Minggu, 25 Oktober 2026
21:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata

Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata

kawasan pemakaman di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
lossy-page1-250px-Ereveld_Kalibata_voor_Indonesische_vrijheidstrijders_te_Jakarta%2C_KITLV_160933.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerbang depan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Taman_Makam_Pahlawan_Nasional_Utama_Kalibata&revid=29993866&groups=_5ac8d303930cc0ae8f15aaf1f5e29f90ec27eebb&parser=parsoid
Peta interaktif Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Rincian
Didirikan10 November 1954 (1954-11-10)
Lokasi
NegaraIndonesia
Koordinat6°15′26″S 106°50′46″E / 6.25722°S 106.84611°E / -6.25722; 106.84611
PemilikPemerintah Indonesia
Luas23 hektare (57 ekar)[1]
Jml. kuburan10.105 (Agustus 2020)[1]

Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata atau TMP Nasional Utama Kalibata adalah sebuah pemakaman militer di Kalibata, Jakarta Selatan. Dibangun pada tahun 1953 dan dibuka pada tanggal 10 November 1954. B. J. Habibie adalah Presiden Indonesia pertama yang dimakamkan di TMP Kalibata setelah wafat pada 11 September 2019. Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Agus Salim, yang meninggal 6 hari sebelum pemakaman dibuka, adalah politikus senior pertama yang dimakamkan di TMP. Ada juga 121 jenazah yang dipindahkan dari Taman Makam Pahlawan di Ancol.

Lebih dari 7.000 orang korban militer dan veteran Revolusi Nasional Indonesia dimakamkan di sini. Veteran Tentara Kekaisaran Jepang yang tinggal di Indonesia setelah Perang Dunia II atas kemauan mereka sendiri dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia juga dimakamkan di sini.[2]

Hubungan dengan Jepang

TMP Kalibata selain banyak diziarahi anggota keluarga para pahlawan dan masyarakat Indonesia, juga banyak diziarahi oleh masyarakat Jepang. Dalam Revolusi Nasional Indonesia, sukarelawan Jepang yang tinggal untuk berjuang melawan tentara Blok Sekutu dan Tentara Kerajaan Belanda berjumlah hingga 3.000 orang. 1.000 orang di antaranya meninggal, 1000 orang kembali ke Jepang setelah kemerdekaan, dan 1.000 orang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia.[3]

Perdana Menteri Jepang Junichirō Koizumi pernah berziarah di TMP Kalibata tanggal 13 Januari 2002 untuk memberikan penghormatan pada para Tentara Kekaisaran Jepang yang dikuburkan di TMP Kalibata.[4] Perdana Menteri Jepang Shinzō Abe berkunjung tanggal 21 Agustus 2007.[5] Fumihito, Pangeran Akishino dan Kiko, Putri Mahkota Jepang juga berkunjung tanggal 19 Januari 2008 untuk memberikan penghormatan pada veteran Tentara Kekaisaran Jepang yang dikuburkan di TMP Kalibata.[2]

Semenjak abad 20, terdapat tradisi bahwa setiap pemimpin Jepang yang berkunjung ke Jakarta, akan berziarah ke TMP Kalibata.[6][7][8][9] Pada tanggal 20 Juni 2023, Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako berkunjung untuk memberi penghormatan bagi veteran Tentara Jepang yang dimakamkan di TMP Kalibata.[10][11]

Tokoh yang dikenal

Indonesia

Jepang

Lihat juga

Referensi

  • Kiyoyuki Hatakeyama, Masayasu Hosaka (2004), Rikugun Nakano Gakko Shusen Hishi, Shinchosha ISBN 4-10-115522-4
  1. 1 2 "Hari Kemerdekaan RI, Makam BJ Habibie - Ainun Dikunjungi Peziarah TMP Kalibata". Tempo.co. 17 Agustus 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-20. Diakses tanggal 9 Juni 2021.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 "秋篠宮ご夫妻、英雄墓地に献花 ジャカルタ" [Pangeran Akishino dan Putri Kiko meletakkan karangan bunga di pemakaman pahlawan di Jakarta]. Sankei Shimbun. 2008-01-19. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-09. Diakses tanggal 2009-09-26.
  3. ↑ Hatakeyama (2004), p675-676
  4. ↑ "カリバタ英雄墓地に献花" [Karangan bunga diletakkan di Pemakaman Pahlawan Kalibata]. じゃかるた新聞. 2002-01-14. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-11. Diakses tanggal 2009-09-26.
  5. ↑ "インドネシア・インド・マレーシア訪問(インドネシア共和国)" [Kunjungan ke Indonesia, India, dan Malaysia (Republik Indonesia)]. Cabinet Secretariat. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-20. Diakses tanggal 2009-09-27.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 2007-11-19 disarankan
  6. ↑ Santosa, Iwan (2021-03-21). "Mereka Memilih Berjuang untuk Indonesia, Makam Prajurit Asal Jepang di TMP Kalibata". kompas.id. Diakses tanggal 2023-06-20.
  7. ↑ "Ditemani Anak Veteran Jepang, PM Shinzo Abe Tabur Bunga di TMP Kalibata". detiknews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-20. Diakses tanggal 2023-06-20.
  8. ↑ "PM Jepang Fumio Kishida Ziarah ke TMP Kalibata". Tribunnews.com. 2023-06-20. Diakses tanggal 2023-06-20.
  9. ↑ "Jelang Pulang, PM Jepang Ziarahi TMP Kalibata". www.jpnn.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-20. Diakses tanggal 2023-06-20.
  10. ↑ Safitri, Eva. "Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako Berkunjung ke TMP Kalibata". detiknews. Diakses tanggal 2023-06-20.
  11. ↑ Liputan6.com (2023-06-20). "Momen Kunjungan Kaisar Jepang Naruhito ke TMP Kalibata". liputan6.com. Diakses tanggal 2023-06-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  12. ↑ "Sutoyo Siswomiharjo". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2025-10-01.
  13. ↑ Article on Rahmat, the last surviving Japanese soldier in Indonesia.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik tempat pemakaman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan