Minggu, 18 Oktober 2026
02:13 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Tinambunan

salah satu marga Batak

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Tambunan. Keduanya adalah marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Tinambunan
Aksara Batak
Nama marga
  • Tinambunan
  • Tinambunen
Nama/penulisan alternatif
Artitinambun + an/en (tambun)
(yang gemuk; besar; bongsor)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Bolon Tua
(Simbolon)
7Suri Raja
(Tunggul Sibisa)
8Tuan Nahoda Raja
9Si Tambun
(Tinambunan)
Nama lengkap tokohSi Tambun
(Raja Tinambunan)
Nama istriBoru Sihotang
Nama anak (putra)
  • 1. Raja Ujung Sunge
  • 2. Raja Putampak
  • 3. Raja Pernantin
Nama boru (putri)Tagan Sombereng
(Dinikahi oleh Orang Kaya Tua Hasugian)
Kekerabatan
Induk margaSimbolon
Klan
  • Parna
    (bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Rumpun margaSionom Hudon
(bersama Tumanggor, Maharaja, Turutan, Pinayungan, dan Nahampun)
Marga sekerabat
Mataniari binsarSihotang
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalParlilitan, Humbang Hasundutan

Tinambunan atau Tinambunen (Surat Batak: ᯖᯪᯉᯔ᯲ᯅᯮᯉᯉ᯲; ᯗᯪᯉᯔ᯲ᯅᯮᯉᯨᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak yang umumnya mewarisi dua ciri kebudayaan yakni Batak Dairi dan Batak Toba. Marga Tinambunan berasal dari Tanoh Kalasan yang termasuk ke dalam kelompok marga Sionom Hudon (bahasa Indonesia: Si enam periuk).[1]

Asal

Tinambunan merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Tinambunan merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Bolon Tua menikah dengan Boru Limbong, putri dari Ompu Langgat Limbong dan memperoleh dua orang putra, yaitu: Suri Raja (Tunggul Sibisa) dan Martua Raja.

Suri Raja menikah dengan Marsinta Dongan Boru Naibaho, putri dari Raja Siganjang Ulu Naibaho, Leang Nagurasta, dan Boru Manurung serta memperoleh empat orang putra, yaitu (1) Tuan Nahoda Raja I, (2) Altong Nabegu, (3) Pande Sahata, dan (4) Tuan Juara Bulan (Panihai). Kemudian Martua Raja menikah dengan Boru Pasaribu Habeahan dan memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Suhutnihuta, (2) Sirimbang, dan (3) Hapotan.

Tuan Nahoda Raja I yang menikah dengan Boru Sihotang, Boru Limbong, dan Boru Naibaho serta memperoleh delapan orang putra, yaitu (1) Tuan Rading Nabolon; (2) Si Mbuyakbuyak yang tidak berketurunan; (3) Si Tambun (Raja Tinambunan) yang menjadi leluhur marga Tinambunan; (4) Si Tanggor yang menurunkan marga Tumanggor; (5) Si Raja yang menurunkan marga Maharaja; (6) Si Turut yang menurunkan marga Turutan; (7) Si Payung yang menurunkan marga Pinayungan; dan (8) Si Anak Ampun yang menurunkan marga Nahampun, Tuan Nahoda Raja Simbolon juga memperoleh seorang putri yang bernama Siboru Nai Bintang Maria yang dinikahi Datu Parulas Parultop Lumbanraja.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Tinambunan, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ 1930-2016., Barbier-Mueller, Jean Paul, (2011). In north Sumatra, an unknown group, the Kalasan Batak. Fondation culturelle Musée Barbier-Mueller. ISBN 2-88104-048-9. OCLC 770224806.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ Agency, ANTARA News. "Bupati Dairi Lantik Sebastianus Tinambunan Jadi Sekda - ANTARA News Sumatera Utara". Antara News. Diakses tanggal 2022-07-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan