Minggu, 20 September 2026
22:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Suara Muhammadiyah

Majalah

Suara Muhammadiyah
KategoriMajalah Islam
FrekuensiDua bulanan
PenerbitPimpinan Pusat Muhammadiyah
Terbitan pertama1915
PerusahaanPT Syarikat Cahaya Media
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia
Situs websuaramuhammadiyah.id
ISSN0215-7381

Suara Muhammadiyah (disingkat SM) adalah majalah yang diterbitkan oleh organisasi pergerakan Islam Muhammadiyah sejak tahun 1915.[1] Majalah ini merupakan salah satu media massa tertua di Indonesia yang pernah terbit dan tak pernah berhenti terbit hingga kini.[2][3]

SM memuat berbagai artikel yang mengandung unsur-unsur pendidikan, ajaran Islam, sosial, ekonomi, dan pengetahuan umum. Majalah ini turut berperan pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia.[2][3]

Sejarah

250px-Front_Page_of_Soeara_Moehammadijah_May_18_1931.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hasil digitalisasi majalah Suara Muhammadiyah 18 Mei 1931 koleksi Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau oleh Wikimedia Indonesia.

Terbit pertama kali di Yogyakarta pada 1915, tiga tahun setelah Muhammadiyah didirikan oleh Ahmad Dahlan. Awalnya, SM hadir sebagai majalah bulanan dengan bahasa Jawa di bawah pengelaan Bagian Taman Pustaka Hoofdbestuur (HB) Muhammadiyah Yogyakarta. SM terbit sebulan sekali setiap tanggal 1. Pada awal penerbitannnya, SM mengusung slogan "memuat keterangan tentang agama Islam" dan "keterangan lain-lainnya yang perlu".[2][3]

Pemimpin redaksi SM pertama adalah Haji Fachrodin dengan jajaran redaksi yang terdiri dari Ahmad Dahlan, H.M. Hisjam, R.H. Djalil, M. Siradj, Soemodirdjo, Djojosugito, dan R.H. Hadjid. Adapun urusan administrasi ditangani oleh H.M. Ma’roef dan Achsan B. Wadana.[2]

Pada 1922, SM mulai menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Setahun berikutnya, SM sudah sepenuhnya mengadopsi bahasa Melayu yang kala itu merupakan salah satu wujud dukungan terhadap emansipasi sosial-politik pribumi dan sikap anti-kolonialisme Belanda. Pada 1924, SM memperkenalkan kata “Indonesia” dalam sebuah tulisannya. Berikutnya, lewat sebuah tajuk pada 1933, redaktur SM menyeru para anggotanya untuk mulai melazimkan pemakaian bahasa Indonesia, terutama di forum resmi. SM menyinggung suasana kongres Muhammadiyah pada tahun tersebut yang sebagian pesertanya masih berkomunikasi dengan bahasa Jawa.[2][3]

Saat ini, SM terbit dalam versi digital dan cetak setiap dua bulan sekali dengan mengusung slogan “Meneguhkan dan Mencerahkan”. SM dikelola oleh kader Muhammadiyah yang tergabung dalam PT Syarikat Cahaya Media dengan Direktur Utama Deni Asy’ari.[4][5]

Penghargaan

Museum Rekor Indonesia mencatatkan SM sebagai "Majalah Islam yang Terbit Berkesinambungan Terlama" pada 11 Oktober 2016. Pada 30 Agustus 2017, SM mendapatkan Penghargaan Serikat Perusahaan Pers untuk kategori "Salah Satu Majalah Tertua Di Indonesia".[3][5]

Dalam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang pada 9 Februari 2018, SM mendapatkan penghargaan dari Panitia Pusat HPN untuk kategori Kepeloporan sebagai Media Dakwah Perjuangan Kemerdekaan RI dalam Bahasa Indonesia.[3][6]

Lihat pula

Referensi

  1. "Tentang Suara Muhammadiyah - Suara Muhammadiyah". web.suaramuhammadiyah.id. 2020-04-02. Diakses tanggal 2024-02-26.
  2. 1 2 3 4 5 Administrator (2015-07-04). "Seabad 'Soeara Moehammadijah'". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-10-22.
  3. 1 2 3 4 5 6 Muhammad Yuanda Zara. "Suara Muhammadiyah dan Jurnalisme Kaum Modernis". tirto.id. Diakses tanggal 2020-10-22.
  4. "Tentang Suara Muhammadiyah". Suara Muhammadiyah. 2020-04-03. Diakses tanggal 2020-10-22.
  5. 1 2 "Suara Muhammadiyah dan Hari Pers Nasional". Republika Online. 2018-02-06. Diakses tanggal 2020-10-22.
  6. "SM Raih Penghargaan Prestisius di Hari Pers Nasional 2018". Suara Muhammadiyah. 2018-01-27. Diakses tanggal 2020-10-22.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan