Minggu, 20 September 2026
16:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Topeng Betawi

Topeng Betawi

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Topeng_Betawi_danseres_en_muzikanten_Java_TMnr_10004639.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertunjukan Topeng Betawi di masa kolonial

Topeng Betawi merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Betawi yang berkembang di Jakarta dan sekitarnya.[1] Kesenian ini meliputi pertunjukan tari, musik, komedi, serta drama. Pertunjukan Topeng Betawi menampilkan kisah-kisah kehidupan masyarakat Betawi yang disampaikan melalui bentuk tari dan drama. Disebut tari topeng karena dalam beberapa bagian pertunjukan, penarinya mengenakan topeng saat menari, dan masyarakat Betawi dahulu percaya bahwa topeng memiliki kekuatan magis.[2][3]

Sejarah

Topeng Betawi pertama kali diciptakan oleh Mak Kinang binti Kinin dan Kong Djiun bin Dorak pada tahun 1918,[1][4][5] yang terinspirasi dari tari Topeng Cirebon.[1] Bentuk teatrikal drama tari ini awalnya berkembang di kawasan masyarakat Betawi pinggiran Jakarta (Betawi Ora).[1] Mak Kinang dan Kong Djiun mempunyai tiga anak, yaitu Bokir, Dalih, dan Kisam yang kemudian mendirikan sanggar Topeng Betawinya masing-masing: Setia Warga (Bokir), Kinang Putra (Dalih), dan Ratna Sari (Kisam).[1] Hingga kini, para anggota dari sanggar-sanggar Topeng Betawi yang masih ada pada umumnya masih berhubungan kerabat satu sama lain.[1]

Bagian pertunjukan

250px-ErwinKurniawan_TopengBetawi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Topeng Betawi versi modern (2017)

Pertunjukan Topeng Betawi tradisional dahulu terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama dimulai dengan musik instrumental yang disebut sebagai tetalu, kemudian dilanjut dengan memainkan lagu-lagu khas topeng betawi. Bagian kedua merupakan tarian. tarian dibuka dengan tari Topeng Tunggal yang ditarikan oleh penari yang mengenakan Kembang Topeng (mahkota penari) serta menggunakan topeng (kedok),[2] yang lalu dilanjutkan dengan Lipet Gandes (tari + lawakan/bodoran).[1] Dalam tari Topeng Tunggal, seorang penari menampilkan tiga tokoh utama dengan mengganti-ganti topeng (kedok). Tiga tokoh tersebut adalah:[1][5][6]

  • Panji, tokoh bertopeng putih dengan gerakan tarian yang lemah lembut;
  • Sangga (atau Samba), tokoh bertopeng merah muda dengan gerakan tari yang lebih atraktif, lincah dan agresif; serta
  • Jingga, tokoh bertopeng raksasa merah tua dengan gerakan tarian yang lebih garang dan bringas seperti sosok rahwana dalam pewayangan.

Bagian ketiga berupa drama (lakon) Topeng Betawi yang dapat berlangsung sepanjang malam. Cerita yang dibawakan sering kali menonjolkan kehidupan sehari-hari dan dipentaskan tanpa memakai topeng.[1] Topeng Betawi memiliki lakon yang menjadi ciri khas yang bernama Topeng Jantuk. mengisahkan perjalanan bahtera rumah tangga yang diselingi guyon sarkas dan satir, serta nasihat-nasihat dan pituah.[1]

Alat musik

Dalam pertunjukan Topeng Betawi, alat-alat musik yang biasa dimainkan antara lain rebab, gong, kendang, kempul, Kenong tiga, dan kecrek.[1][5][7]

Fungsi sosial

Topeng Betawi dahulu memiliki beberapa fungsi sosial dalam masyarakat Betawi. Masyarakat meyakini bahwa pertunjukan Topeng Betawi dapat menjauhkan diri mereka dari mara bahaya, penyakit, atau musibah.[2] Namun, saat ini Topeng Betawi lebih sering ditampilkan sebagai hiburan untuk mengisi berbagai acara Betawi, seperti pernikahan, khitanan, sedekah bumi, maupun Lebaran.[5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Di Balik Topeng Betawi". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2022-09-27. Diakses tanggal 2025-01-20.
  2. 1 2 3 Raap, Olivier Johannes (2021-06-09). Potret Pendoedoek di Djawa Tempo Doeloe. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-481-437-3.
  3. Azmin, Gres Grasia (2023-03-16). Memori Kolektif Orang Betawi dalam Maen Pukulan Beksi Tradisional H. Hasbullah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-623-321-210-6.
  4. "Belajar Tari Betawi di Setu Babakan". Kompas.com. 2008-12-09. Diakses tanggal 2025-01-20.
  5. 1 2 3 4 Pati Herin, Fransiskus (2013-12-18). "Kartini Kisam, Penjaga Tari Topeng Betawi". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-01-20.
  6. Santosa, Lia Wanadriani (2024-06-25). "Mengenal topeng Betawi yang terkadang disangka lenong". Antara News. Diakses tanggal 2025-01-20.
  7. Soedjiono, S. (1995). Album alat musik tradisional. hlm.4 Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan