Selasa, 06 Oktober 2026
10:48 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Supermarine Swift

Supermarine Swift

Bagikan:
Swift
330px-Swift2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Swift F Mk.2 WK242 / "P" dari Skadron ke-56 Angkatan Udara Kerajaan
Informasi umum
JenisPesawat tempur, Pesawat pencegat
Asal negaraBritania Raya
PabrikanSupermarine Aviation Works (Vickers) Ltd.
StatusDipensiunkan
Pengguna utamaAngkatan Udara Britania Raya
Jumlah yang diproduksi197
Sejarah
Tanggal perkenalan1954
Penerbangan pertama29 Desember 1948 (Tipe 510)
Pensiun1967
Dikembangkan dariSupermarine Attacker
Dikembangkan menjadiSupermarine 545

Supermarine Swift adalah sebuah pesawat tempur bermesin jet berkursi tunggal dari Britania Raya, dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Britania Raya. Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh Supermarine selama tahun 1940an hingga 1950an. Pesawat ini menghadirkan banyak fitur inovasi pada era jet, seperti sayap menyapu. Pada 26 September 1953, sebuah Swift F.4 yang dikemudikan oleh Mike Lithgow memecahkan rekor kecepatan absolut dunia, meraih kecepatan sebesar 1,187 km/jam.

Setelah periode perkembangan yang berkepanjangan, pesawat ini memasuki masa operasionalnya sebagai pesawat pencegat dengan Angkatan Udara Kerajaan pada 1954. Namun, serangkaian kecelakaan dari tipe tersebut mengakibatkan pesawat ini sempat dilarang terbang untuk sementara waktu, dan masa pakainya yang relatif singkat. Masalah pesawat ini memicu skandal publik terkait pengembangan dan performa dari pesawat ini, serta merusak reputasi dari pemerintahan Britania Raya, Angkatan Udara Kerajaan, dan industri penerbangan Britania Raya.

Pada akhirnya, pesawat Hawker Hunter yang tidak terlalu bermasalah mengambil alih sebagian besar peran dari pesawat Swift, dan hanya sebagian pesawat Swift yang diproduksi dari rencana awal. Foto pengintaian udara yang menunjukkan varian dari pesawat Swift yang telah mengatasi beberapa masalah awal, tetapi hal itu terbukti lambat untuk mendapatkan kembali dukungan. Sebuah varian turunan lebih lanjut dari pesawat ini yang dirancang agar mampu mencapai kecepatan transonik, yaitu Supermarine 545, juga sedang dikembangkan selama awal tahun 1950an. Namun, pengembangan ini dibatalkan pada tahun 1955, terutama karena performa pesawat Swift yang rendah.

Desain dan Pengembangan

Latar Belakang

Pada tahun 1945, Perang Dunia II berakhir, dan pemerintahan partai buruh baru yang dipimpin oleh Clement Attlee menguasai Britania Raya.[1] Sikap awal pemerintah yang baru untuk pertahanan adalah bahwa tidak akan ada konflik besar setidaknya selama satu dekade, sehingga tidak akan perlu untuk mengembangkan atau memperoleh pesawat baru apapun hingga tahun 1957. Oleh karena itu, terlepas dari beberapa pengecualian yang nanti akan menjadi Hawker Sea Hawk untuk Angkatan Laut Kerajaan, mayoritas spesifikasi yang dipublikasikan oleh Kementerian Udara untuk pesawat tempur pada akhir tahun 1940an ditujukan untuk tujuan penelitian.[2]

Sebagian pesawat Swift berasal dari purwarupa pesawat tempur eksperimental yang pernah dikembangkan. Secara khusus, sejumlah pesawat purwarupa buatan Supermarine telah dipesan berdasarkan Spesifikasi E.41/46, yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah pesawat tempur eksperimental dengan sayap sapuan. Yang pertama diantaranya adalah Tipe 510, yang sebagian besar didasarkan pada pesawat Supermarine Attacker bersayap lurus yang diadakan untuk Satuan Penerbang Angkatan Laut Britania Raya. Perbedaan utamanya dibanding dengan Attacker adalah pesawat ini memiliki sayap menyapu.[3] Penerbangan perdana dari pesawat Tipe 510 dilakukan pada 1948, setahun setelah terbangnya purwarupa pesawat Attacker yang diadaptasi untuk Angkatan Laut, menjadikannya pesawat Britania Raya yang terbang dengan kedua sayap menyapu dan bidang ekor menyapu. Dalam uji coba untuk Satuan Penerbang Angkatan Laut, Tipe 510 juga menjadi pesawat dengan sayap sapuan pertama yang lepas landas dan mendarat di atas sebuah kapal induk./ Pada akhir tahun 1940an, dalam menghadapi munculnya perang dingin, Angkatan Udara Kerajaan menyadari perlunya pengembangan dan pengadaan sebuah pesawat tempur yang dilengkapi dengan fitur seperti sayap sapuan. Keperluan tersebut terasa mendesak, sehingga pihak terkait bersedia menerima pesawat tempur sementara sembari menunggu pengembangan pesawat tempur yang lebih mumpuni.[4] Pada tahun 1950, dengan meletusnya perang Korea, keterlibatan Britania Raya dalam konflik tersebut memicu lonjakan pemesanan. Khususnya, Angkatan Udara Kerajaan merasa sepasang pesawat tempur yang diusulkan dari Hawker Aircraft dan Supermarine kepentingan besar, dan pada tahun yang sama, mereka memerintahkan agar pesawat tempur yang diusulkan tersebut segera diproduksi langsung dari tahap rancangan.[5] Rancangan Supermarine tersebut diberi kode sebagai Tipe 541, dan pada dasarnya adalah sebuah pengembangan lanjutan dari pesawat eksperimental Tipe 510 sebelumnya.[3]

Pemesanan awal dilakukan pada tahun 1950 untuk 100 pesawat dan dimaksudkan sebagai sebuah pengaman apabila Hawker gagal memproduksi pesawat yang layak.[5] Pada awal tahun 1946, jumlah pemesanan Tipe 541 dinaikkan menjadi 150 pesawat, Kementerian Udara berharap pesawat ini akan mulai beroperasi sebelum pesawat pesaingnya, yaitu Hawker Hunter. Bagaimanapun juga, pengembangan dari kedua tipe ini mengalami pengunduran.

250px-Supermarine_Swift_FR.5_XD905_V-A_Farnborough_10.09.55_edited-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Supermarine Swift FR.5 mendarat di pertunjukan udara Farnborough pada tahun 1955


Tipe 541 mengganti mesin turbojet pendahulunya Rolls-Royce Nene centrifugal flow dengan mesin turbojet kompressor aksial Rolls-Royce AJ.65, yang menjadi seti Avon. Badan pesawat yang penampang melintangnya telah dirancang agar sesuai dengan mesin Nene, tidak dirancang ulang untuk mesin AJ.65 dan Avon yang lebih ramping, sehingga tetap menampilkan badan yang agak gemuk. Pesawat ini juga dilengkapi dengan roda pendaratan tricycle. Pesawat pertama yang dibuat melakukan penerbangan perdananya pada 1 Agustus 1951, dan yang kedua pada tahun berikutnya.[6]

Memasuki Masa Produksi

Produksi pesawat Swift dinyatakan sebagai prioritas utama dibawah sebuah kebijakan yang dibuat oleh Sir Winston Churchill yang memperoleh kembali jabatan perdana menteri Britania Raya pada tahun 1951, sebagai sarana untuk meningkatkan proyek-proyek yang dianggap memiliki kepentingan militer yang vital. Produksi massal dimulai sebelum diterapkannya modifikasi yang didasarkan pada hasil pengalaman penerbangan pesawat purwarupa: "terlalu banyak tuntutan yang ditetapkan dalam waktu yang singkat, sehingga pesawat versi produksi sudah keluar dari lini produksi sebelum perancangan ulang besar-besaran dapat diselesaikan".

Varian produksi pertama adalah sebuah pesawat tempur yang dinamakan Swift F Mk 1, yang 18 diantaranya akhirnya dibangun. Varian ini ditenagai dengan sebuah mesin tunggal Avon 109 dengan daya dorong sebesar 33.4 kN, dan dipersenjatai dengan dua meriam ADEN berkaliber 30 mm. Pada 25 Agustus 1952, penerbangan pertama pesawat Swift F1 standar produksi dilaksanakan. Peter Thorne, yang telah ditunjuk sebagai pilot uji senior Angkatan Udara Kerajaan untuk pesawat Swift yang akan datang pada tahun 1954, mulai meragukan kepantasan pesawatnya. Thorne dan beberapa pilot lain mencatat bahwa pesawat Swift memiliki karakteristik pengendalian yang tidak biasa, serta mesin yang bermasalah.[7]

250px-Supermarine_Swift_F.1_WK195_V-A_BLA_13.9.53_edited-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat uji coba Supermarine Swift F.1 yang dioperasikan oleh Vickers-Armstrong pada tahun 1953


Varian kedua adalah pesawat Swift F Mk 2, yang 16 diantaranya dibangun. Varian ini hampir sama dengan varian F Mk 1, tetapi dilengkapi dengan dua meriam ADEN tambahan dan tepi depan sayap diubah dari bentuk lurus menjadi bentuk sapuan majemuk.[3] Namun, penambahan meriam ini menyebabkan masalah, karena modifikasi ini memerlukan penampung muatan amunisi yang lebih banyak, sehingga menyebaban karakteristik penanganan yang berbahaya, dan juga jelas diperlukan lebih banyak daya dorong dari mesinnya. Banyak modifikasi levih lanjut yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.[3]

Varian ketiga adalah pesawat Swift F Mk 3, yang 25 diantaranya dibangun, varian ini ditenagai dengan sebuah mesin Avon 114 dengan pembakaran lanjut. Varian ini tidak pernah memasuki masa operasional dengan Angkatan Udara Kerajaan dan telah digunakan sebagai rangka pesawat untuk keperluan latihan. Varian selanjutnya adalah Swift F Mk 4, yang mencakup bidang ekor dengan sudut insidensi variabel, hal ini diharapkan agar dapat menyelesaikan masalah penanganan yang terdapat pada pesawat Swift. Masalah tersebut teratasi, tetapi ditemukan bahwa pembakaran lanjut tidak dapat dinyalakan pada ketinggian tinggi, menambah daftar masalah pesawat Swift.

Varian berikutnya, FR Mk 5, memiliki hidung yang lebih panjang untuk menampung beberapa kamera guna menjalankan tugas pengintaian, serta modifikasi struktural lainnya. FR 5 juga kembali menggunakan persenjataan berupa sepasang meriam ADEN seperi pada F Mk 1. Varian ini pertama kali terbang pada tahun 1955 dan memasuki masa operasional pada tahun berikutnya, melakukan tugas pengintaian terutama pada ketinggian rendah, membuat masalah pembakaran lanjut pada ketinggian tinggi menjadi tidak relevan.

Dua varian selanjutnya dirancang. Varian PR Mk 6 adalah sebuah pesawat pengintai tanpa persenjataan. Namun, varian ini berumur pendek, karena masalah pembakaran lanjut yang selalu ada. Varian terakhir adalah F Mk 7, yang menjadi model pesawat Swift pertama yang dilengkapi dengan peluru kendali, yaitu peluru kendali udara ke udara Fairey Fireflash, dan ditenagai dengan sebuah model baru dari mesin Avon. Hanya 14 pesawat F Mk 7 yang dibangun, dan tidak ada yang pernah memasuki masa operasional dengan Angkatan Udara Kerajaan, pesawat-pesawat tersebut beserta rudal purwarupanya dialihkan fungsinya untuk pelaksanaan uji coba rudal kendali.

Varian turunan yang diusulkan

Artikel utama: Supermarine 545

Pada tahun 1953, sebagai respon terhadap kenaikan ketertarikan Angkatan Udara Kerajaan terhadap pengembangan pesawat transonik untuk beroperasi sebagai pengisi sementara sembari menunggu generasi pesawat tempur supersonik selanjutnya yang sedang dikembangkan, baik Supermarine dan Hawker mengusulkan varian turunan dari pesawat Swift dan Hunter mereka masing-masing.[8] Pada waktu itu, kekurangan Swift belum terlihat jelas, yang mungkin membuat Supermarine mendapatkan ketertarikan dari Angkatan Udara Kerajaan untuk usulannya, yang dinamakan Tipe 545, melampaui pesaingnya Hawker P.1083. Tipe 545 didesain untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam Spesifikasi F.105D. Tipe ini dirancang agar mampu meraih kecepatan 1.3 Mach, ditenagai dengan sebuah mesin Avon, yang menjanjikan performa yang lebih unggul dibanding P.1083.[9] Tipe ini memiliki kemiripan dengan pesawat Swift, meskipun tipe ini merupakan hasil rancangan ulang total yang mencakup bagian badan pesawat dan perubahan pada bagian sayap. Pada tahun 1955, pengerjaan terhadap proyek tersebut dibatalkan, sebagian karena kesulitan yang cukup besar yang dialami teerkait dengan pesawat Swift[10]

Riwayat Operasional

250px-Swift_FR5s_2_Sqn_RAF_in_flight_1956.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Formasi rapat dari enam pesawat Swift
250px-Supermarine_Swift_FR.5_WK281_79.S_ABIN_15.06.68.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Supermarine Swift FR. WK281 mengenakan tanda pengenal dari skadron ke-79 Angkatan Udara Kerajaan


Pada Februari 1954, pesawat Swift F1 memasuki masa operasionalnya dengan Angkatan udara Kerajaan, Skadron ke-56 menjadi skadron pertama Angkatan Udara Kerajaan yang mengoperasikan pesawat ini. Dengan pengenalan ini, pesawat Swift menjadi pesawat dengan sayap sapuan pertama miliki Angkatan Udara Kerajaan. Swift F2 memasuki masa operasional pada bulan yang sama. Wood menyebut proses diperkenalkannya jenis tersebut dilakukan dengan penuh kepanikan, dan penerapannya tak lama kemudian terbukti menjadi kegagalan total.[3] Tragedi menghantam setiap karir awal dari pesawat Swift. Terdapat sejumlah insiden yang melibatkan varian F Mk 1 dan F Mk 1, salah satu diantaranya berakibat fatal. Pada Agustus 1954, telah diputuskan bahwa varian Swift F Mk 1 akan dilarang terbang, dan varian Swift F Mk 2, yang secara efektif menggantikan F Mk 1 pada bulan yang sama, juga akan dilarang terbang, karena penyebab yang mirip.[3]

Varian Swift F Mk 3 dan F Mk 4 telah tercatat memiliki kenaikan performa melebihi pendahulunya. Varian F Mk 4 adalah varian terakhir yang diterima oleh Angkatan Udara Kerajaan sebagai pesawat pencegat.[3] Semua varian tempur dari pesawat Swift ditarik kembali dari layanan oleh Angkatan Udara Kerajaan setelah masa operasional yang singkat, untuk digantikan dengan pesawat yang lebih mampu, Hawker Hunter. Meskipun memiliki masalahnya tersendiri, pesawat Hunter dengan cepat dibuktikan sebagai pesawat tempur yang sukses.[11] Menjelang musim gugur tahun 1954, masalah dengan pesawat Swift telah menjadi pengetahuan publik, dan laporan mengenai rencana pembatalan proyek pesawat Swift muncul di media nasional. Di parlemen, Wakil Menteri Negara Urusan Penerbangan, Sir George Ward berkata terkait dengan pesawat tersebut: "Masalah aerodinamika telah ditemui, dan tidak dapat dipastikan masalah-masalah itu dapat ditangani pada versi yang sedang dalam tahap pengembangan".[11]

Pada awal Februari 1955, beredar rumor bahwa Pesawat Swift gagal dalam evaluasi akhir oleh Pusat Pembentukan Pesawat Tempur Angkatan Udara Kerajaan, dan varian tersebut kemungkinan besar penggunaannya akan dibatasi pada peran pengintaian udara atau peran serangan darat.[12] Pada 2 Maret 1955, Menteri Pasokan, Selwyn Lloyd mengakui bahwa pengembangan dari pesawat Swift telah memakan biaya sebesar 20 juta pounds sebelum varian pesawat tempur dibatalkan. Menurut Wood, pesawat Swift telah menjadi skandal nasional pada awal tahun 1955, yang tidak hanya menodai citra pesawat tersebut, tetapi juga Angkatan Udara Kerajaan dan industri penerbangan Britania Raya, dengan masyarakat umum dan pemerintah yang pada umumnya mulai lebih menolak proyek pesawat lain.[12]

Varian FR.5 adalah varian terakhir dari pesawat Swift yang memasuki masa operasional dengan Angkatan Udara Kerajaan dan pada akhirnya digantikan dengan Hunter FR.10, dengan varian FR.5 meninggalkan layanan sepenuhnya pada 1961. Varian FR.5 dianggap cocok dengan perannya dan ditempatkan bersama dengan dua skadron yang ditugaskan pada Angkatan Udara Kerajaan di Jerman.[12] Pesawat Swift tidak pernah terlibat aksi pertempuran dengan Angkatan Udara Kerajaan, tetapi pesawat ini pernah memecahkan rekor kecepatan pada waktunya. Di Libya, pada 26 September 1953, sebuah varian F Mk 4 (WK198) yang dikemudikan oleh Mike Lithgow memecahkan rekor kecepatan mutlak dunia, meraih kecepatan sebesar 1,187 km/jam,[13] rekor ini dipatahkan lagi delapan hari kemudian oleh Douglas Skyray, sebuah pesawat tempur Angkatan Laut Amerika Serikat. Pesawat Swift memiliki keistimewaan sebagai pesawat produksi akhir Inggris yang memegang rekor tersebut (Fairey Delta 2 adalah sebuah pesawat eksperimental). Kurang dari 200 pesawat Swift yang dibangun dari jumlah pesanan awal sebesar 497. Sejumlah badan pesawat Swift dibawa ke Australia untuk Operasi Buffalo pada tahun 1956. Mereka diletakkan di jarak yang bervariasi dari bom atom yang diledakkan untuk menilai dampak senjata nuklir terhadap struktur pesawat terbang.[14]

Varian terakhirnya telah menyelesaikan banyak masalah yang pernah terdapat pada varian Swift sebelumnya, tetapi program tersebut tidak dilanjutkan. Pesawat Hunter yang menunjukkan performa yang memuaskan dalam peran-peran yang serupa, menghilangkan kebutuhan untuk terus menggunakan pesawat Swift.[15]

Varian-varian

Berkas:Mlithgow airspeedrecord.jpg
Sertifikat Rekor Kecepatan Udara Dunia untuk Swift WK198, yang kemudikan oleh Mike Lithgow.
Tipe 510
Purwarupa ini dikembangkan dari Vickers Supermarine Attacker yang masih menggunakan roda pendaratan belakang, tetapi dengan sayap dan ekor yang menyapu ke belakang.
Tipe 517
Purwarupa yang dilengkapi dengan bidang ekor dengan sudut serang variabel.
Tipe 535
Purwarupa yang dilengkapi dengan roda pendaratan depan.
Swift F.Mk 1
Pesawat tempur berkursi tunggal, dilengkapi dengan sayap ekor variabel tetap, ditenagai oleh mesin turbojet Rolls-Royce Avon 109, dan dipersenjatai dengan sepasang meriam ADEN berkaliber 30 mm.
Swift F.Mk 2
Pesawat tempur berkursi tunggal, ditenagai oleh mesin turbojet Rolls-Royce Avon 109, dan dipersenjatai dengan empat meriam ADEN berkaliber 30 mm.
Swift F.Mk 3
Pesawat tempur berkursi tunggal, tepi depan sayap diperpanjang di ujung sayap, ditenagai oleh mesin turbojet pembakaran lanjut Rolls-Royce Avon 114, dan dipersenjatai dengan empat meriam ADEN 30 mm.
Swift F.Mk 4
Pesawat tempur berkursi tunggal, dilengkapi dengan bidang ekor yang dapat diatur sudut serangnya, sirip ekor yang tingginya ditingkatkan satu kaki, ditenagai oleh mesin turbojet pembakaran lanjut Rolls-Royce Avon 114, dan dipersenjatai dengan empat meriam ADEN berkaliber 30 mm.
Swift FR. Mk 5
Pesawat pengintai taktis berkursi tunggal, dilengkapi dengan hidung yang diperpanjang untuk memuat tiga kamera, dilengkapi dengan kanopi kokpit tanpa bingkai, ditenagai oleh mesin turbojet pembakaran lanjut Rolls-Royce Avon 114, dan dipersenjatai dengan sepasang meriam ADEN berkaliber 30 mm.
Siaran pers Swift. Mk 6
Varian pengintaian tanpa senjata yang diusulkan, salah satunya sebagian dibangun sebelum pada akhirnya dibatalkan.
Swift F.Mk 7
Pesawat tempur satu berkursi tunggal, dilengkapi dengan hidung yang diperpanjang untuk memuat radar, ditenagai oleh mesin turbojet pembakaran lanjut Rolls-Royce Avon 114, dan dipersenjatai dengan empat peluru kendali udara-ke-udara Fairey Fireflash, serta empat meriam ADEN berkaliber 30 mm.[16][17][18]

Pengguna

 Britania Raya
  • Angkatan Udara Kerajaan
    • Skadron 2, mengoperasikan varian FR.5
    • Skadron 4, mengoperasikan varian FR.5
    • Skadron 56, mengoperasikan varian F.1 dan F.2
    • Skadron 79, mengoperasikan varian FR.5

Pesawat yang dipamerkan

250px-WK277_%2815410592478%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pesawat Swift FR.5 dipajang statis di Museum Penerbangan Newark. Di latar depan terdapat Fairey Fireflash, persenjataan peluru kendali yang ditujukan untuk Swift F.7.
  • VV106 (Supermarine Type 517) disimpan oleh Museum Penerbang Angkatan Laut Kerajaan, Yeovilton, Inggris.[19]
  • WK198 (Purwarupa dari varian F.4, hanya badan) mantan pemegang rekor kecepatan dunia ini dipajang di Museum Brooklands, Surrey. Pesawat ini awalnya berada di Museum Pesawat North East, Sunderland, Inggris. Pesawat ini dipindahkan ke Museum Angkatan Udara Kerajaan Millom, Cumbria pada 2 April 2008[20] tetapi karena museum tersebut ditutup pada September 2010, WK198 kemudian dipindahkan lagi ke Brooklands pada 3 Februari 2011.[21]
  • WK275 (F.4) Setelah menjalani masa restorasi selama 4 tahun hingga mencapai standar pameran oleh Jet Art Aviation, pesawat ini kini dipinjamkan kepada Vulcan To the Sky Trust. Pesawat ini adalah varian pesawat tempur definitif yang dilengkapi dengan ekor tipe slab.[22]
  • WK277 (FR.5) dalam pameran di Museum Udara Newark, Newark, Inggris.[23]
  • WK281 (FR.) dalam pameran di Museum Aviasi Militer Tangmere, Tangmere, Inggris.[24]
  • G-SWIF (F.7, sebelumnya XF114) disimpan oleh Solent Sky, Southampton, Inggris.[25]

Spesifikasi (Supermarine Swift FR Mk.5)

250px-Supermarine_Swift.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Supermarine Swift dengan 3 pandang gambar
250px-Supermarine_Swift_F4_%28WK198%29_%286905175839%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Badan pesawat WK198 yang dipamerkan di Museum Brooklands.

Data dari Supermarine Aircraft since 1914 (2nd ed.)[26]

Ciri-ciri umum

  • Kru: 1
  • Panjang: 42 ft 3 in
  • Rentang sayap: 32 ft 4 in
  • Tinggi: 13 ft 2 in
  • Luas sayap: 327.7 sq ft
  • Berat kosong: 13,435 lb
  • Berat isi: 21,673 lb
  • Mesin: 1 × Rolls-Royce Avon RA.7R (Avon 114) turbojet
    • Dorongan kering: 7,175 lbf ()
    • Dorongan dengan pembakar lanjut: 9,450 lbf ()

Kinerja


Referensi

Sitasi

  1. ↑ Wood 1975, hlm 40.
  2. ↑ Wood 1975, hlm 40–43.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Wood 1975, hlm 46.
  4. ↑ Wood 1975, hlm 43–45.
  5. 1 2 Wood 1975, hlm 45–46.
  6. ↑ "Vickers Supermarine Type 541 Swift". BAE Systems Web Site. Diakses tanggal 4 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Obituary: Air Commodore Peter Thorne." The Telegraph, 18 July 2014.
  8. ↑ Wood 1975, hlm 48–51.
  9. ↑ Wood 1975, hlm 50–51.
  10. ↑ Wood 1975, hlm 51–52.
  11. 1 2 Wood 1975, hlm 47.
  12. 1 2 3 Wood 1975, hlm 48.
  13. ↑ Swift Justice The Full Story Of The Supermarine Swift,Nigel Walpole,ISBN1 84415 070 4,hlm 30
  14. ↑ Winchester 2005, hlm 312.
  15. ↑ Winchester 2005, hlm 313.
  16. ↑ "Thunder & Lightnings - Supermarine Swift - History".
  17. ↑ Lewis, Peter (1965). The British Fighter Since 1912 (dalam bahasa Inggris). Putnam & Company Limited. hlm. 351-354. ISBN 9780370302508.
  18. ↑ Birtles, Philip (1992). Postwar Military Aircraft: Supermarine Attacker, Swift And Scimitar (dalam bahasa Inggris). Ian Allan. hlm. 66. ISBN 0 7110 2034 5.
  19. ↑ "Exhibitions – Cobham Hall – Reserve Collection – Supermarine 510 (VV106)." Fleet Air Arm Museum, Diambil pada 31 Desember 2016.
  20. ↑ Aeroplane Juni 2008, hlm 8.
  21. ↑ "Supermarine Swift fuselage." Brooklands Museum, Diambil pada 31 Desember 2016.
  22. ↑ "WK275 – “THAT” Supermarine." Jet Art Aviation, 8 Desember 2012.
  23. ↑ "Aircraft List." Newark Air Museum, Diambil pada 31 Desember 2016.
  24. ↑ "Aircraft of the Month: Supermarine Swift." Tangmere Military Aviation Museum, Diambil pada 31 Desember 2016.
  25. ↑ Morrison, Geoffrey. "The fabulous flying boats of the Solent Sky museum." cnet.com, 16 Juli 2016.
  26. ↑ Andrews & Morgan 1987, hlm. 297.

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

  • Birtles, Philip. Supermarine Attacker, Swift dan Scimitar (Pesawat Militer Pasca Perang 7) . London: Ian Allan, 1992.ISBN0-7110-2034-5ISBN 0-7110-2034-5 .
  • Curry, Alan, dan Frank Goodridge. "Kebangkitan dan Kejatuhan Si Cepat." FlyPast : Publikasi Utama, Mei dan Juli 1987.
  • Taylor, John WR "Supermarine Swift." Pesawat Tempur Dunia dari tahun 1909 hingga sekarang . New York: GP Putnam's Sons, 1969.ISBN0-425-03633-2ISBN 0-425-03633-2 .
  • Walpole, Nigel. Swift Justice, kisah lengkap Supermarine Swift. Pen and Sword Books Ltd. 2004.ISBN1-84415-070-4ISBN Nomor telepon 1-84415-070-4

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Supermarine Swift.
Pesawat Supermarine
Daftar Pesawat Supermarine
Tanda
perusahaan
120px-Flag_of_the_United_Kingdom_%283-5%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari fungsi

Pesawat balap: S.4 · S.5 · S.6/S.6B · Sea Lion I · Sea Lion II · Sea Lion III · Sea Urchin

Pesawat tempur: Attacker · Baby · Nighthawk · Scimitar · Seafang · Seafire · Sea King · Spiteful · Spitfire · Swift · Type 224 · Type 545 · Type 559

Pesawat pengebom: Type 322 · Supermarine B.12/36

Pesawat pengintai dan patroli: Nanok · Scapa · Scarab · Scylla · Seal · Seagull (1921) · Seagull ASR-1 · Seamew · Sea Otter · Sheldrake · Solent · Southampton · Stranraer · Walrus

Pesawat sipil: Air Yacht · Channel · Commercial Amphibian · Sea Eagle · Sparrow · Swan

Dalam kontrak
Desainer
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan