Minggu, 20 September 2026
20:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sugar Group Companies

Sugar Group Companies

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Sugar Group Companies"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Maret 2025)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Sugar Group Companies"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Sugar Group Companies
120px-Sugar_Group_Companies.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IndustrI[[[PERKEBUNAN]]
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Gunawan Yusuf
Purwanti Lee Couhault
ProdukGula Pasir
Etanol
MerekGulaku
GPM
ILP
SIL
Layanan
PemilikMakindo Sekuritas

Sugar Group Companies adalah produsen gula di Provinsi Lampung, Indonesia. Kegiatan operasionalnya mencakup setiap aspek produksi gula mulai dari penanaman tebu, pemanenan, pemurnian, pengemasan, pendistribusian, hingga pemasaran. Perusahaan ini memproduksi gula pasir merek Gulaku.

Sejarah

Sugar Group Companies yang juga dikenal sebagai SGC, terdiri dari empat perusahaan yang memproduksi gula dan etanol. Sejak didirikan pada tahun 1983 di Lampung, SGC telah berhasil mengembangkan dan menumbuhkan kapabilitasnya sebagai industri perkebunan tebu.[1]

Produk

Sugar Group Companies memproduksi gula pasir dengan empat merek yang berbeda, yaitu Gulaku, GPM, ILP, dan SIL.

Produk gula pasir merek Gulaku tersedia dengan bungkus kemasan berwarna hijau dan kuning. Kemasan Gulaku berwarna hijau diproduksi oleh PT Sweet Indolampung, isi kemasannya berupa gula pasir berwarna putih yang berarti gula tersebut diproduksi dengan melalui tahap pemurnian untuk menghilangkan molase yang berupa zat berwarna gelap dari hasil ekstraksi sari tebu. Sedangkan kemasan Gulaku berwarna kuning diproduksi oleh PT Gula Putih Mataram, isi kemasannya berupa gula pasir berwarna putih kecoklatan, adanya warna coklat pada gula tersebut berarti gula diproduksi tanpa menghilangkan kandungan molase.[2] Gulaku juga pernah memproduksi kemasan gula pasir dengan ukuran stick,[3] dan gula pasir kemasan menggunakan karakter animasi Hello Kitty.[4] Kedua produk tersebut sama-sama diproduksi oleh PT Sweet Indolampung.

Selain memproduksi gula pasir merek Gulaku, Sugar Group Companies memproduksi gula pasir kemasan karung dengan menggunakan merek dari singkatan nama ketiga anak perusahaannya sendiri, seperti gula pasir karung merek GPM (produksi PT Gula Putih Mataram), ILP (produksi PT Indolampung Perkasa), dan SIL (produksi PT Sweet Indolampung).

Referensi

  1. Sejarah Perusahaan https://www.sugargroupcareers.com/about-us
  2. "Perbedaan Gulaku kuning dan hijau, bagus mana". azhima.id. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  3. "Gulaku Stick". padiumkm.id. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  4. "Gulaku". x.com. Diakses tanggal 30 Maret 2025.


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan