Jumat, 06 November 2026
00:08 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Rengat, Indragiri Hulu

Rengat, Indragiri Hulu

kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau

Bagikan:
Rengat
Rengat di Indonesia Riau
Rengat
Rengat
Peta lokasi Kecamatan Rengat
Tampilkan peta Indonesia Riau
Rengat di Indonesia
Rengat
Rengat
Rengat (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 0°22′30″S 102°32′49″E / 0.375°S 102.5469°E / -0.375; 102.5469
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
KabupatenIndragiri Hulu
Pemerintahan
 • CamatSutrisno[1]
Luas
 • Total836,24 km2 (322,87 sq mi)
Populasi
 • Total50.266 jiwa
 • Kepadatan60/km2 (200/sq mi)
Kode pos
Kode Kemendagri14.02.01 Suntingan nilai di Wikidata
Desa/kelurahan10 desa
6 kelurahan
Peta interaktif
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Rengat%2C_Indragiri_Hulu&revid=30093351&groups=_4556fe66be0c2dda583889b0b98eb4f6edd28faf&parser=parsoid

Rengat (رڠت) adalah sebuah wilayah Kecamatan dan sekaligus sebagai ibu kota dari Kabupaten Indragiri Hulu, provinsi Riau, Indonesia. Kecamatan Rengat dilalui Sungai Indragiri. Penduduk asli daerah ini adalah Suku Melayu. Di Rengat juga terdapat sebuah tugu dibangun mengenang kepahlawanan seorang bupati yang bernama Tulus (yang juga ayah kandung seorang sastrawan terkenal Chairil Anwar), pada masa Agresi Militer II Belanda ke Indonesia.

Demografi

Penduduk kecamatan Rengat terdiri dari berbagai suku bangsa yaitu suku Melayu, Minang, Jawa, Batak, Banjar, Bugis, Tionghoa, dan beberapa suku lainnya. Ada suku pedalaman Indragiri disebut dengan Suku Talang Mamak yang dahulunya masih bermukim di pedalaman, sampai saat ini masih ada walaupun sudah mulai ada pembauran dengan masyarakat sekitar. Mata pencaharian utama penduduk kecamatan Rengat adalah di sektor pertanian.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, mencatat bahwa masyarakat kecamatan Rengat memiliki beragam agama yang dianut. Adapun persentasi penduduk menurut agama yang dianut adalah Islam sebanyak 96,75%, kemudian agama Kristen sebanyak 1,70%, di mana Protestan 1,19% dan Katolik 0,51%. Selebihnya menganut agama buddha sebanyak 1,55%.[2]

Wisata

Salah satu tempat wisata di Rengat, adalah sebuah danau tempat pemandian keluarga Istana Indragiri yang dikenal penduduk setempat dengan nama Danau Raja. Konon dahulu kala tidak jauh dari danau pemandian keluarga kerajaan Indragiri tersebut terdapat sebuah bangunan Istana kerajaan, yang saat ini telah berada ditengah sungai Indragiri dan kalau di musim kemarau pada waktu debit air sungai surut kita dapat melihat bekas bangunan bagian belakang Istana Indragiri tersebut.

Di era tahun 1980-an, pemerintah daerah Indragiri Hulu bermaksud menjadikan Danau Raja ini sebagai sebuah daerah wisata bagi penduduk sekitar dengan membangun taman bermain untuk anak-anak, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Sayang penggalakan pembangunan tersebut tidak berjalan lama, mengingat jumlah pengunjungnya tidak sesuai target yang diharapkan. Hal ini menyebabkan para pedagang setempat tidak bertahan lama.

Rengat juga dikenal dengan kota "RAJA" ini mungkin disebabkan karena banyaknya keturunan - keturunan dari raja - raja Indragiri terdahulu. Sehingga orang Rengat gampang dikenali walaupun di mana berada asalkan namanya diawali dengan Raja bisa dipastikan berasal dari Rengat, tetapi silsilah keturunan kerajaan Indragiri saat ini tidak jelas lagi.

Transportasi

Salah satu kendaraan khas Rengat yang masih beroperasi sampai sekarang adalah becak. Yang membuat Becak di Rengat berbeda dengan becak yang terdapat di beberapa daerah lain yaitu pada posisi pengayun becak berada di samping penumpang bukan di belakang. Di Rengat juga terdapat dua buah jembatan Sungai Indragiri yang digunakan untuk penyeberangan ke daerah seberang sungai. Banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas ini untuk berolah raga seperti jogging ke daerah seberang yang dikenal bebas polusi. Daerah ini memiliki satu bandar udara yaitu Bandar Udara Japura.

Karena di daerah ini masih terdapat banyak pohon dan kebanyakan penduduknya bermata pencaharian berkebun. Sehingga jika pada musimnya, banyak buah-buahan membanjiri pasar seperti manggis, rambutan, durian, duku, dan lengkeng. Buah khas Rengat adalah Kedondong. Di pusat pasar terdapat sebuah tugu jam dan pahatan buah kedondong di atasnya.

Pembantaian 5 Januari 1949

Lihat pula: Pembantaian Rengat

Tahun 1949, pada zaman Gerakan Revolusi, pasukan payung Belanda membunuh ribuan orang di Rengat.[3] Tepatnya 5 Januari 1949, menjadi hari berkabung di Rengat dan diperingati setiap tahunnya, di mana ada sekitar 2.000 orang meninggal dunia, termasuk bupati yang menjabat saat itu, Tulus. Pada peringatan tanggal 5 Januari 2022, upacara diadakan di halaman rumah dinas bupati Indragiri Hulu, Rezita Meylani Yopi, bersama perangkat pemerintahan serta camat Rengat.[4]

Referensi

  1. ↑ "Camat Rengat Bantah Kabar Pasar Rakyat Rengat akan Ditutup". www.bermadah.co.id. 26 Maret 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2022.
  2. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 12 Januari 2022.
  3. ↑ Anne-Lot Hoek, "Rengat, 1949", Inside Indonesia 125: Juli - Sept 2016
  4. ↑ "Peringati 5 Januari Kota Rengat Bersejarah". mediageser.com. 5 Januari 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2022.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan