Minggu, 20 September 2026
13:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Sujono

adalah seorang tentara Indonesia yang gugur dalam peristiwa Bandar Betsy pada tanggal 14 Mei 1965

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Sujono"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Letda Sujono
Informasi pribadi
LahirTidak Di Ketahui
Tidak Di Ketahui
Meninggal14 Mei 1965
AlmamaterAkademi Militer
Penghargaan sipil
20px-Star.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI - KPLB Anumerta
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_letdatni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Dua
SatuanInfanteri
Pangkat terakhirnya adalah Capa Inf., tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dinaikan pangkat 2 tingkat lebih tinggi menjadi Letnan Dua Inf (Anumerta).

Letnan Dua (Anumerta) Sujono adalah seorang tentara Indonesia yang gugur dalam peristiwa Bandar Betsy pada tanggal 14 Mei 1965.

Karier

Beliau merupakan prajurit TNI yang menjaga Perusahaan Perkebunan Negara (PPN)Karet IX Bandar Betsy yang kini namanya berubah menjadi PTPN III Bandar Betsy. Beliau kala itu masih berpangkat Pelda (Pembantu Letnan dua)

Peristiwa Bandar Betsy

Pada tanggal 14 Mei 1965, saat itu Sujono yang masih berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua) bertugas menjaga kebun. Massa pengikut Partai Komunis Indonesia mencoba menduduki berbagai perkebunan milik negara (kini di kenal dengan PTPN), mereka tiba di Bandar betsy dalam upaya perebutan paksa kebun. Pelda Sujono mencoba mempertahankan kebun dengan menahan massa, tetapi ia ditangkap dan kemudian dikeroyok dengan peralatan tani seperti cangkul arit dan lain lain hingga tewas. Ada pendapat yang mengatakan ia disiksa terlebih dahulu lalu dibunuh.[butuh rujukan]

Penghargaan

Untuk mengenang aksi heroik Peltu Sudjono, pemerintah menganugerahkan penghargaan berupa kenaikan pangkat dari sebutan Peltu Sudjono menjadi Letnan Dua (Anumerta) Sudjono dan menggelari Sudjono sebagai Pahlawan Pembangunan.Kemudian dibuatlah Tugu Letda Sudjono pada 1970-an di Kebun Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, dan pada tahun 1997 dibuat pula tambahan patung 7 Pahlawan Revolusi di belakangnya dengan latar ornamen Garuda Pancasila. Letda Sujono juga di abadikan sebagai nama jalan di kota Medan.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan