Sabtu, 24 Oktober 2026
01:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Stasiun Kadokangabus

Stasiun Kadokangabus

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Kadokangabus

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_KAB.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Kedokangabus.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Kadokangabus
Nama lainStasiun Dokbus, Kedokangabus, Kedokan Gabus
Lokasi
Koordinat 6°27′51″S 108°6′31″E / 6.46417°S 108.10861°E / -6.46417; 108.10861
Ketinggian+15 m
Operator
Letak
Jumlah peronTiga peron pulau yang agak tinggi (bangunan stasiun berada di antara jalur 1 dan jalur 2)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananHanya untuk penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Nama sebelumnyaHalte Kadokangabus
Fasilitas dan teknis
FasilitasToilet 
Diagram lintasan stasiun
ke Cilegeh
Jl. PU. Desa Kedokangabus
ke Terisi
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.4641666666667,108.10861111111,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Kadokangabus&revid=29139170&groups=_c04792f5eed4617430ee4ddfcd462fc3337149c9&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Kadokangabus (KAB)[a] adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kedokangabus, Gabuswetan, Indramayu. Stasiun yang terletak pada ketinggian +15 m ini termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon.

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dan sepur badug menyambung di jalur 1.[3] Sejak beroperasinya jalur ganda segmen Haurgeulis–Telagasari per 8 Januari 1997,[4] jalur 1 baru stasiun dibangun tepat di depan pintu masuk asli stasiun sehingga saat ini Stasiun Kadokangabus dapat dipandang sebagai stasiun pulau. Saat ini stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus, dan bangunan stasiun diapit jalur 1 dan 2.

Saat ini tidak ada layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api.

Insiden

Pada tanggal 14 Juli dan 4 September 1952, sebuah pos TNI, yang terletak sekompleks dengan Stasiun Kadokangabus, dua kali diserang gerombolan sehingga terjadi baku tembak antara TNI dengan gerombolan bersenjata antara pukul 01.30 hingga 02.30 dini hari. Pada malam harinya, baku tembak terjadi lagi hingga pukul 21.30; menyebabkan seorang personel TNI tertembak dan menyebabkan kawat sinyal mekanik terputus. Pelakunya diyakini gerombolan terafiliasi dengan DI/TII.[5]

Pada tanggal 30 Mei 2003, kereta api Fajar Utama Semarang anjlok di emplasemen Stasiun Kadokangabus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.[6]

Catatan kaki

  1. ↑ Diucapkan sebagai Kedokan Gabus

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Ikhtisar Lintas dan Emplasemen. Bandung: Perumka. 1992. hlm. 06–055.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Merayap Pasti Merebut Kepercayaan". Warta Ekonomi. IX (46–52): 37. 1998.
  5. ↑ Djawatan Penerangan Republik Indonesia (1953). Propinsi Djawa-Barat. hlm. 341–342.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Liputan6.com. "KA Fajar Utama Anjlok Lagi". Liputan6.com. Diakses tanggal 2018-05-05.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cilegeh
menuju Cikampek
Cikampek–Cirebon–Kroya
Cikampek–Cirebon
Terisi
menuju Cirebon


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan