Senin, 21 September 2026
00:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Thomas Woolston

Thomas Woolston (dibaptis November 1668 – 27 Januari 1733)[1][2] adalah seorang teolog Inggris. Walaupun ia sering dianggap sebagai seorang deis, William H. Trapnell menganggapnya sebagai seorang Anglikan yang memiliki pandangan teologis yang tidak ortodoks.

Ia lahir di Northampton pada tahun 1668 dan merupakan putra dari seorang pedagang yang ternama. Karya-karyanya yang terkenal adalah The Moderator between an Infidel and an Apostate dan Discourses. Karena menerbitkan Discourses, ia didakwa melakukan penistaan agama.

Pandangan

Woolston menolak bukti dari mukjizat, dan mempertanyakan kebangkitan Yesus dan mukjizat-mukjizat lain dalam Perjanjian Baru. Menurutnya, hal tersebut seharusnya diinterpretasikan secara alegoris.

Catatan kaki

  1. William H. Trapnell, Thomas Woolston: Madman and Deist? Thoemmes Press, 1994. ISBN 1-85506-227-5
  2. William H. Trapnell, ‘Woolston, Thomas (bap. 1668, died 1733)’, Oxford Dictionary of National Biography, Oxford University Press, 2004

Pranala luar

Public Domain Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan