Sabtu, 17 Oktober 2026
21:51 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Thaifah Ceuta

Thaifah Ceuta

Bagikan:
Thaifah Ceuta
طائفة سبتة  (Arab)
1061–1083
Thaifah Ceuta berada di bagian bawah peta
Thaifah Ceuta berada di bagian bawah peta
Ibu kotaCeuta
Bahasa umumArab Andalusia, Muzarab, Ibrani
Agama Islam, Katolik Roma, Yudaisme
PemerintahanMonarki
Era SejarahAbad Pertengahan
• Thaifah Málaga ditaklukkan oleh Abbad II al-Mu'tadid, penguasa Thaifah Sevilla
1061
• Ditaklukkan oleh Yusuf bin Tasyfin
1083
Mata uangDirham dan Dinar
Didahului olehDigantikan oleh
Thaifah Málaga
Murabithun
Sekarang bagian dariSpanyol
Maroko

Thaifah Ceuta (bahasa Arab:طائفة سبتة) adalah salah satu negara thaifah yang dibentuk setelah pecahnya Kekhalifahan Kordoba pada awal abad ke-11. Kota Ceuta (bahasa Arab: Sabta) dan Tangier merupakan bagian dari Thaifah Málaga Dinasti Hammudiyah sejak tahun 1026. Sejak tahun 1036 (427 H), thaifah ini diperintah atas nama Hammudiyah oleh Barghawata,[1] suku Berber yang beragama non-Islam.[2] Sesaat sebelum tahun 1061 (453 H), Barghawata, yang dipimpin oleh Saqqūt yang buta huruf,[3] mengambil alih kekuasaan dari Hammudiyah.[4] Mereka dapat mengerahkan pasukan besar yang terdiri dari 12.000 kavaleri, tetapi dikalahkan dan ditaklukkan oleh kekuatan Murabithun yang sedang bangkit pada tahun 1078–79.[2][5]

Referensi

  1. ↑ François Clément, Pouvoir et légitimité en Espagne musulmane à l'époque des taifas (Ve–XIe) (L'Harmattan, 1997), 236.
  2. 1 2 David Nicolle, El Cid and the Reconquista, 1050–1492 (Oxford: Osprey, 1988), 12–14.
  3. ↑ Clément, Pouvoir et légitimité, 100.
  4. ↑ Clifford Edmund Bosworth, The New Islamic Dynasties (New York: Columbia University, 1996), 14–16.
  5. ↑ Bernard F. Reilly, The Medieval Spains (Cambridge University, 1993), 103.

Pranala luar

Abad ke-11
Abad ke-12
Abad ke-13
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan