 1969). "THE PINES OF KIRIROM, CAMBODIA". The Commonwealth Forestry Review. 48 (3 (137)): 238.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Critchfield, William (1966). Geographic Distribution of the Pines of the World. U.S. Department of Agriculture, Forest Service. hlm. 15.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan