Sabtu, 24 Oktober 2026
09:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Stasiun Purwonegoro

Stasiun Purwonegoro

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Purwonegoro
Purwonegoro+157 m
330px-Stasiun_Purwonegoro_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Purwonegoro yang berubah menjadi toko bahan bangunan, 2024. Bangunan utama stasiun tertutup bangunan kayu.
Nama lainStasiun Purwanegara
Lokasi
Koordinat 7°26′02″S 109°33′45″E / 7.4339661°S 109.5626318°E / -7.4339661; 109.5626318
Ketinggian+157 m
Operator
Letak
km 68+633 lintas Maos–Purwokerto Timur–Banjarnegara–Wonosobo[1]
Jumlah jalur3
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
Dibuka18 Mei 1898
Ditutup1986 (pascaproyek PLTA Mrica)
Diagram lintasan stasiun
ke Mandiraja
ke Gumiwang
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.4339661,109.5626318,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Purwonegoro&revid=28239168&groups=_5ab7de3e899c83c066c101b66363425953613d6f&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Purwonegoro (PRW) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Purwonegoro, Purwanegara, Banjarnegara; pada ketinggian +157 m,[3] termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset V Purwokerto. Stasiun ini berlokasi di pusat kecamatan; terletak persis di sisi utara Jalan Nasional Rute 15 yang menghubungkan Banyumas dengan Wonosobo.

Stasiun ini dibuka bersama dengan jalur kereta api segmen Purwareja–Banjarnegara. Jalur ini dibuka pada tanggal 18 Mei 1898.[4] Akan tetapi, jalur kereta api dan stasiun-stasiunnya telah dinonaktifkan sejak 1978 untuk pelayanan penumpang karena prasarana yang tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Setelah nonaktif untuk penumpang, stasiun ini sempat diaktifkan untuk stasiun operasi persilangan KA angkutan bahan bangunan PLTA Mrica hingga proyek tersebut hampir rampung pada 1986, serta membangun sepur simpang yang terletak di antara Halte Gumiwang dan Halte Binorong, dan pemberhentian kereta api di Stasiun Mantrianom.[5]

Kini Stasiun Purwonegoro dijadikan sebagai toko bahan bangunan dan kayu. Berdasarkan Buku Ikhtisar Lintas Jawa yang diterbitkan oleh Perumka tahun 1992, semasa aktifnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.[6]

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa. hlm. 12-127.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Serajoedal Stoomtram Maatschappij (1917). Verslag der Serajoedal Stoomtram Maatschappij. SDS.
  5. ↑ Mediatama, Grahanusa (2016-01-19). "KAI aktifkan kembali rute Purwokerto-Banjarnegara". PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Diakses tanggal 2024-09-11.
  6. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa. hlm. 12-127.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Mandiraja
menuju Purwokerto
Purwokerto–Wonosobo Gumiwang
menuju Wonosobo


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Tengah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan