Senin, 09 November 2026
00:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Turko-Mongol

Turko-Mongol

Bagikan:
250px-Asia_in_1335.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asia pada tahun 1335, menunjukkan negara-negara budaya Turko-Mongol seperti Gerombolan Emas dan Kekhanan Chagatai.

Turko-Mongol atau tradisi Turko-Mongol adalah sebuah sintesis kebudayaan yang berkembang pada awal abad ke-14, di kalangan pemerintahan elit dari negara-negara penerus Kekaisaran Mongol seperti Kekhanan Chagatai dan Gerombolan Emas. Kalangan elit tersebut mengadopsi rumpun bahasa Turkic dan agama-agama berbeda seperti Buddha dan Islam, sementara mempertahankan lembaga-lembaga hukum dan politik Mongol.[1] Beberapa negara Asia Tengah pada masa berikutnya sangat memegang tradisi tersebut, yang meliputi Kekaisaran Timuriyah, Kekhanan Kazakh, Kekhanan Kazan, Kekhanan Nogai, Kekhanan Krimea dan Kekaisaran Mughal.

Referensi

  1. ↑ Beatrice Forbes Manz (1989). The Rise and Rule of Tamerlane. Cambridge University Press. hlm. 6–9. ISBN 978-0-521-34595-8.
Amir
120px-Timurid_Dynasty_821_-_873_%28AH%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Wedding_of_Timurid_Princes.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Samarkand_observatoire_ulugh_beg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peperangan
dan Konflik
Arsitektur
lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan