Minggu, 20 September 2026
20:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Turko-Mongol

Turko-Mongol

250px-Asia_in_1335.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asia pada tahun 1335, menunjukkan negara-negara budaya Turko-Mongol seperti Gerombolan Emas dan Kekhanan Chagatai.

Turko-Mongol atau tradisi Turko-Mongol adalah sebuah sintesis kebudayaan yang berkembang pada awal abad ke-14, di kalangan pemerintahan elit dari negara-negara penerus Kekaisaran Mongol seperti Kekhanan Chagatai dan Gerombolan Emas. Kalangan elit tersebut mengadopsi rumpun bahasa Turkic dan agama-agama berbeda seperti Buddha dan Islam, sementara mempertahankan lembaga-lembaga hukum dan politik Mongol.[1] Beberapa negara Asia Tengah pada masa berikutnya sangat memegang tradisi tersebut, yang meliputi Kekaisaran Timuriyah, Kekhanan Kazakh, Kekhanan Kazan, Kekhanan Nogai, Kekhanan Krimea dan Kekaisaran Mughal.

Referensi

  1. Beatrice Forbes Manz (1989). The Rise and Rule of Tamerlane. Cambridge University Press. hlm. 6–9. ISBN 978-0-521-34595-8.
Amir
120px-Timurid_Dynasty_821_-_873_%28AH%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Wedding_of_Timurid_Princes.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Samarkand_observatoire_ulugh_beg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peperangan
dan Konflik
Arsitektur
lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan