Jumat, 25 September 2026
03:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Tunjungan Plaza

Tunjungan Plaza

pusat perbelanjaan di Indonesia

Shopping mall in Jawa Timur, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Shopping mall in Jawa Timur, Indonesia
Tunjungan Plaza
Tunjungan Plaza logo
250px-Surabaya-tunjungan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak Tunjungan Plaza di dalam mall
osm-intl,14,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Tunjungan_Plaza&revid=29890582&groups=_ce199f984f42d9207fced70bd0e647442a33abc9&parser=parsoid
LokasiJawa Timur, Indonesia
Koordinat7°15′46″S 112°44′21″E / 7.2628°S 112.7392°E / -7.2628; 112.7392
AlamatJl. Jenderal Basuki Rachmat No.8-12, Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya 60261 (TP 1-3)
Jl. Embong Malang No.1-21 & 32-36
Kedungdoro, Tegalsari
Surabaya 60261 (TP 4-6)
Dibuka15 Desember 1986;39 tahun lalu (1986-12-15)
PengembangPT. Pakuwon Jati Tbk
Kadi International (TP 1)
Jaya Konstruksi (TP 2)
Total Bangun Persada (TP 3, Condominium Regency)
PT PP (TP 4-6)
ManajemenPakuwon Permai
PemilikPakuwon Group
ArsitekParama Loka Consultant (TP 1)
Team 4 Architects (TP 2)
Ketira Engineering Consultants (TP 2 struktur)
Pakuwon Jati Design Studios (TP 3)
Aedas (TP 4-5)
Blue Antz (TP 4-6)
DP Architects (TP 6)
Jumlah tokoLebih dari 500 toko dan tenant
Jumlah toko induk21 toko besar
Luas lantai150.000 m2 (mall)
253.187 m2 (keseluruhan)
Jumlah lantai7 (TP 1), 15 (TP 2), 9 (TP 3-4), 52 (TP 5 dan 6) + 1 lantai bawah tanah 
Transportasi umum
Situs webwww.tunjunganplaza.com

Tunjungan Plaza (atau biasa disingkat TP) adalah sebuah pusat perbelanjaan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Didirikan pada 15 Februari 1986, pusat perbelanjaan ini berada di kawasan serbaguna Tunjungan City yang terletak di sudut barat daya persimpangan Jalan Tunjungan, Jalan Basuki Rachmat, dan Jalan Embong Malang. Dengan luas mencapai 15 hektare, Tunjungan Plaza adalah mal terbesar kedua di Indonesia, setelah Pakuwon Mall Surabaya. TP dibagi menjadi 6 gedung berbeda yang saling menyatu dan dibangun secara bertahap selama kurun waktu hampir 40 tahun. Selain mall, TP juga mencakup dua hotel, tiga apartemen, dan tiga menara perkantoran.[1]

Tunjungan Plaza dimiliki dan dikembangkan oleh Pakuwon Jati, perusahaan properti asal Surabaya.[2] Kawasan serbaguna ini adalah yang pertama yang mereka rintis sekaligus kawasan serbaguna ketiga yang hadir di Indonesia, menyusul Ratu Plaza dan Gajah Mada Plaza.[3]

Sejarah

Proyek mal di Jalan Tunjungan sudah mulai dirancang oleh Pakuwon Jati sejak mereka pertama kali didirikan pada tahun 1982 oleh Alexander Tedja. Tahap pertama Tunjungan Plaza yang kelak dikenal dengan nama Tunjungan Plaza I mulai dibangun antara bulan November 1984 dan Mei 1986, dengan pemborongnya yaitu Kadi International mengikuti rancangan arsitektur dari Parama Loka Consultant. TP I terdiri atas 7 lantai dengan luas lahan ritel sebesar 25.000 m2 dan kapasitas parkir sebanyak 560 kendaraan. Salah satu keunikan TP I yang tidak ditemukan di saudara-saudaranya adalah bentuk lantai yang melandai mengitari atrium dari lantai terbawah, LG, hingga lantai teratas, 5, suatu konsep yang juga digunakan oleh Pakuwon Jati untuk mal kedua mereka, Plaza Blok M. Biaya investasi yang digelontorkan untuk membangun mal ini adalah Rp30 miliar. TP memulai operasional dalam acara praresmi pada tanggal 7 Mei 1986 yang dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Poernomo Kasidi, sementara peresmian baru dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Wahono pada tanggal 15 Desember 1986.[4]

Per bulan Agustus 1989, dikabarkan bahwa TP I sudah ludes diisi penyewa, sehingga Pakuwon Jati memutuskan untuk memperluas mal dengan membangun Tunjungan Plaza II di sebelah utara TP I. Mereka menekan kerja sama dengan Bank Bumi Daya (sekarang Bank Mandiri) untuk menempati lahan perkantoran 10 lantai di atas perluasan tersebut. TP II diperkenalkan di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada bulan Agustus 1989. Dengan nilai investasi sebesar Rp42 miliar yang didanai melalui penjualam saham Pakuwon Jati, TP II mulai dibangun pada bulan Juli 1990 oleh pemborong Jaya Konstruksi menurut rancangan arsitektur karya Team 4 Architects dan Ketira Engineering Consultants, dan selesai secara keseluruhan pada bulan Desember 1991, meskipun mal sudah memulai operasional sejak tanggal 28 Agustus 1991. Mal ini menambahkan lahan ritel sebesar 21.595 m2 dalam kompleks TP, beserta 10.175 m2 luas lantai untuk perkantoran dan parkiran untuk 320 mobil.[4]

Tahap ketiga superblok ini, Tujungan Plaza III, mulai dibangun pada tahun 1993 dan selesai tiga tahun kemudian. Selain mal, TP III terdiri atas hotel berbintang 5 dan apartemen. Pakuwon Jati awalnya hendak membangun dua hotel dalam tahap ini, tetapi rencananya berubah menjadi hotel dan apartemen. Mereka menekan perjanjian lisensi dengan Sheraton untuk membuka hotel tersebut sebagai Sheraton Surabaya Hotel & Towers. Dibangun dengan biaya investasi Rp175 miliar, Sheraton Surabaya Hotel & Towers diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave pada tanggal 5 Januari 1996. Dirancang oleh Pakuwon Jati Design Group, hotel ini terdiri atas 28 lantai dengan kapasitas 358 kamar. Sementara itu, apartemen Condominium Regency juga dirancang oleh Pakuwon Jati Design Group dan dibangun oleh Total Bangun Persada antara tahun 1994 dan 1996. Apartemen ini memiliki 24 lantai berkapasitas 111 unit dan menyatu dengan lahan ritel TP III. Untuk lahan ritel TP III sendiri seluas 28.300 m2. Saat pembangunan TP III, Pakuwon Jati sempat mengganti nama superblok ini menjadi Plaza Tunjungan, nama yang digunakan hingga renovasi TP I dan II yang diadakan pada tahun 2006.[4]

Pada tanggal 19 Desember 1996, Pakuwon Jati mulai membangun perluasan keempat TP, yakni Tunjungan Plaza IV, dalam acara pemancangan tiang pertama yang dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Soenarto Soemoprawiro. Sempat mangkrak akibat krisis finansial Asia 1997, proyek ini selesai pada tahun 2001 dan resmi dibuka pada tanggal 11 November 2001 oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo. Dengan luas lahan ritel sebesar 45.000 m2, mal ini memperluas kompleks TP hingga ke Jalan Embong Malang, sehingga mal ini sekarang memiliki 2 alamat berbeda.[4] Salah satu daya tarik TP IV adalah hadirnya Sogo, toko serba ada asal Jepang yang menempati keseluruhan lantai ritel. Sogo di TP IV adalah cabang keempat mereka di Indonesia dan yang pertama di luar Jakarta.[5]

Setelah 10 tahun, Pakuwon Jati memutuskan untuk memperluas TP untuk yang kelima kalinya pada tahun 2012, dengan dimulainya pembangunan Tunjungan Plaza V di sebelah timur TP IV. Didirikan oleh PT PP melalui rancangan arsitektur karya Aedas dan Blue Antz, TP V juga dilengkapi oleh gedung perkantoran Pakuwon Center berlantai 12 dan apartemen The Peak Residence berlantai 27 lantai dan berkapasitas 272 unit. Dengan tinggi 201 meter, TP V saat ini masih memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di Surabaya. TP V menambahkan lantai ritel sebesar 19.600 m2, sehingga menjadikan TP sebagai mal terbesar ketiga di Indonesia, setelah Summarecon Mall Kelapa Gading dan Grand Indonesia. Bersamaan dengan perluasan TP V, Pakuwon Jati memperluas TP IV dengan membangun sebuah hotel berbintang 4, Four Points by Sheraton Surabaya Tunjungan Plaza, berkapasitas 293 kamar. Hotel ini berada dalam satu manajemen dengan Sheraton Surabaya, Starwood (sekarang Marriott International).[6]

Perluasan keenam, dan untuk saat ini terakhir, TP adalah Tunjungan Plaza VI. Pakuwon Jati kembali menggandeng PT PP untuk menggarap gedung yang dirancang oleh DP Architects dan Blue Antz tersebut. Berada di sebelah barat TP IV, TP VI diresmikan pada tanggal 23 September 2017 dan memperluas lahan ritel TP sebesar 25.700 m2, alhasil mengalahkan Summarecon Mall Kelapa Gading sebagai mal terbesar kedua di Indonesia, setelah Pakuwon Mall Surabaya yang juga dimiliki oleh Pakuwon Jati. Selain mal, TP VI juga terdiri atas gedung perkantoran Pakuwon Tower berlantai 39 dan apartemen One Icon Residence berlantai 51 dan berkapasitas 450 unit.[6]

Penyewa

Tunjungan Plaza menghadirkan lebih dari 500 penyewa di berbagai bidang. Penyewa terbesar mal ini adalah Sogo yang menempati 6 lantai TP IV (Lantai LG hingga 5), disusul oleh Matahari Department Store yang menempati 5 lantai TP I dan III (Lantai UG hingga 4). Selain itu, penyewa-penyewa kunci lain termasuk Azko di Lantai LG TP I, Hero Supermarket, Oh!Some, dan Uniqlo di Lantai LG TP III, H&M di Lantai 1 TP IV, Marks & Spencer di Lantai 1 TP V, Zara di Lantai 1 dan 2 TP III, Foot Locker di Lantai 2 TP IV, Dekoruma di Lantai 3 TP V, Informa di Lantai 3 TP VI dan Lantai 4 TP I, Gramedia di Lantai 4 TP I, Playtopia di Lantai 4 TP V, Amazing Zone dan Kidzoona di Lantai 4 TP VI, dan Funworld di Lantai 5 TP III.[7] Saat ini, Tunjungan Plaza merupakan satu-satunya mal di Indonesia yang memiliki tiga bioskop berbeda, semuanya dikelola oleh Cineplex 21 Group.[a] Bioskop pertama, Tunjungan Plaza XXI, terletak di Lantai 5 TP I dan terdiri atas 4 teater dengan kapasitas 725 kursi. Bioskop kedua, Tunjungan 3 XXI (sebelumnya Tunjungan 21), terletak di Lantai 5 TP III dan terdiri atas 4 teater dengan kapasitas 884 kursi. Bioskop ketiga, Tunjungan 5 XXI, menempati Lantai 10 gedung perkantoran Pakuwon Center dan terdiri atas 3 teater reguler, 2 teater naratama The Premiere, dan 1 teater IMAX dengan kapasitas 956 kursi.[9] Lantai 5 mayoritas ditempati oleh penyewa-penyewa restoran, termasuk pujasera Pasarame yang terletak di TP VI.[10] Selain itu, superblok ini juga menghadirkan ruang pertemuan Tunjungan Plaza Convention Hall di Lantai 6 TP III dan Chameleon Hall di Lantai 5 TP VI.[11]

Insiden

  • Pada tanggal 8 Maret 2021, salah satu pengunjung mal tewas terjatuh dari Lantai 2, seorang penjaga stand ikut tertimpa tubuh korban dari insiden jatuh, 2 orang luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo.[12]
  • Pada tanggal 13 April 2022, kebakaran terjadi di Tunjungan Plaza V karena korsleting listrik. Api dapat dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam sebelum dapat menyebar ke gedung-gedung tetangga, dan dipastikan tidak ada korban jiwa. Video kebakaran dari pandangan luar muncul dan menyebar di sekitar pengguna media sosial Indonesia. Setelah kejadian tersebut, Tunjungan Plaza tetap buka, tetapi TP V ditutup sementara untuk perbaikan dan penyelidikan.[13]
  • Pada tanggal 27 Juni 2025, seorang pria melakukan bunuh diri di Tunjungan Plaza IV, pengujung tersebut terjun dari Lantai 4 ke Lantai UG hingga tewas.[14][15]

Galeri

  • Logo Plaza Tunjungan setelah pembukaan Plaza Tunjungan 3 dari tahun 1996 hingga 2006
    Logo Plaza Tunjungan setelah pembukaan Plaza Tunjungan 3 dari tahun 1996 hingga 2006
  • Logo Tunjungan Plaza selama renovasi Tunjungan Plaza 1 & 2 dari tahun 2006 hingga 2008
    Logo Tunjungan Plaza selama renovasi Tunjungan Plaza 1 & 2 dari tahun 2006 hingga 2008
  • Bangunan Tunjungan Plaza 4 sebelum direnovasi (foto diambil pada tahun 2012)
    Bangunan Tunjungan Plaza 4 sebelum direnovasi (foto diambil pada tahun 2012)

Catatan kaki

  1. ↑ Summarecon Mall Kelapa Gading pernah memiliki tiga bioskop yang juga dikelola oleh Cineplex 21, tetapi saat ini hanya tersisa satu bioskop saja.[8]

Referensi

  1. ↑ "Mengenal Tunjungan Plaza, Salah Satu Mall Terbesar di Surabaya". Tempo. 14 April 2022. Diakses tanggal 24 Juli 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Siapa Pemilik Tunjungan Plaza Surabaya?". Detik Jatim. 24 Mei 2023. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  3. ↑ "Sejarah Tunjungan Plaza, Cikal Bakal Pusat Perbelanjaan Modern di Surabaya". Liputan6. 14 April 2022. Diakses tanggal 24 Juli 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 "Tunjungan Plaza". Setiap Gedung Punya Cerita. 17 April 2020. Diakses tanggal 24 Juli 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Tunjungan Plaza 5 Terbakar, Jadi Landmark Surabaya Sejak 80-an". Detik Travel. 14 April 2022. Diakses tanggal 24 Juli 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 "Tunjungan Plaza (bagian 2)". Setiap Gedung Punya Cerita. 17 April 2020. Diakses tanggal 24 Juli 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Tunjungan Plaza Ada Berapa Banyak? Cek Seluk-beluknya di Sini". Kumparan. 26 Desember 2024. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  8. ↑ "Summarecon Mall Kelapa Gading". Setiap Gedung Punya Cerita. 5 Oktober 2021. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  9. ↑ "Hai Sobat XXI, tahukah kamu? Ada sebuah mall di Kota Surabaya yang punya 3 bioskop Cinema XXI di dalamnya loh". Instagram. 15 Desember 2023. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  10. ↑ "Itinerary Seharian di Tunjungan Plaza: Makan, Belanja, dan Nonton". Kompas. 13 Januari 2020. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  11. ↑ "26 Rekomendasi Venue di Surabaya untuk Resepsi, Seminar hingga Konser". Detik Jatim. 2 Maret 2023. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  12. ↑ Masduki, Ali. "Pria yang Tewas Terjatuh di Tunjungan Plaza Surabaya Sempat Lakukan Hal Aneh". Okezone.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2021. Diakses tanggal 9 Maret 2021.
  13. ↑ "Tunjungan Plaza 5 Surabaya Terbakar". detikcom. 13 April 2022. Diakses tanggal 13 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Billy Patoppoi. "Seorang Pria Jatuh Dari Lantai 4 Tunjungan Plaza Surabaya". Suarasurabaya.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-07-06. Diakses tanggal 2025-07-27.
  15. ↑ Akira Tandika Paramitaningtyas. "Kronologi Pria Jatuh di Tunjungan Plaza 5 Surabaya, Polisi Temukan Surat Gadai HP". Suarasurabaya.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-07-06. Diakses tanggal 2025-07-27.

Lihat pula

Pranala luar

Aceh
Kota Banda Aceh
Bali
Kabupaten Badung
Kota Denpasar
Banten
Kabupaten Tangerang
Kota Cilegon
Kota Serang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
Bengkulu
Kota Bengkulu
DI Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kota Yogyakarta
DKI Jakarta
Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Gorontalo
Kota Gorontalo
Jambi
Kota Jambi
Jawa Barat
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bogor
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Sumedang
Kota Bandung
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Tasikmalaya
Jawa Tengah
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Klaten
Kabupaten Kudus
Kabupaten Magelang
Kabupaten Sukoharjo
Kota Pekalongan
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Tegal
Jawa Timur
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Gresik
Kabupaten Jember
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Sidoarjo
Kota Batu
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Surabaya
Kalimantan Barat
Kabupaten Ketapang
Kota Pontianak
Kota Singkawang
Kalimantan Selatan
Kabupaten Banjar
Kota Banjarbaru
Kota Banjarmasin
Kalimantan Tengah
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Timur
Kota Palangka Raya
Kalimantan Timur
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kota Samarinda
Kalimantan Utara
Kota Tarakan
Kepulauan Bangka Belitung
Kota Pangkalpinang
Kepulauan Riau
Kota Batam
Kota Tanjungpinang
Lampung
Kota Bandar Lampung
Maluku
Kota Ambon
Maluku Utara
Kota Ternate
Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram
Nusa Tenggara Timur
Kota Kupang
Papua
Kota Jayapura
Papua Barat
Kabupaten Manokwari
Papua Barat Daya
Kota Sorong
Papua Tengah
Kabupaten Mimika
Riau
Kabupaten Bengkalis
Kota Dumai
Kota Pekanbaru
Sulawesi Barat
Kabupaten Mamuju
Sulawesi Selatan
Kabupaten Maros
Kota Makassar
Kota Palopo
Sulawesi Tengah
Kabupaten Poso
Kota Palu
Sulawesi Tenggara
Kota Baubau
Kota Kendari
Sulawesi Utara
Kota Manado
Sumatera Barat
Kota Padang
Sumatera Selatan
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Lahat
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Kota Lubuk Linggau
Kota Palembang
Kota Prabumulih
Sumatera Utara
Kota Binjai
Kota Medan
1 Dikelola oleh Aeon, Co. Ltd. di Indonesia dibawah perjanjian lisensi

2 Dikelola oleh Lotte Corporation di Indonesia dibawah perjanjian lisensi

3 Dikelola oleh Simon Property Group di Indonesia dibawah perjanjian lisensi
Ikon rintisan

Artikel bertopik mal, toserba, atau pusat perbelanjaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan