Minggu, 11 Oktober 2026
04:08 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Tartaria

Tartaria

Kerajaan kuno yang dipercayai hidup di eropa timur Beberapa pihak percaya bahwa Tartaria adalah sebuah peradaban yang megah dan memiliki kekuatan serta teknologi yang maju, bahkan ada yang menyatakan bahwa bangsa raksasa pernah ada di sana

Bagikan:
250px-1806_Cary_Map_of_Tartary_or_Central_Asia_-_Geographicus_-_Tartary-cary-1806.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tartaria adalah istilah yang digunakan untuk mengacu pada kerajaan kuno yang diyakini pernah ada di Eropa Timur.[1] Tartaria berbatasan dengan Siberia di utara dan barat, yang disebut Tartarus Agung. Orang Tartar yang tinggal di selatan Moskow dan Siberia disebut Astrakhan, Cherkask, dan Dagestan, yang tinggal di Laut Kaspia barat laut disebut Tatar Kalmyk dan menempati wilayah antara Siberia dan Laut Kaspia; Tatar dan Mongol Uzbekistan, yang tinggal di utara Persia dan India, dan akhirnya orang Tibet, yang tinggal di Tiongkok barat laut.[2]

Etimologi

Istilah "Tartaria" berasal dari nama etnik Tatar dan menjadi populer di Eropa setelah penaklukan Jenghis Khan dan pasukannya. Namun, huruf "r" kedua muncul karena kontaminasi dengan kata "Tartar", yang berarti "Negeri Dunia Bawah" dalam mitologi Yunani. Pada abad ke-12 hingga ke-13, kata “Tartar” (bukan Tatar) yang 'diciptakan', digunakan untuk menunjukkan Tatar, Mongol dan hampir semua orang dari bagian Timur dari dunia antara Laut Kaspia dan Samudra Pasifik.

Istilah "Tartaria" mulai sangat sering digunakan untuk menunjukkan Rusia pada abad ke-15 hingga ke-16 . Misalnya, pada peta Waldseemüller, salah satu peta pertama dengan garis bujur dan garis lintang yang tepat, dan peta cetak dunia pertama yang menggunakan nama "Amerika", bagian dari wilayah Rusia diberi label "Tartaria". Istilah "Tartaria" digunakan sampai abad ke-19, ketika negara-negara berdaulat dan nama-nama mereka mengambil tempat di peta geografis nyata yang disusun secara ilmiah.[3]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan