Minggu, 18 Oktober 2026
00:55 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tionghoa Manado

Tionghoa Manado

Bagikan:
250px-Chinese_Temple_Manado.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelenteng di Manado.

Tionghoa Manado adalah orang-orang dengan etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di Kota Manado, Sulawesi Utara. Interaksi perantau Tionghoa di Manado dimulai saat bangsa Eropa datang ke tanah Minahasa dengan membawa pekerja orang Tionghoa. Bangsa Portugis yang dipimpin Simao d’abreu tiba di tanah Minahasa tahun 1523. Adapun bangsa Spanyol Tasikela (Kastela) menginjakkan kakinya di tanah Minahasa tahun 1530. Dari catatan sejarah, pemukiman orang Tionghoa di Manado berawal pada tahun 1607, saat Gubernur Maluku Admiral Mattelief de Jong mengirim sebuah Jung Cina untuk membeli beras di tanah Minahasa. Pecinan kemudian didirikan di belakang Benteng Fort Amsterdam dan bersebelahan dengan Kampung Arab.[1]

Referensi

Topik tentang Tionghoa-Indonesia
Daerah persebaran
250px-Klenteng_di_Padang_2018.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bahasa
Budaya dan kesenian
Arsitektur
Agama dan kepercayaan
Media
Studi Tionghoa-Indonesia
Organisasi
Ekonomi
Hari Raya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan