| Mahmud Syah I | |
|---|---|
| Khalifatul Mukminin Zilullah fil Alam, Paduka Sri Sultan | |
| Raja Melaka ke-8 | |
| Berkuasa | 1446–1511, 1513 – 1528 |
| Penobatan | 1446 |
| Pendahulu | Alauddin Riayat Syah I |
| Penerus | Alauddin Riayat Syah II (Sebagai Kesultanan Johor Riau) |
| Raja Pekantua Kampar ke-3 | |
| Berkuasa | 1526-1528 |
| Penobatan | 1526 |
| Pendahulu | Raja Abdullah dari Kampar |
| Penerus | Tidak ada (Bergabung dengan Kesultanan Johor-Riau yang baru berdiri) |
| Lahir | Raja Hussain |
| Meninggal | 1528 Pekantua, Kampar |
| Pemakaman | Kuala Tolam, Kec. Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau |
| Ayah | Sultan Alauddin Riayat Syah I |
| Ibu | Tun Senaja binti Sri Nara Diraja Tun Ali |
| Pasangan |
|
| Keturunan |
|
| Wangsa | Melaka |
| Dinasti | Melaka |
| Agama | Islam |
Sultan Mahmud Syah adalah raja kedelapan dan terakhir dari Kesultanan Melaka. Ia dipilih sebagai raja menggantikan ayahnya, Ala'uddin Riayat Syah dari Malaka, melangkahi saudaranya yang lebih tua, Munawar Syah.[butuh rujukan]
Pemerintahan Sultan Mahmud Syah atas Malaka berakhir dengan serangan Portugis yang menaklukkan Melaka pada 1511. Mahmud Syah kemudian memindahkan ibu kotanya ke Bintan. Setelah ibu kota di Bintan dibumihanguskan Portugis, Ia kemudian mengundurkan diri ke Kampar, tempat Ia wafat pada 1528.[butuh rujukan]
Putra ke-2 Sultan Mahmud Syah, Ala'uddin Riayat Syah II dari Johor kemudian mendirikan kerajaan baru di Johor. Putra Sulung Sultan Mahmud Syah, Mudzaffar Syah kemudan mendirikan kerajaan baru di Perak.[butuh rujukan]
Pranala luar
- (Melayu) Pemerintah Kelapan Melaka:Sultan Mahmud Syah[pranala nonaktif permanen] Perpustakaan Negara Malaysia
| Didahului oleh: Ala'uddin Riayat Syah |
Sultan Melaka 1477–1511 |
Diteruskan oleh: Ala'uddin Riayat Syah II (sebagai raja dari Dinasti Malaka-Johor) |
Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |