Rabu, 21 Oktober 2026
16:27 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Sulfasalazin

Sulfasalazin

senyawa kimia

Bagikan:
Sulfasalazin
250px-Sulfasalazine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangAzulfidine, Lazafin, Salazopyrin, Sulcolon, Sulazine, Sulfitis, dll
Nama lainSulphasalazine, SSZ
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682204
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral
Kelas obatSulfonamides
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas<15%
Waktu paruh eliminasi5-10 jam
Ekskresimetabolit obat ddikeluarkan melalui urin dan feses [4]
Pengenal
  • asam 2-hidroksi-5-[(E)-2-{4-[(piridin-2-yl)sulfamoil]fenil}diazen-1-il]benzoat
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.009.069 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC18H14N4O5S
Massa molar398,39 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
Titik leleh240 hingga 245 °C (464 hingga 473 °F) (dec.)
  • C1=CC=NC(=C1)NS(=O)(=O)C2=CC=C(C=C2)N=NC3=CC(=C(C=C3)O)C(=O)O
  • InChI=1S/C18H14N4O5S/c23-16-9-6-13(11-15(16)18(24)25)21-20-12-4-7-14(8-5-12)28(26,27)22-17-3-1-2-10-19-17/h1-11,23H,(H,19,22)(H,24,25) checkY
  • Key:NCEXYHBECQHGNR-UHFFFAOYSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)
250px-Sulfasalazin.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Obat sulfasalazin dalam kemasan

Sulfasalazin adalah obat antiradang yang digunakan untuk meredakan gejala penyakit radang usus, khususnya kolitis ulseratif. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk menangani artritis reumatoid (radang sendi) yang tidak mampu ditangani oleh pengobatan lain. Sulfasalazin bekerja dengan cara menekan timbulnya peradangan di dalam tubuh. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau kaplet salut enterik yang harus ditelan secara utuh.[5]

Efek

Sulfasalazin mengurangi inflamasi dan mencegah perdarahan yang diakibatkan oleh OAINS (inflamasi non steroid) serta menimbulkan gangguan dalam mekanisme pertahanan mukosa saluran pencernaan. Manfaat sulfalazin dalam pengobatan ileitis atau pada pasien dengan ulkus gaster dalam pengobatan artritis reumatoid yang mendapat pengobatan OAINS jangka panjang telah diketahui. Peran sulfasalazin pada enteropati OAINS masih belum jelas.[6]

Selain itu, efek penggunaan sulfasalazin dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan, demam, gangguan darah (termasuk Heinz body anemia), anemia megaloblastik, reaksi hipersensitivitas (termasuk dermatitis eksfoliatif, nekrolisi epidermal, pruritus, fotosensitivitas, anafilaksis, serum-sickness), komplikasi ocular (termasuk udem periorbital), stomatitis, parotitis, ataksia, meningitis aseptis, vertigo, tinitus, insomnia, depresi, halusinasi, reaksi pada ginjal (termasuk proteinuria, kristal uria, hematuria), oligospermia, dan urin berwarna oranye.[7]

Penggunaan

Sulfasalazin dapat digunakan melalui oral atau melalui mulut, dengan ketentuan sebagai berikut:[7]

  1. Orang dewasa dengan indikasi serangan akut 1-2 g 4 kali sehari sampai terjadi remisi (bila perlu dapat diberi juga kortikosteroid), dilanjutkan ke dosis pemeliharaan 500 mg 4 kali sehari.
  2. Anak usia di atas 2 tahun dengan indikasi serangan akut sebesar 40–60 mg/kg bb sehari dan pemeliharaan 20–30 mg/kg bb/hari.

Sulfasalazin dapat digunakan melalui anus, dalam supositoria. Penggunaan sulfasalazine dapat diinjeksikan melalu anus atau dikombinasikan dengan pengobatan oral dengan dosis 0,5-1 gr pagi dan malam setelah makan. Sebagai enema, 3 gr pada malam hari, dipertahankan sekurang-kurangnya di dalam anus selama 1 jam.[7]

Merk dagang

Merk dagang yang tersedia untuk sulfasalazin yaitu:[7]

  1. Lazafin
  2. Salivon
  3. Sulcolon
  4. Sulfasalazine
  5. Sulfitis

Referensi

  1. ↑ "Sulfasalazine Use During Pregnancy". Drugs.com. 9 November 2018. Diakses tanggal 24 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Sulfasalazine 250mg/5ml Oral Suspension - Summary of Product Characteristics (SmPC)". electronic medicines compendium (emc). 13 September 2019. Diakses tanggal 4 Desember 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Salazopyrin Tablets - Summary of Product Characteristics". electronic medicines compendium (emc). Februari 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Vallerand AH, Sanoski CA, Deglin JH (5 Juni 2014). Davis's drug guide for nurses (Edisi Fourteenth). Philadelphia. ISBN 978-0-8036-4085-6. OCLC 881473728.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Sulfasalazine". Alodokter. 2016-01-07. Diakses tanggal 2019-12-15.
  6. ↑ Mardhiyah, Radhiyatam; Fauzi, Achmad; Syam, Ari Fahrial (2017-01-31). "Diagnosis dan Tata Laksana Enteropati akibat Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)". Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 2 (3): 190. doi:10.7454/jpdi.v2i3.84. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-15. Diakses tanggal 2019-12-15.
  7. 1 2 3 4 "SULFASALAZIN | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-15. Diakses tanggal 2019-12-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan