Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Teorema apit" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (April 2010) |

Dalam kalkulus, teorema apit merupakan teorema yang melibatkan limit pada suatu fungsi yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama.[1] Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah.
Teorema apit sering digunakan pada bidang kalkulus dan analisis matematika untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan Archimedes dan Eudoksos untuk menghitung nilai π, yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh Carl Friedrich Gauss.
Pernyataan
Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut:[2][3]
Teorema —
Misalkan
I
{\displaystyle I}
adalah selang yang memuat titik
c
{\displaystyle c}
. Misalkan
f
{\displaystyle f}
,
g
{\displaystyle g}
, dan
h
{\displaystyle h}
adalah fungsi yang terdefinisi pada
I
∖
{
c
}
{\displaystyle I\setminus \left\{c\right\}}
, dengan
-
f
(
x
)
≤
g
(
x
)
≤
h
(
x
)
{\displaystyle f(x)\leq g(x)\leq h(x)}
untuk setiap
x
∈
I
∖
{
c
}
{\displaystyle x\in I\setminus \left\{c\right\}}
. Jika
lim
x
→
c
f
(
x
)
=
lim
x
→
c
h
(
x
)
=
L
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}f(x)=\lim _{x\,\to \,c}h(x)=L}
, maka
lim
x
→
c
g
(
x
)
=
L
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}g(x)=L}
- Fungsi
f
{\displaystyle f}
dan h {\displaystyle h}
(berturut-turut) disebut sebagai batas bawah dan atas dari fungsi g {\displaystyle g}
- Titik
x
=
c
{\displaystyle x=c}
tidak diharuskan berada pada interior dari I {\displaystyle I}
. Jika x = c {\displaystyle x=c}
adalah titik ujung dari I {\displaystyle I}
, maka limit di atas adalah limit kiri atau limit kanan.
- Pernyataan serupa juga berlaku untuk selang takhingga. Sebagai contoh, jika
I
=
(
0
,
∞
)
{\displaystyle I=\left(0,\,\infty \right)}
, maka teorema apit dapat digunakan dengan mengambil limit saat x {\displaystyle x}
mendekati ∞ {\displaystyle \infty }
Bukti
Supremum dan Infimum
Menurut hipotesis di atas, maka
-
f
(
x
)
≤
inf
g
(
x
)
{\displaystyle f(x)\leq \inf g(x)}
, dan
-
sup
g
(
x
)
≤
h
(
x
)
{\displaystyle \sup g(x)\leq h(x)}
Oleh karena
inf
g
(
x
)
≤
g
(
x
)
≤
sup
g
(
x
)
{\displaystyle \inf g(x)\leq g(x)\leq \sup g(x)}
, maka dengan mengambil limit saat
x
{\displaystyle x}
mendekati
c
{\displaystyle c}
, diperoleh rantai pertidaksamaan
-
lim
x
→
c
f
(
x
)
≤
lim inf
x
→
c
g
(
x
)
≤
lim
x
→
c
g
(
x
)
≤
lim sup
x
→
c
g
(
x
)
≤
lim
x
→
c
h
(
x
)
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}f(x)\leq \liminf _{x\,\to \,c}g(x)\leq \lim _{x\,\to \,c}g(x)\leq \limsup _{x\,\to \,c}g(x)\leq \lim _{x\,\to \,c}h(x)}
[butuh rujukan]
Perhatikan bahwa
lim
x
→
c
f
(
x
)
=
L
=
lim
x
→
c
h
(
x
)
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}f(x)=L=\lim _{x\,\to \,c}h(x)}
, sehingga rantai pertidaksamaan di atas menjadi rantai persamaan, maka dapat disimpulkan bahwa
lim
x
→
c
g
(
x
)
=
L
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}g(x)=L}
Definisi (ε, δ) dari limit
Diketahui
lim
x
→
c
f
(
x
)
=
L
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}f(x)=L}
dan
lim
x
→
c
h
(
x
)
=
L
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}h(x)=L}
. Jika diberikan suatu
ε
>
0
{\displaystyle \varepsilon >0}
, maka
-
(
∃
δ
1
>
0
)
(
0
≤
|
x
−
c
|
≤
δ
1
)
⟹
(
|
f
(
x
)
−
L
|
<
ε
)
{\displaystyle \left(\exists \delta _{1}>0\right)\left(0\leq \left|x-c\right|\leq \delta _{1}\right)\implies \left(\left|f(x)-L\right|<\varepsilon \right)}
-
(
∃
δ
2
>
0
)
(
0
≤
|
x
−
c
|
≤
δ
2
)
⟹
(
|
h
(
x
)
−
L
|
<
ε
)
{\displaystyle \left(\exists \delta _{2}>0\right)\left(0\leq \left|x-c\right|\leq \delta _{2}\right)\implies \left(\left|h(x)-L\right|<\varepsilon \right)}
Oleh karena pertidaksamaan
|
a
|
≤
b
{\displaystyle \left|a\right|\leq b}
ekuivalen dengan pertidaksamaan
−
b
≤
a
≤
b
{\displaystyle -b\leq a\leq b}
, dengan memilih
δ
=
min
{
δ
1
,
δ
2
}
{\displaystyle \delta =\min \left\{\delta _{1},\,\delta _{2}\right\}}
, maka diperoleh rantai pertidaksamaan
-
f
(
x
)
≤
g
(
x
)
≤
h
(
x
)
f
(
x
)
−
L
≤
g
(
x
)
−
L
≤
h
(
x
)
−
L
−
ε
≤
f
(
x
)
−
L
≤
g
(
x
)
−
L
≤
h
(
x
)
−
L
≤
ε
{\displaystyle {\begin{array}{rccccccl}&&f(x)&\leq &g(x)&\leq &h(x)&&\\&&f(x)-L&\leq &g(x)-L&\leq &h(x)-L&&\\-\varepsilon &\leq &f(x)-L&\leq &g(x)-L&\leq &h(x)-L&\leq &\varepsilon \end{array}}}
yang mengakibatkan
−
ε
≤
g
(
x
)
−
L
≤
ε
{\displaystyle -\varepsilon \leq g(x)-L\leq \varepsilon }
(atau menggunakan tanda mutlak,
|
g
(
x
)
−
L
|
≤
ε
{\displaystyle \left|g(x)-L\right|\leq \varepsilon }
). Sehingga, terbukti bahwa
lim
x
→
c
g
(
x
)
=
L
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,c}g(x)=L}
.[4] Q.E.D.
Teorema apit untuk barisan

Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan
⟨
P
n
⟩
{\displaystyle \langle P_{n}\rangle }
dan
⟨
R
n
⟩
{\displaystyle \langle R_{n}\rangle }
adalah barisan yang konvergen ke
L
{\displaystyle L}
dan
⟨
Q
n
⟩
{\displaystyle \langle Q_{n}\rangle }
adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan
k
∈
N
{\displaystyle k\in \mathbb {N} }
sedemikian sehingga berlaku
-
P
n
≤
Q
n
≤
R
n
{\displaystyle P_{n}\leq Q_{n}\leq R_{n}}
untuk setiap nilai
n
≥
k
{\displaystyle n\geq k}
, maka barisan
⟨
Q
n
⟩
{\displaystyle \langle Q_{n}\rangle }
juga konvergen ke
L
{\displaystyle L}
.[5][6]
Bukti
Pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan cara serupa seperti sebelumnya. Diketahui
⟨
P
n
⟩
{\displaystyle \langle P_{n}\rangle }
dan
⟨
R
n
⟩
{\displaystyle \langle R_{n}\rangle }
sama-sama konvergen ke
L
{\displaystyle L}
. Jika diberikan suatu
ε
>
0
{\displaystyle \varepsilon >0}
, maka
-
(
∃
k
1
∈
N
)
(
∀
n
≥
k
1
)
⟹
(
|
P
n
−
L
|
<
ε
)
{\displaystyle \left(\exists k_{1}\in \mathbb {N} \right)\left(\forall n\geq k_{1}\right)\implies \left(\left|P_{n}-L\right|<\varepsilon \right)}
-
(
∃
k
2
∈
N
)
(
∀
n
≥
k
2
)
⟹
(
|
R
n
−
L
|
<
ε
)
{\displaystyle \left(\exists k_{2}\in \mathbb {N} \right)\left(\forall n\geq k_{2}\right)\implies \left(\left|R_{n}-L\right|<\varepsilon \right)}
-
(
∃
k
3
∈
N
)
(
∀
n
≥
k
3
)
⟹
(
P
n
≤
Q
n
≤
R
n
)
{\displaystyle \left(\exists k_{3}\in \mathbb {N} \right)\left(\forall n\geq k_{3}\right)\implies \left(P_{n}\leq Q_{n}\leq R_{n}\right)}
Oleh karena pertidaksamaan
|
a
|
≤
b
{\displaystyle \left|a\right|\leq b}
ekuivalen dengan pertidaksamaan
−
b
≤
a
≤
b
{\displaystyle -b\leq a\leq b}
, dengan memilih
k
=
max
{
k
1
,
k
2
,
k
3
}
{\displaystyle k=\max \left\{k_{1},\,k_{2},\,k_{3}\right\}}
, maka diperoleh rantai pertidaksamaan
-
P
n
≤
Q
n
≤
R
n
P
n
−
L
≤
Q
n
−
L
≤
R
n
−
L
−
ε
≤
P
n
−
L
≤
Q
n
−
L
≤
R
n
−
L
≤
ε
{\displaystyle {\begin{array}{rccccccl}&&P_{n}&\leq &Q_{n}&\leq &R_{n}&&\\&&P_{n}-L&\leq &Q_{n}-L&\leq &R_{n}-L&&\\-\varepsilon &\leq &P_{n}-L&\leq &Q_{n}-L&\leq &R_{n}-L&\leq &\varepsilon \end{array}}}
yang mengakibatkan
−
ε
≤
Q
n
−
L
≤
ε
{\displaystyle -\varepsilon \leq Q_{n}-L\leq \varepsilon }
(atau menggunakan tanda mutlak,
|
Q
n
−
L
|
≤
ε
{\displaystyle \left|Q_{n}-L\right|\leq \varepsilon }
). Sehingga, terbukti bahwa barisan
⟨
Q
n
⟩
{\displaystyle \langle Q_{n}\rangle }
juga akan konvergen ke
L
{\displaystyle L}
.
Contoh masalah
Contoh pertama

Nilai limit dari
lim
x
→
0
x
2
sin
(
1
x
)
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}x^{2}\sin \left({\dfrac {1}{x}}\right)}
tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu
lim
x
→
a
(
f
(
x
)
⋅
g
(
x
)
)
=
(
lim
x
→
a
f
(
x
)
)
⋅
(
lim
x
→
a
g
(
x
)
)
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,a}\left(f(x)\cdot g(x)\right)=\left(\lim _{x\,\to \,a}f(x)\right)\cdot \left(\lim _{x\,\to \,a}g(x)\right)}
sebab nilai
lim
x
→
0
sin
(
1
x
)
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}\sin \left({\tfrac {1}{x}}\right)}
tidak ada. Akan tetapi, perhatikan bahwa berlaku pertidaksamaan
-
−
1
≤
sin
θ
≤
1
{\displaystyle -1\leq \sin \theta \leq 1}
untuk setiap bilangan riil
θ
{\displaystyle \theta }
. Dengan memilih
θ
=
1
x
{\displaystyle \theta ={\dfrac {1}{x}}}
, maka didapatkan rantai pertidaksamaan
-
−
1
≤
sin
(
1
x
)
≤
1
−
x
2
≤
x
2
sin
(
1
x
)
≤
x
2
lim
x
→
0
−
x
2
≤
lim
x
→
0
x
2
sin
(
1
x
)
≤
lim
x
→
0
x
2
0
≤
lim
x
→
0
x
2
sin
(
1
x
)
≤
0
{\displaystyle {\begin{array}{rcccl}-1&\leq &\sin \left({\tfrac {1}{x}}\right)&\leq &1\\-x^{2}&\leq &x^{2}\sin \left({\tfrac {1}{x}}\right)&\leq &x^{2}\\{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}-x^{2}}&\leq &{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}x^{2}\sin \left({\tfrac {1}{x}}\right)}&\leq &{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}x^{2}}\\0&\leq &{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}x^{2}\sin \left({\tfrac {1}{x}}\right)}&\leq &0\\\end{array}}}
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa
lim
x
→
0
x
2
sin
(
1
x
)
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}x^{2}\sin \left({\tfrac {1}{x}}\right)}
Rincian penjelasan |
|---|
|
Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas pertidaksamaannya dengan
x
2
{\displaystyle x^{2}}
Oleh karena
lim
x
→
0
−
x
2
=
0
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}-x^{2}=0}
|
Contoh kedua

lim x → 0 sin x x = 1 dan lim x → 0 1 − cos x x = 0 {\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}{\frac {\sin x}{x}}=1\qquad {\text{dan}}\qquad \lim _{x\,\to \,0}{\frac {1-\cos x}{x}}=0}
Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai
lim
x
→
0
sin
x
x
=
1
dan
lim
x
→
0
1
−
cos
x
x
=
0
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}{\frac {\sin x}{x}}=1\qquad {\text{dan}}\qquad \lim _{x\,\to \,0}{\frac {1-\cos x}{x}}=0}
Untuk membuktikan hasil pertama, dapat dengan mudah terlihat (dengan menggunakan ilustrasi geometris di bagian kanan) bahwa[butuh rujukan]
Luas segitiga
A
D
B
≤
Luas juring
A
D
B
≤
Luas segitiga
A
D
F
{\displaystyle {\text{Luas segitiga }}ADB\,\leq \,{\text{Luas juring }}ADB\,\leq \,{\text{Luas segitiga }}ADF}
sehingga diperoleh rantai pertidaksamaan
1
2
⋅
a
A
D
B
⋅
t
A
D
B
≤
k
⋅
π
r
2
≤
1
2
⋅
a
A
D
F
⋅
t
A
D
F
1
2
⋅
1
⋅
sin
x
≤
x
2
π
⋅
π
(
1
)
2
≤
1
2
⋅
1
⋅
tan
x
sin
x
≤
x
≤
sin
x
cos
x
1
≤
x
sin
x
≤
1
cos
x
1
(
1
)
≥
1
(
x
sin
x
)
≥
1
(
1
cos
x
)
1
≥
sin
x
x
≥
cos
x
{\displaystyle {\begin{array}{rcccl}{\frac {1}{2}}\cdot a_{ADB}\cdot t_{ADB}&\leq &k\cdot \pi r^{2}&\leq &{\frac {1}{2}}\cdot a_{ADF}\cdot t_{ADF}\\[4pt]{\frac {1}{2}}\cdot 1\cdot \sin x&\leq &{\frac {x}{2\pi }}\cdot \pi (1)^{2}&\leq &{\frac {1}{2}}\cdot 1\cdot \tan x\\[4pt]\sin x&\leq &x&\leq &{\frac {\sin x}{\cos x}}\\[4pt]1&\leq &{\frac {x}{\sin x}}&\leq &{\frac {1}{\cos x}}\\[4pt]{\frac {1}{(1)}}&\geq &{\frac {1}{\left({\tfrac {x}{\sin x}}\right)}}&\geq &{\frac {1}{\left({\tfrac {1}{\cos x}}\right)}}\\[4pt]1&\geq &{\frac {\sin x}{x}}&\geq &\cos x\end{array}}}
untuk nilai
x
{\displaystyle x}
yang cukup dekat dengan
0
{\displaystyle 0}
. Oleh karena fungsi kosinus
(
cos
x
)
{\displaystyle \left(\cos x\right)}
dan fungsi sinc
(
sin
x
x
)
{\displaystyle \left({\frac {\sin x}{x}}\right)}
sama-sama merupakan fungsi genap, maka pertidaksamaan di atas juga berlaku untuk nilai
x
{\displaystyle x}
negatif. Dengan mengambil nilai limit saat
x
{\displaystyle x}
mendekati
0
{\displaystyle 0}
, maka didapatkan
lim
x
→
0
sin
x
x
=
1
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}{\frac {\sin x}{x}}=1}
Untuk membuktikan hasil kedua, dengan menggunakan ilustrasi yang sama, perhatikan bahwa
AB
¯
{\displaystyle {\overline {\text{AB}}}}
dan
AD
¯
{\displaystyle {\overline {\text{AD}}}}
sama-sama merupakan jari-jari lingkaran, sehingga segitiga
ABD
{\displaystyle {\text{ABD}}}
merupakan segitiga sama kaki. Oleh karena
∠
B
A
D
=
x
{\displaystyle \angle BAD=x}
, maka didapatkan
∠
A
D
B
=
1
2
(
360
∘
−
x
)
{\displaystyle \angle ADB={\frac {1}{2}}(360^{\circ }-x)}
. Akibatnya,
-
∠
E
B
D
=
x
2
{\displaystyle \angle EBD={\frac {x}{2}}}
Sehingga,
-
0
≤
DB
¯
≤
D
B
⌢
0
≤
DB
¯
≤
x
0
≤
1
x
≤
1
(
DB
¯
)
0
≤
(
DE
¯
)
x
≤
(
DE
¯
)
(
DB
¯
)
0
≤
1
−
cos
x
x
≤
sin
(
x
2
)
{\displaystyle {\begin{array}{rcccl}0&\leq &{\overline {\text{DB}}}&\leq &{\overset {\frown }{DB}}\\0&\leq &{\overline {\text{DB}}}&\leq &x\\0&\leq &{\dfrac {1}{x}}&\leq &{\dfrac {1}{({\overline {\text{DB}}})}}\\0&\leq &{\dfrac {({\overline {\text{DE}}})}{x}}&\leq &{\dfrac {({\overline {\text{DE}}})}{({\overline {\text{DB}}})}}\\0&\leq &{\dfrac {1\,-\,\cos x}{x}}&\leq &\sin \left({\frac {x}{2}}\right)\\\end{array}}}
untuk nilai
x
{\displaystyle x}
positif yang cukup dekat dengan
0
{\displaystyle 0}
. Oleh karena fungsi
1
−
cos
x
x
{\displaystyle {\frac {1\,-\,\cos x}{x}}}
dan fungsi sinus
sin
(
x
2
)
{\displaystyle \sin \left({\tfrac {x}{2}}\right)}
sama-sama merupakan fungsi ganjil, maka pertidaksamaan di atas akan menjadi
-
sin
(
x
2
)
≤
1
−
cos
x
x
≤
0
{\displaystyle \sin \left({\tfrac {x}{2}}\right)\leq {\frac {1\,-\,\cos x}{x}}\leq 0}
yang berlaku untuk nilai
x
{\displaystyle x}
negatif yang cukup dekat dengan
0
{\displaystyle 0}
. Dengan mengambil nilai limit saat
x
{\displaystyle x}
mendekati
0
{\displaystyle 0}
dari kiri dan dari kanan, maka didapatkan
lim
x
→
0
1
−
cos
x
x
=
0
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}{\frac {1-\cos x}{x}}=0}
Pembuktian alternatif |
|---|
|
Dengan menggunakan identitas Pythagoras beserta informasi
lim
x
→
0
sin
x
x
=
1
{\displaystyle \lim _{x\,\to \,0}{\frac {\sin x}{x}}=1}
|
Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus.
Contoh ketiga
Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan
d
d
θ
tan
θ
=
sec
2
θ
{\displaystyle {\frac {\text{d}}{{\text{d}}\theta }}\tan \theta =\sec ^{2}\theta }

Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan :
- Konstruksikan lingkaran satuan yang berpusat pada titik asal beserta garis
x
=
1
{\displaystyle x=1}
dan garis y = ( tan θ ) x {\displaystyle y=\left(\tan \theta \right)x}
, untuk suatu parameter θ {\displaystyle \theta }
.
- Dengan bantuan identitas Pythagoras, maka diperoleh jarak titik
(
0
,
0
)
{\displaystyle (0,\,0)}
dengan titik ( 1 , tan θ ) {\displaystyle (1,\,\tan \theta )}
adalah sec θ {\displaystyle \sec \theta }
.
- Dengan bantuan identitas Pythagoras, maka diperoleh jarak titik
(
0
,
0
)
{\displaystyle (0,\,0)}
- Kemudian, dikonstruksikan lingkaran berjari-jari
sec
θ
{\displaystyle \sec \theta }
dengan pusat yang sama.
- Lakukan hal serupa untuk sudut
θ
+
Δ
θ
{\displaystyle \theta +\Delta \theta }
Perhatikan juring lingkaran yang berjari-jari
sec
θ
{\displaystyle \sec \theta }
. Saat
Δ
θ
{\displaystyle \Delta \theta }
mendekati
0
{\displaystyle 0}
, bagian busur lingkaran nya akan mendekati garis lurus, sehingga luas juringnya dapat didekati dengan bangun segitiga. Jika panjang busurnya (yaitu
sec
θ
⋅
Δ
θ
{\displaystyle \sec \theta \cdot \Delta \theta }
) dijadikan sebagai alas segitiga, maka tinggi segitiganya adalah jari-jari lingkaran (yaitu
sec
θ
{\displaystyle \sec \theta }
), sehingga diperoleh
L
1
=
1
2
sec
2
θ
Δ
θ
{\displaystyle L_{1}={\frac {1}{2}}\sec ^{2}\theta \,\Delta \theta }
Sekarang perhatikan juring lingkaran yang berjari-jari
sec
θ
+
Δ
θ
{\displaystyle \sec \theta +\Delta \theta }
. Dengan argumentasi serupa, maka dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa luas juringnya (yang dinotasikan dengan
L
2
{\displaystyle L_{2}}
) adalah
L
2
=
1
2
sec
2
(
θ
+
Δ
θ
)
Δ
θ
{\displaystyle L_{2}={\frac {1}{2}}\sec ^{2}(\theta +\Delta \theta )\,\Delta \theta }
Bangun yang akan dihimpit oleh
L
1
{\displaystyle L_{1}}
dan
L
2
{\displaystyle L_{2}}
adalah segitiga yang memiliki titik sudut pada koordinat
(
0
,
0
)
,
(
1
,
tan
θ
)
{\displaystyle (0,\,0),\,(1,\,\tan \theta )}
, dan
(
1
,
tan
(
θ
+
Δ
θ
)
)
{\displaystyle (1,\,\tan(\theta +\Delta \theta ))}
. Jika tinggi segitiganya adalah
1
{\displaystyle 1}
satuan, maka panjang alasnya adalah
tan
(
θ
+
Δ
θ
)
−
tan
θ
{\displaystyle \tan(\theta +\Delta \theta )-\tan \theta }
, sehingga luas segitiganya ialah
L
=
1
2
(
tan
(
θ
+
Δ
θ
)
−
tan
θ
)
{\displaystyle L={\frac {1}{2}}\left(\tan(\theta +\Delta \theta )-\tan \theta \right)}
Akibatnya, diperoleh rantai pertidaksamaan
L
1
≤
L
≤
L
2
1
2
sec
2
θ
Δ
θ
≤
1
2
(
tan
(
θ
+
Δ
θ
)
−
tan
θ
)
≤
1
2
sec
2
(
θ
+
Δ
θ
)
Δ
θ
sec
2
θ
≤
tan
(
θ
+
Δ
θ
)
−
tan
θ
Δ
θ
≤
sec
2
(
θ
+
Δ
θ
)
{\displaystyle {\begin{array}{rcccl}L_{1}&\leq &L&\leq &L_{2}\\{\frac {1}{2}}\sec ^{2}\theta \,\Delta \theta &\leq &{\frac {1}{2}}\left(\tan(\theta +\Delta \theta )-\tan \theta \right)&\leq &{\frac {1}{2}}\sec ^{2}(\theta +\Delta \theta )\,\Delta \theta \\\sec ^{2}\theta &\leq &{\dfrac {\tan(\theta +\Delta \theta )-\tan \theta }{\Delta \theta }}&\leq &\sec ^{2}(\theta +\Delta \theta )\end{array}}}
dengan asumsi bahwa
Δ
θ
>
0
{\displaystyle \Delta \theta >0}
. Apabila
Δ
θ
<
0
{\displaystyle \Delta \theta <0}
, maka didapatkan
sec
2
(
θ
+
Δ
θ
)
≤
tan
θ
−
tan
(
θ
+
Δ
θ
)
Δ
θ
≤
sec
2
θ
{\displaystyle \sec ^{2}(\theta +\Delta \theta )\leq {\frac {\tan \theta -\tan(\theta +\Delta \theta )}{\Delta \theta }}\leq \sec ^{2}\theta }
Pada kedua kasus di atas, ekspresi pertama dan ketiga sama-sama mendekati
sec
2
θ
{\displaystyle \sec ^{2}\theta }
saat
Δ
θ
{\displaystyle \Delta \theta }
mendekati
0
{\displaystyle 0}
, sedangkan ekspresi di tengah akan mendekati
d
d
θ
tan
θ
{\displaystyle {\tfrac {\text{d}}{{\text{d}}\theta }}\tan \theta }
saat
Δ
θ
{\displaystyle \Delta \theta }
mendekati
0
{\displaystyle 0}
, sehingga terbukti bahwa nilai
d
d
θ
tan
θ
=
sec
2
θ
{\displaystyle {\tfrac {\text{d}}{{\text{d}}\theta }}\tan \theta =\sec ^{2}\theta }
menggunakan teorema apit.
Contoh keempat
Teorema apit masih dapat digunakan pada kalkulus multivariabel, namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja.[7] Misalnya, nilai
lim
(
x
,
y
)
→
(
0
,
0
)
x
2
y
x
2
+
y
2
{\displaystyle \lim _{(x,\,y)\,\to \,(0,\,0)}{\frac {x^{2}y}{x^{2}+y^{2}}}}
terbatas ke atas oleh fungsi
f
(
x
,
y
)
=
|
y
|
{\displaystyle f(x,\,y)=|y|}
dan terbatas ke bawah oleh fungsi
f
(
x
,
y
)
=
−
|
y
|
{\displaystyle f(x,\,y)=-|y|}
untuk setiap titik pada persekitaran
(
0
,
0
)
{\displaystyle (0,\,0)}
.
Penjelasan |
|---|
|
Perhatikan bahwa
y
2
≥
0
{\displaystyle y^{2}\geq 0}
Dengan menggunakan pertidaksamaan
−
|
y
|
≤
y
≤
|
y
|
{\displaystyle -|y|\leq y\leq |y|}
|
Oleh karena
lim
(
x
,
y
)
→
(
0
,
0
)
−
|
y
|
=
0
{\displaystyle \lim _{(x,\,y)\,\to \,(0,\,0)}-|y|=0}
dan
lim
(
x
,
y
)
→
(
0
,
0
)
|
y
|
=
0
{\displaystyle \lim _{(x,\,y)\,\to \,(0,\,0)}|y|=0}
, maka menurut teorema apit,
lim
(
x
,
y
)
→
(
0
,
0
)
x
2
y
x
2
+
y
2
=
0
{\displaystyle \lim _{(x,\,y)\,\to \,(0,\,0)}{\frac {x^{2}y}{x^{2}+y^{2}}}=0}
Referensi
- ↑ "World Web Math: The Squeeze Theorem" [World Web Math: Teorema Apit]. web.mit.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-07.
- ↑ "Teorema Apit Limit Fungsi Satu Peubah – Kalkulus dan Aplikasinya" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-12-08.
- ↑ Sohrab, Houshang H. (2003). Basic Real Analysis [Analisis Riil Dasar] (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). Birkhäuser. hlm. 104. ISBN 978-1-4939-1840-9.
- ↑ Varberg, Dale; Purcell, Edward; Rigdon, Steve (2006). Calculus [Kalkulus] (dalam bahasa Inggris) (Edisi 9th). Pearson. hlm. 72. ISBN 978-0-1314-2924-6.
- ↑ Johnsonbaugh, Richard; Pfaffenberger, W. E. (2012-09-11). Foundations of Mathematical Analysis [Pondasi Analisis Matematis] (dalam bahasa Inggris). Courier Corporation. ISBN 978-0-486-13477-2.
{{cite book}}:|lang=and|language=ditentukan lebih dari satu kali - ↑ Rossi, Richard J. (2011-10-05). Theorems, Corollaries, Lemmas, and Methods of Proof [Teorema, Akibat, Lemma, dan Metode Pembuktian] (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. ISBN 978-1-118-03057-8.
{{cite book}}:|lang=and|language=ditentukan lebih dari satu kali - ↑ Stewart, James (2008). "Chapter 15.2 Limits and Continuity". Multivariable Calculus [Kalkulus Multivariabel] (dalam bahasa Inggris) (Edisi 6th). hlm. 909–910. ISBN 978-0495011637.
Pranala luar
- (Inggris) (Inggris)Weisstein, Eric W. "Squeezing Theorem". MathWorld.
- (Inggris) Teorema Apit by Bruce Atwood (Beloit College) after work by, Selwyn Hollis (Armstrong Atlantic State University), the Wolfram Demonstrations Project.
- (Inggris) Teorema Apit pada ProofWiki.