Minggu, 08 November 2026
08:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Sujono

adalah seorang tentara Indonesia yang gugur dalam peristiwa Bandar Betsy pada tanggal 14 Mei 1965

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Sujono" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Letda Sujono
Informasi pribadi
LahirTidak Di Ketahui
Tidak Di Ketahui
Meninggal14 Mei 1965
AlmamaterAkademi Militer
Penghargaan sipil
20px-Star.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI - KPLB Anumerta
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_letdatni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Dua
SatuanInfanteri
Pangkat terakhirnya adalah Capa Inf., tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dinaikan pangkat 2 tingkat lebih tinggi menjadi Letnan Dua Inf (Anumerta).

Letnan Dua (Anumerta) Sujono adalah seorang tentara Indonesia yang gugur dalam peristiwa Bandar Betsy pada tanggal 14 Mei 1965.

Karier

Beliau merupakan prajurit TNI yang menjaga Perusahaan Perkebunan Negara (PPN)Karet IX Bandar Betsy yang kini namanya berubah menjadi PTPN III Bandar Betsy. Beliau kala itu masih berpangkat Pelda (Pembantu Letnan dua)

Peristiwa Bandar Betsy

Pada tanggal 14 Mei 1965, saat itu Sujono yang masih berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua) bertugas menjaga kebun. Massa pengikut Partai Komunis Indonesia mencoba menduduki berbagai perkebunan milik negara (kini di kenal dengan PTPN), mereka tiba di Bandar betsy dalam upaya perebutan paksa kebun. Pelda Sujono mencoba mempertahankan kebun dengan menahan massa, tetapi ia ditangkap dan kemudian dikeroyok dengan peralatan tani seperti cangkul arit dan lain lain hingga tewas. Ada pendapat yang mengatakan ia disiksa terlebih dahulu lalu dibunuh.[butuh rujukan]

Penghargaan

Untuk mengenang aksi heroik Peltu Sudjono, pemerintah menganugerahkan penghargaan berupa kenaikan pangkat dari sebutan Peltu Sudjono menjadi Letnan Dua (Anumerta) Sudjono dan menggelari Sudjono sebagai Pahlawan Pembangunan.Kemudian dibuatlah Tugu Letda Sudjono pada 1970-an di Kebun Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, dan pada tahun 1997 dibuat pula tambahan patung 7 Pahlawan Revolusi di belakangnya dengan latar ornamen Garuda Pancasila. Letda Sujono juga di abadikan sebagai nama jalan di kota Medan.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan