Senin, 21 September 2026
03:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tes standar

Tes standar

Kaum muda-mudi di Polandia mengikuti ujian Matura. Matura distandardisasi sehingga universitas dapat dengan mudah membandingkan hasil dari mahasiswa di seluruh negeri.

Tes standar adalah tes yang diberikan dan dinilai secara konsisten atau standar. Tes standar dirancang sedemikian rupa sehingga pertanyaan dan interpretasinya konsisten dan diberikan serta dinilai dengan cara standar yang telah ditentukan sebelumnya.[1]

Tes standar adalah tes yang diselenggarakan dan dinilai secara seragam untuk semua peserta. Tes dapat disebut sebagai tes standar jika diberikan dengan cara yang sama kepada seluruh peserta dan dinilai dengan metode yang sama untuk setiap individu. Tes standar tidak harus berupa tes dengan konsekuensi tinggi, tes dengan batasan waktu, tes pilihan ganda, tes akademik, atau tes yang diberikan kepada sejumlah besar peserta. Tes standar dapat memiliki berbagai bentuk, termasuk tes tertulis, lisan, atau praktis. Tes ini dapat mengevaluasi berbagai bidang, seperti kemampuan mengemudi, kreativitas, atletisme, kepribadian, etika profesional, serta keterampilan akademik.

Kebalikan dari tes standar adalah tes non-standar, di mana peserta ujian diberikan tes yang berbeda secara signifikan satu sama lain, atau tes yang sama diberikan dalam kondisi yang sangat berbeda atau dinilai dengan cara yang berbeda.

Sebagian besar kuis dan tes yang diikuti siswa di sekolah memenuhi definisi tes standar: semua siswa dalam kelas mengerjakan tes yang sama, pada waktu yang sama, dalam kondisi yang sama, dan dinilai oleh guru dengan cara yang sama. Namun, istilah tes standar umumnya merujuk pada tes yang diberikan kepada kelompok yang lebih besar, seperti tes yang diikuti oleh semua orang dewasa yang ingin memperoleh lisensi untuk pekerjaan tertentu atau oleh semua siswa pada usia tertentu. Sebagian besar tes standar merupakan asesmen sumatif, yaitu asesmen yang mengukur pemahaman peserta didik di akhir suatu unit pembelajaran.

Oleh karena semua peserta menerima tes yang sama dan dinilai dengan sistem yang sama, tes standar sering dianggap lebih adil dibandingkan tes non-standar. Tes semacam ini juga kerap dipandang lebih objektif dibandingkan sistem di mana beberapa peserta mendapatkan tes yang lebih mudah sementara yang lain menghadapi tes yang lebih sulit. Tes standar dirancang untuk memungkinkan perbandingan hasil yang andal di antara semua peserta, karena setiap orang mengerjakan tes yang sama dan dinilai dengan cara yang sama.[2]

Referensi

  1. Popham, W.J. (1999). "Why standardized tests don't measure educational quality". Educational Leadership. 56 (6): 8–15.
  2. Phelps, Richard P. "Role & Importance of Testing". nonpartisaneducation.org. Diakses tanggal 2016-05-17.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan