Senin, 21 September 2026
21:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Kabupaten Bintan

Kabupaten Bintan

kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau

Kabupaten Bintan
Transkripsi bahasa daerah
  Abjad Jawiبينتن
  Nama lamaKepulauan Riau
  (Abjad Jawi)كڤولاوان رياو
250px-Coconut_Tree_and_The_Blue-Green_Sea%2C_Pantai_Trikora%2C_Kabupaten_Bintan%2C_Provinasi_Kepri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Pohon_kelapa_di_pinggir_pantai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Dermaga_Speed_Boat_Tanjung_Uban_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Patung_pahlawan_mengangkat_bola_global.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas ke bawah; kiri ke kanan: Pantai Trikora Bintan, Pantai di Lagoi Bintan, Dermaga Tanjung Uban, dan Tanjung Uban
Lambang resmi Kabupaten Bintan
Lambang
Motto: 
Tak berganjak - Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
(Melayu) Tidak tergoyahkan - didukung rasa kebersamaan untuk membangun
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kabupaten_Bintan&revid=29839024&groups=_9d7816187aaeadd8e52260ba2c92b3140f50d82f&parser=parsoid
Peta Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan di Sumatra
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan
Peta Kabupaten Bintan
Tampilkan peta Sumatra
Kabupaten Bintan di Indonesia
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 0°57′00″N 104°37′10″E / 0.95°N 104.61944°E / 0.95; 104.61944
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Riau
Tanggal berdiri29 Maret 1956[1]
Dasar hukumUU No. 33 Tahun 2024[1]
Hari jadi1 Desember 1948;77 tahun lalu (1948-12-01)[2]
Ibu kotaBandar Seri Bentan
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 10
  • Kelurahan: 15
  • Desa: 36
Pemerintahan
  BupatiRoby Kurniawan
  Wakil BupatiDeby Maryanti
  Sekretaris DaerahRonny Kartika
  Ketua DPRDFiven Sumanti
Luas
  Total1.318,21 km2 (508,96 sq mi)
Populasi
  Total184.631
  Kepadatan140/km2 (360/sq mi)
Demografi
  Agama
  BahasaIndonesia (resmi), Melayu
  IPMKenaikan 78,65 (2025)
 tinggi [5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
2102 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 771
Pelat kendaraanBP xxxx B*
Kode Kemendagri21.01 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 537.608.222.000,00- (2020)
Situs webwww.bintankab.go.id

Kabupaten Bintan, sebelumnya dikenal sebagai Kabupaten Kepulauan Riau, adalah salah satu kabupaten di provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu Kota Kabupaten tersebut adalah Bandar Seri Bentan atau biasanya disebut Kecamatan Teluk Bintan. Jumlah penduduk kabupaten Bintan pada akhir 2025 sebanyak 184.631 jiwa.[3][6]

Perubahan nama kabupaten Kepulauan Riau menjadi Kabupaten Bintan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006, tertanggal 23 Februari 2006. Perubahan nama ini bertujuan supaya tidak timbul kerancuan antara provinsi Kepulauan Riau dan kabupaten Kepulauan Riau dalam hal administrasi dan korespondensi sehingga nama kabupaten Kepulauan Riau (Kepri) diganti menjadi kabupaten Bintan.

Kabupaten Bintan saat ini dipimpin oleh Roby Kurniawan. Ia merupakan Bupati Bintan sisa masa jabatan 2021-2024.[7]

Sejarah

Masa Kerajaan Riau Lingga & Melayu Riau

Kabupaten Kepulauan Riau (Bintan) telah dikenal beberapa abad silam di belahan nusantara dan juga di mancanegara. Wilayahnya mempunyai ciri khas terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar di Laut Cina Selatan. Karena itulah, julukan “Bumi Segantang Lada” sangat tepat untuk menggambarkan betapa banyaknya pulau yang ada di daerah ini. Pada kurun waktu 1722-1911, di Kepulauan Riau terdapat dua kerajaan Melayu yang berkuasa dan berdaulat, yaitu Kerajaan Riau Lingga yang pusat kerajaannya berada di Daik dan Kerajaan Melayu Riau dengan pusat pemerintahannya berada di Pulau Bintan.

Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, kedua Kerajaan Melayu tersebut dilebur menjadi satu sehingga menjadi semakin kuat. Wilayah kekuasaannya pun tidak hanya terbatas di Kepulauan Riau saja, tetapi telah meliputi wilayah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir. Pusat kerajaannya berada di Pulau Penyengat dan menjadi terkenal di Nusantara dan kawasan Semenanjung.

Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai Districh Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder Districh Thoarden untuk daerah yang agak kecil. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah Keresidenan yang dibagi menjadi dua Afdelling, yaitu Afdelling Tanjungpinang yang meliputi Kepulauan Riau – Lingga, Indragiri Hilir dan Kateman yang berkedudukan di Tanjungpinang dan sebagai penguasa tunggal dan penanggung jawab dalam Afdelling ini ditunjuk seorang Residen.

Afdelling Indragiri yang berkedudukan di Rengat dan diperintah oleh seorang Asisten Residen (dibawah) perintah Residen. Dalam tahun 1940 Keresidenan ini dijadikan Residente Riau dengan dicantumkan Afdelling Bengkalis (Sumatra Timur) dan sebelum tahun 1945 – 1949 berdasarkan Besluit Gubernur General Hindia Belanda tanggal 17 Juli 1947 No. 9 dibentuk daerah Zelf Bestur (daerah Riau).[butuh rujukan]

Masa Kemerdekaan Indonesia

Berdasarkan Surat Keputusan Delegasi Republik Indonesia, Provinsi Sumatra Tengah tanggal 18 Mei 1950 No. 9/Deprt/1950 menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia, dan Kepulauan Riau diberi status daerah Otonom Tingkat II yang dikepalai oleh Bupati sebagai kepala daerah dengan membawahi empat kewedanan sebagai berikut, masing-masing, Kewedanan Tanjungpinang meliputi wilayah Kecamatan Bintan Selatan (termasuk Kecamatan Bintan Timur, Galang, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur sekarang), Bintan Utara dan Batam.

Kewedanan Karimun meliputi wilayah Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro, Kewedanan Lingga meliputi wilayah Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang, serta Kewedanan Pulau Tujuh meliputi wilayah Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan No. 26/K/1965 dengan mempedomani Instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau tanggal 10 Februari 1964 No. 524/A/194 dan Instruksi No.16/V/1964 dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau tanggal 9 Agustus 1964 No.UP/247/5/1965, tanggal 15 November 1965 No.UP/256/5/1965 menetapkan bahwa, terhitung mulai tanggal 1 Januari 1966 semua daerah Administratif Kewedanan dalam Kabupaten Kepulauan Riau dihapuskan.[butuh rujukan]

Pada tahun 1983, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1983, telah dibentuk Kota Administratif (Kotif) Tanjungpinang yang membawahi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Tanjungpinang Timur, dan pada tahun yang sama sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1983 telah pula dibentuk Kotamadya Batam.

Dengan adanya pengembangan wilayah tersebut, maka Batam tidak lagi menjadi bagian Kabupaten Kepulauan Riau dan menjadi Kotamadya sendiri sejak 24 Desember 1983. Berdasarkan Undang-Undang No. 53 tahun 1999 dan diperbaharui dengan UU No. 13 tahun 2000, Kabupaten Kepulauan Riau dimekarkan lagi menjadi 3 kabupaten yakni, Kabupaten Kepulauan Riau (Bintan), Kabupaten Karimun dan Kabupaten Natuna.

Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No. 5 tahun 2001, terhitung 17 Oktober 2001, Kota Administratif Tanjungpinang ditingkatkan statusnya menjadi Kota Otonom yang terpisah dari Kabupaten Kepulauan Riau dengan memiliki empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Kota dan Bukit Bestari.

Geografi

Kabupaten Bintan terletak antara °00’ Lintang Utara 1°20’ Lintang Selatan dan 104°00’ Bujur Timur 108°30’ Bujur Timur

Pemerintahan

Kepala daerah

Artikel utama: Daftar Bupati Bintan

Bupati Bintan dan wakil bupati Bintan terpilih untuk periode 2021-2024, dimenangkan oleh pasangan Apri Sujadi dan Roby Kurniawan pada pemilihan umum bupati Bintan 2020. Bupati Apri kemudian diberhentikan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2021. Selanjutnya, Roby Kurniawan dilantik menjadi bupati definitif sejak 3 Oktober 2022. Ia dilantik gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang mana Ansar adalah ayah kandung dari Roby Kurniawan.[8] Kemudian wakil bupati selanjutnya dijabat oleh Ahdi Muqsith, yang dilantik Ansar Ahmad, pada 15 September 2023 di gedung daerah Kota Tanjungpinang.[9]

Selanjutnya, pada pemilu 2024, pasangan calon bupati dan wakil bupati, Roby Kurniawan dan Deby Maryanti memenangkan pemilu. Mereka dilantik pada 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta.

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati
3 120px-Roby_Kurniawan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Roby Kurniawan 20 Februari 2025 Petahana 120px-Deby_Maryanti_Wakil_Bupati_Bintan_2025%E2%80%932030.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Deby Maryanti

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Bintan dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[10] 2019–2024[11] 2024–2029
Gerindra 1 Penurunan 0 Kenaikan 3
PDI-P 3 Penurunan 2 Steady 2
Golkar 6 Steady 6 Kenaikan 7
NasDem 1 Kenaikan 4 Penurunan 3
PKS 3 Steady 3 Steady 3
Hanura 2 Penurunan 1 Penurunan 0
PAN 3 Penurunan 1 Steady 1
Demokrat 6 Kenaikan 8 Penurunan 6
Jumlah Anggota 25 Steady 25 Steady 25
Jumlah Partai 8 Penurunan 7 Steady 7

Kecamatan

Kabupaten Bintan memiliki 10 kecamatan, 15 kelurahan dan 36 desa (dari total 70 kecamatan, 141 kelurahan dan 275 desa di seluruh Kepulauan Riau). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 148.658 jiwa dengan luas wilayahnya 1.318,21 km² dan sebaran penduduk 113 jiwa/km².[12][13]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bintan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
21.01.14 Bintan Pesisir 4Desa
21.01.06 Bintan Timur 4Kelurahan
21.01.07 Bintan Utara 41Desa
Kelurahan
21.01.04 Gunung Kijang 13Desa
Kelurahan
21.01.13 Mantang 4Desa
21.01.15 Seri Kuala Lobam 23Desa
Kelurahan
21.01.09 Tambelan 17Desa
Kelurahan
21.01.10 Teluk Sebong 16Desa
Kelurahan
21.01.08 Teluk Bintan 15Desa
Kelurahan
21.01.12 Toapaya 13Desa
Kelurahan
TOTAL10 Kecamatan, 15 Kelurahan dan 36 Desa

Ekonomi

250px-Bintan_Agro_Resort.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bintan Agro Beach Resort, salah satu resor di Pantai Trikora, Bintan

Kabupaten ini memiliki beragam sumber penghasilan seperti bidang pariwisata, industri, perikanan, pertambangan dan peternakan. Dibidang pariwisata, iklim dan kondisi alam yang eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara.

Untuk menarik minat investor, pemerintah setempat telah mengalokasikan lahan seluas 500 ha di Kijang dan 100 ha di Bintan Barat sebagai areal hutan industri dan pengembangan pantai. Pengembangan pariwisata dilakukan dengan bekerja sama dengan Singapura untuk membangun Bintan Utara.

Pada sektor industri, Kabupaten ini mempunyai kawasan industri di Lobam sebagai salah satu hasil dari kerjasama ekonomi antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Industri perikanan juga berperan penting di kabupaten ini dengan didukung oleh luas wilayah perairan.

Pada sektor peternakan, Kabupaten Bintan merupakan daerah yang sangat potensial dalam pengembangan ternak sapi (jenis sapi Bali), kambing, babi, itik dan ayam sebagai penyuplai pasokan bahan pangan asal hewan di Kepulauan Riau, khususnya untuk daerah perkotaan seperti Kijang, Tanjung Uban dan Kota Tanjungpinang.[butuh rujukan]

Referensi

  1. 1 2 "Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2024 tentang Kabupaten Bintan di Provinsi Kepulauan Riau" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-08-07. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-08-19. Diakses tanggal 2024-08-19.
  2. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-31. Diakses tanggal 2023-03-31. {{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 2022-10-21 disarankan
  3. 1 2 3 "Agregrat Penduduk Berdasarkan Pemeluk Agama Provinsi Kepulauan Riau Semester II Tahun 2025". ppid.kepriprov.go.id. Diakses tanggal 3 Mei 2026.
  4. "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 14 Oktober 2024.
  5. "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, 2025". www.kepri.bps.go.id. Diakses tanggal 3 Mei 2026.
  6. "Kabupaten Bintan Dalam Angka2025" (pdf). Badan Pusat Statistik Indonesia. hlm. 161. Diakses tanggal 9 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Gubernur Ansar Lantik Roby Kurniawan Sebagai Bupati Bintan Sisa Masa Jabatan 2021-2024". Pemprov Kepri. 2022-10-03. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-11. Diakses tanggal 2023-01-11.
  8. Hamapu, Alamudin (3 Oktober 2022). "Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Lantik Anaknya Jadi Bupati Bintan". www.detik.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
  9. "Wabup Bintan Dilantik, Bupati Bintan Roby Ajak Saling Bersinergi". mediakepri.co.id. 15 September 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Bintan 2014-2019
  11. Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Bintan 2019-2024
  12. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  13. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan