Minggu, 25 Oktober 2026
14:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Thagyamin

Thagyamin

Bagikan:
Artikel ini mengandung aksara Burma. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan aksara Burma.
250px-Thagyamin%2C_Kyauktan_Yay-Le_Pagoda.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Thagyamin di Pagoda Kyauktan Yay-Le.

Thagyamin (bahasa Burma:သိကြားမင်း, diucapkan [ðədʑámɪ́ɴ]; dari bahasa Sanskerta ၐကြ Śakra), yang dipandang sebagai Raja para Nat, diidentifikasikan dengan Dewa Sakka dan Dewa Hindu Indra. Ia biasanya digambarkan berada di atas gajah putih berkepala tiga, membawa kulit keong pada salah tangan, dan sapu ekor yak di tangan lainnya.[1] Thagyamin merupakan satu-satunya Nata di dalam panteon resmi yang tidak mengalami kematian yang mengenaskan.

Kultus

Raja para Nat

Menurut kepercayaan tradisional Buddhisme Myanmar, Thagyamin memimpin di alam keberadaan pada Nat (dewa) yang disebut Tāvatiṃsa (တာဝတိံသာ). Thagyamin ditunjuk sebagai pemimpin dalam panteon resmi para Nat oleh Raja Anawrahta di abad ke-11 Masehi, dalam usaha sang raja untuk mempersempit praktik animisme di dalam masyarakat dan menggabungkan praktik ini dengan agama Buddha aliran Theravāda.[2]

Menurut Daw Khin Myo Chit, penulis terpelajar Burma yang cukup dikenal, Thagyamin berperan penting dalam kehidupan penduduk Burma. a respected Burmese scholar and writer, Thagyamin may be mythical but he plays an important role in the lives of many Burmese. Namanya sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari, seperti "Thgayamin tahu bahwa diriku tidak berbohong", dan sebagainya.[3]

Festival Thingyan

Festival Thingyan, selain merupakan perayaan tahun baru Myanmar, juga untuk merayakan kedatangan Thagyamin ke dunia manusia untuk memberi berkahnya pada tahun yang baru. Setiap rumah menyambut kedatangannya dengan meletakkan bebungaan dan daun palem di pintu depan rumah.[4]

Para astrolog Myanmar menghitung kapan Thagyamin akan datang, hewan apa yang ia kendarai, warna apa yang akan ia kenakan untuk pakaiannya, dan alat apa yang akan ia bawa; semuanya dipercaya akan memengaruhi kejadian sepanjang tahun. Penjelasan tersebut dicetak dan tersebar luas di kalangan penduduk dengan nama Thingyan Sar atau "Surat Thingyan". Misalnya pada tahun 2004, Thagyamin mengunjungi kediaman manusia antara tanggal 13-16 April, mengenakan pakaian merah, dan mengendarai garuda sambil membawa timbangan dan sabit. Ia juga selalu membawa daun emas dan kulit anjing untuk mencatat nama-nama manusia, daun emas untuk nama-nama manusia yang baik dan kulit anjing untuk mencatat nama orang yang melakukan dosa.[3][5] Masyarakat Burma percaya bahwa jika ada petir menyambar-nyambar dan guntur selama Thingyan, hal tersebut disebabkan oleh Thagyamin untuk menghukum para pelaku kejahatan.[3]

Legenda

Pagoda Kyaiktiyo

Lihat pula: Pagoda Kyaiktiyo

Pagoda Kyaiktiyo dibangun oleh Raja Tissa sekitar abad ke-11 Masehi untuk menempatkan relik rambut Buddha Sakyamuni. Relik tersebut harus diletakkan di atas sebuah batu yang bentuknya menyerupai kepala manusia. Thagyamin membantu Raja Tissa menemukan batu yang sesuai dari dasar laut. Batu tersebut dibawa dengan kapal menuju ke lokasinya yang sekarang (lokasi Batu Emas), sementara kapal yang membawa konon berubah menjadi batu beberapa ratus meter dari lokasi pagoda.[4]

Kultur populer

  • Setiap bulan April, Thgyamin menjadi subjek populer bagi para kartunis Myanmar yang menggambarkannya akan menghukum orang-orang yang bertanggung jawab atas kenaikan harga bahan bakar minyak, kelangkaan listrik, dan sebagainya.[3]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Hla Tha Mein. "Thirty-Seven Nats". Yangonow. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-06-24. Diakses tanggal 2006-07-03.
  2. ↑ Brac de la Perriere, Benedicte. "The Spirit-possession Cult in the Burmese Religion" (PDF). dhammaweb.net. Diakses tanggal 2008-09-14.
  3. 1 2 3 4 "Thagyamin Is Watching You". The Irrawaddy 11(3). April 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-23. Diakses tanggal 23-11-2015.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 Insight Guides (2015). Insight Guide: Myanmar (Burma), Volume 20. Inggris: Apa Publications (UK) Limited. ISBN 9781780058849.
  5. ↑ "Thagya Min Is Coming To Town". Myanmar: Enchanting Myanmar 3(3). April-Juni 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-10. Diakses tanggal 23-11-2015.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Nat dan roh-roh dalam agama tradisional Burma
Panteon resmi
Nat Hindu
Nat lain
Nat keluarga Popa
Nat delta Sungai Irrawaddy
Nat keluarga Bago
Nat Sembilan Kota
  • Ko Myo Shin
  • Pale Yin (Amay Pale)
  • Hkuncho
  • Hkuntha
Nat Penguasa Kuda Putih
  • Yamma Myinbyushin
  • Kanni Myinbyushin
  • Shwepyay Myinbyushin
  • Shwesitthin Myinbyushin
Nat Lima Ibu
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan