Jumat, 25 September 2026
09:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Tarigan

salah satu marga induk Batak Karo

Artikel ini bukan mengenai Tarihoran. Keduanya merupakan marga yang berbeda.
Tarigan
Aksara Batak
Nama margaTarigan
Nama/penulisan alternatifTerigan
Kekerabatan
Rumpun marga
Turunan
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Karo
Daerah asalTaneh Karo

Tarigan (Surat Batak: ᯗᯒᯪᯎᯉ᯳) adalah salah satu dari lima marga induk Karo yang disebut sebagai Merga Silima.[1]

Kisah Rakyat mengenai Tarigan

Marga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung, yang kini berubah menjadi Danau Toba.[2] Mereka disebut sebagai bangsa Umang.[2] Pada suatu hari, istri manusia Umang Tarigan ini mengeluarkan banyak darah saat melahirkan.[2] Darah ini tiba-tiba menjadi kabut, dan kemudian jadilah sebuah danau.[2] Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua, Cingkes, dan Tungtung Batu.[2] Tiga orang keturunan marga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung Sigurda-gurda berkepala tujuh.[2] Untuk itu Tarigan, memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh burung Sigurda-gurda tersebut.[2]

Di bawah gadis itu digalilah lubang tempat sebagai benteng marga Tarigan.[2] Ketika burung Sigurda-gurda datang dan hendak menerkam anak gadis itu, maka Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menyumpit (eltep) kepala burung garuda itu.[2] Enam kepala kena sumpit, akan tetapi satu kepala tesembunyi di balik dahan kayu.[2] Salah seorang marga Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menusuk kepala itu dengan pisau.[2] Melalui kisah ini, marga Tarigan dikenal tangguh dan dapat mengalahkan musuh.[2]

Beberapa generasi setelah kejadian ini, tiga orang keturunan marga Tarigan ini diberi nama menurut keahliannya masing-masing, yakni:[3]

  • Tarigan Pertendong (ahli telepati).[3]
  • Pengeltep (ahli menyumpit).[3]
  • Pernangkih-nangkih (ahli panjat).[3]

Tarigan pengeltep kawin dengan beru Ginting Manik.[2] Diadakanlah pembagian wilayah antara penghulu Tongging dengan Tarigan Pengeltep.[2] Tarigan menyumpitkan eltepnya sampai ke Tongtong Batu.[2] Tarigan lalu pergi kesana, dan itulah sebabnya pendiri kampung (Simantek Kuta) di Sidikalang dan sekitarnya adalah Tarigan Gersang.[2] Tarigan Pertendong dan Tarigan Pernangkih-nangkih tinggal di Tongging dan keturunannya kemudian mejadi Tarigan Purba, Sibero, dan Cingkes, baik yang di Toba maupun yang di Simalungun.[2] Beberapa generasi kemudian berangkatlah dua orang marga Tarigan dari Tongtong Batu ke Juhar, yang kemudian di Juhar dikenal sebagai Tarigan Sibayak dan Tarigan Jambor Lateng.[2] Tarigan Sebayak mempunyai nama rurun Batu (laki-laki) dan Pagit (perempuan).[2] Sementara nama rurun Tarigan Jambor Lateng adalah Tarik (laki-laki) dan Lumbung (perempuan).[2] Kemudian datang pulalah Tarigan Rumah Jahe dengan nama rurun Kawas (laki-laki) dan Dombat (perempuan).[2]

Sub-marga Tarigan

Marga Tarigan terdiri dari beberapa sub-marga, yaitu:[4]

250px-IMG_6004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Desa Lingga asal marga Tarigan Sibero

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Tarigan, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ (Indonesia)Ginting, Malem Ukur. 2008. Adat Karo.Medan: Sirulo.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 (Indonesia)Bangun, Roberto. 1989. Mengenal orang Karo.Jakarta: Yayasan Pendidikan Bangun.
  3. 1 2 3 4 (Indonesia)Peranginangin, Marthin Luther. 2004. Orang Karo Di antaraOrang Batak.Jakarta: Pustaka Sora Mido.
  4. ↑ "Regina" (Sabtu, 19 April 2025). "Silsilah, Partuturan dan Tarombo Marga Tarigan". Ebatak | Ensiklopedia Batak. Diakses tanggal Senin, 1 September 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Indonesia)Ginting, Nalinta. 1984. Turi-turin Beru Rengga Kuning: Turi-turin Adat Budaya Karo.Deli Tua: Toko Buku Kobe.
  6. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia)Tarigan, Henry Guntur dan Jago Tarigan. 1979. Bahasa Karo.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wilayah tradisional
120px-Batak_Karo_House_at_Dokan_Village_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Museum_Pusaka_Karo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Kantor_Sinode_Moderamen_GBKP_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Museum_Karo_Lingga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Taman_Monumen_Aannemer_Batiren_Purba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem kekerabatan
Marga
Bahasa dan kesusastraan
Hidangan khas
Falsafah
Upacara adat
Seni dan budaya
Alat musik tradisional
Agama
Mitologi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan