Minggu, 20 September 2026
20:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Stasiun Pyongyang

Stasiun Pyongyang

stasiun kereta api di Korea Utara

Infotaula de geografia políticaStasiun Pyongyang
stasiun kereta api Suntingan nilai di Wikidata
330px-Pyongyang-Railway-Station-2014.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Pyongyang&revid=28603615&groups=_4759ce1e05853ebf61c145adc9b2ea12c1f58602&parser=parsoidKoordinat: 39°0′17″N 125°44′11″E / 39.00472°N 125.73639°E / 39.00472; 125.73639 
Negara berdaulatKorea Utara
KotaPyongyang
Guyok of North Korea (en) TerjemahkanChung-guyŏk Suntingan nilai di Wikidata
NegaraKorea Utara Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
Pembuatan1906 Suntingan nilai di Wikidata
Peresmian1906 Suntingan nilai di Wikidata

Stasiun Pyongyang (dalam Bahasa Korea: 평양역) adalah stasiun kereta pusat kota Pyongyang, Korea Utara.[1]

Informasi umum

Stasiun Pyongyang adalah awal mula Jalur P'yongbu dan P'yongui. Kedua jalur tersebut diambil dari Jalur Kyongbu dan Kyongui yang diatur ulang untuk mengakomodasi perubahan ibu kota dari Seoul ke Pyongyang. Jalur P'yongui berjalan dari Pyongyang hingga Sinuiju, sementara Jalur P'yongbu seharusnya berjalan melalui Seoul hingga Busan, tetapi jalur ini berakhir di Kaesong. Stasiun ini juga melayani Jalur P'yongnam, yang berjalan dari Pyongyang hingga Namp'o, serta Jalur P'yongdok, dari Pyongyang ke Kujang.[butuh rujukan]

Hubungan

250px-Beijing_to_Pyongyang_train.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta Beijing-Pyongyang, bergambar emblem Tiongkok

Stasiun Pyongyang adalah stasiun utama di Korea Utara dan stasiun ini terhubung dengan kebanyakan kota di Korea Utara, di antaranya Chongju, Sinuiju, Namp'o, Sariwon, Kaesong, Wonsan, Hamhung, dan Rason. Selain rute domestik, stasiun ini pun melayani rute internasional, seperti Beijing dan Moskwa, yang tersedia melalui kereta malam. Setiap hari ada kereta penumpang menuju kota perbatasan Tiongkok, Dandong. Sekarang ini tidak ada kereta yang dijadwalkan menuju Seoul (yang berjarak sekitar 250 km) karena pemisahan Korea.[butuh rujukan]

Koneksi transit lokal dapat dibuat di stasiun ini melalui Stasiun Ryongwang milik Pyongyang Metro (di Jalur Ch'ollima), dan melalui Jalur 1 dalam sistem tram Pyongyang.[butuh rujukan]

Struktur

Stasiun ini awalnya dibangun pada tahun 1920-an. Saat Perang Korea, struktur asli stasiun ini dihancurkan dan kemudian dibangun ulang pada tahun 1958[2] dalam gaya arsitektur sosialis. Stasiun yang kini ada memiliki tiga lantai di atas lantai ground dan bawah tanah.[2] Pada lantai ground terdapat meja pembelian tiket khusus untuk karyawan pemerintah. Di lantai satu terdapat sebuah ruang tunggu, toilet, meja pembelian tiket dan akses kereta. Di lantai dua terdapat kantor untuk staf, dan lantai tiga berisi kantor pimpinan stasiun. Terdapat lima peron, dan peron 1 adalah yang paling luas.[butuh rujukan]

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan