Jumat, 09 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Ratu Emma Norma

Ratu Emma Norma

Bagikan:
Ratu Emma Norma
Emma_Norma_Sudharmono%2C_Second_Lady_of_Indonesia_%281988%29_%28cropped%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Istri Wakil Presiden Republik Indonesia
Masa jabatan
11 Maret 1988 –11 Maret 1993
Wakil PresidenSoedharmono
Ibu NegaraSiti Hartinah Soeharto
PendahuluKarlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah
PenggantiTuti Sutiawati
Informasi pribadi
Lahir(1927-03-03)3 Maret 1927
Meninggal18 Juli 2012(2012-07-18) (umur 85)
Suami/Istri
​
​
(m. 1951;meninggal 2006)​
Orang tua
  • Tubagus Ilyas Angkawidjaja
  • Ubaid Djuabedah

Ratu Emma Norma atau biasa dikenal Ny. Ratu Emma Norma Soedharmono (3 Maret 1927 – 18 Juli 2012) adalah Istri Wakil Presiden Indonesia kelima yang menjabat selama periode 1988–1993

Profil

Ratu Emma Norma dilahirkan pada 3 Maret 1928 putri dari pasangan Tubagus Ilyas Angkawidjaja dan Ubaid Djubaedah. Beliau menikah dengan Soedharmono dan dikaruniai tiga anak, delapan cucu, serta tujuh cicit. Beliau juga pernah mengenyam sekolah guru A dan pernah bekerja di kantor pengacara.

Wafat

Ratu Emma Norma wafat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta pada Rabu, 18 Juli 2012 pada usia 84 tahun setelah mengalami sakit. Almarhumah meninggalkan 3 anak, 8 cucu, dan 7 cicit. Beliau dimakamkan keesokan harinya pada Kamis, 19 juli 2012 di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara kemiliteran yang dipimpin oleh Wapres Boediono selaku inspektur upacara. Wapres Boediono dalam sambutannya mengatakan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas mangkat nya almarhumah dan turut menyampaikan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Wapres Boediono juga menilai mendiang Ratu Emma Norma sebagai sosok yang memberikan keteladanan yang besar bagi bangsa dan negara yaitu berupa kesabaran, kesetiaan, dan ketabahan selama mendapingi suaminya.[1] Dalam upacara pemakaman ini juga turut dihadiri Mensesneg Sudi Silalahi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo Mantan Wapres Try Sutrisno dan istri Tuti Sutiawati, Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Ginandjar Kartasasmita, serta beberapa tokoh era pemerintahan Presiden Soeharto dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.[2]

Riwayat Organisasi

  • 1945-1946 : Ketua Umum Pemuda Putri Indonesia daerah Pekalongan[3]
  • 1952-1955 : Anggota Persit Candra Kirana
  • 1955-1960 : Pengurus daerah Persit Candra Kirana Kodam V Jaya
  • 1968-1970 : Ketua Umum Persatuan Wanita Sekretariat Negara
  • 1972-1974 : Ketua Seksi Usaha/Ketua Seksi Pendidikan RIA Pembangunan
  • 1974-? : Ketua Presidium Dharma Wanita ke-1
  • 1977-1992 : Anggota MPR-RI

Penghargaan

Semasa hidupnya beliau pernah mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana (12 Agustus 1992),[4] Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (1989),[5] dan dari beberapa negara seperti Kuwait, Kamboja, Korea Selatan, dan Venezuela.

Referensi

  1. ↑ https://www.facebook.com/detikcom. "Boediono Puji Keteladanan Mendiang Istri Mantan Wapres Soedharmono". detiknews. Diakses tanggal 2023-07-02.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik; Tautan eksternal dalam |last=
  2. ↑ Negara, Kementerian Sekretariat. "Mendiang Emma Soedharmono, Teladan yang Penuh Cinta Kasih | Sekretariat Negara". www.setneg.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-07-02.
  3. ↑ Umum, Indonesia Lembaga Pemilihan (6 Mei 1983). "Pemilihan umum tahun 1982". Lembaga Pemilihan Umum. Diakses tanggal 6 Mei 2025 – via Google Books.
  4. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  5. ↑ Tempomedia. "Penghargaan bintang LVRI". majalah.tempo.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-04-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan