Kamis, 01 Oktober 2026
16:41 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Surapadma

Surapadma

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
Surapadma
സുരപത്മ
Shurapadman, kepala klan Asura yang perkasa
Informasi dalam cerita
AnakBanukopan

Surapadma (Dewanagari: शूरपद्मा; ,IAST: śūrapadmā, शूरपद्मा),(Tamil: சூரன் IAST: Cūran) adalah nama seorang asura dalam mitologi Hindu, keturunan Resi Kasyapa dan Surasa. Ia ditaklukkan oleh dewa perang Kartikeya (Murugan), kemudian nyawanya diampuni dan diberi kehormatan untuk menjadi wahana sang dewa, yaitu merak. Ia merupakan saudara Singamuka dan Tarakasura.[1] Putra sulungnya bernama Banukopan.[2] Nama Surapadma merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata—Cura (dari bahasa Proto-Tamil) dan Padma (Sanskerta).[3]

Mitologi

Surapadma merupakan salah satu putra Bajrangga, seorang asura dengan Waranggi, seorang bidadari. Surapadma melakukan tapa brata yang sangat lama ke hadapan Dewa Siwa. Sebagai pahalanya, ia mendapat anugerah bahwa tiada seorang pun yang dapat mengalahkan maupun membunuhnya, kecuali putra Siwa yang terlahir tanpa hubungan asmara antara Siwa dengan pasangannya. Anugerah tersebut berakibat buruk, karena Surapadma memanfaatkannya untuk menaklukkan dunia. Ia mendirikan ibu kota kerajaannya di Wira Mahendrapuri, dua mil dari samudra, dan membagi wilayah kekuasaannya kepada para saudaranya. Pada suatu ketika, lengan saudarinya dipotong oleh penjaga gerbang Swargaloka karena memaksa permaisuri Indra untuk menjadi selir Surapadma. Kejadian itu membuat Surapadma murka, sehingga ia menaklukkan Swarga, lalu memenjarakan para dewata.

Akhirnya Siwa menciptakan seorang putra bernama Kartikeya—yang juga dikenal dengan nama Murugan—dari api mata ketiganya. Anak tersebut sangat tampan, selain trengginas dan terampil dalam ilmu peperangan. Ia memimpin pasukan menuju Wira Mahendrapuri, dengan laskar Wirabagu bersaudara. Tarakasura—adik Surapadma yang memimpin wilayah kerajaan yang terluar—berhadapan dengan Kartikeya, tetapi akhirnya gugur dalam pertempuran. Kartikeya pun membantai banyak pasukan Surapadma, dan hampir membunuh Singamuka, tetapi nyawanya diampuni dan diberi kesempatan untuk menjadi wahana sang dewa berupa singa.

Karena Surapadma bersikeras untuk tidak menyerah, Kartikeya pun terus menggempurnya hingga ia kehilangan seluruh senjata dan pasukannya. Pada akhirnya, Kartikeya mengalahkan Surapadma dengan senjata vel-nya. Surapadma memohon agar nyawanya diampuni, dan Kartikeya memenuhi permintaannya. Sebagai gantinya, Kartikeya meminta agar Surapadma bersedia menjadi wahananya. Surapadma pun menyanggupinya, lalu ia diubah menjadi merak untuk selamanya.

Kekalahan Surapadma diperingati sebagai Surasanggaram. Festival itu terutama dirayakan di India Selatan, khususnya Tiruchendur yang konon merupakan bekas medan pertempuran terakhir antara Surapadma melawan Kartikeya.

Referensi

  1. ↑ Parmeshwaranand, Swami (2001). Encyclopaedic Dictionary of Puranas. Sarup & Sons. hlm. 38. ISBN 8176252263.
  2. ↑ Sivkishen (2015). Kingdom of Shiva. Diamond Pocket Books Pvt Ltd. hlm. 644. ISBN 9788128830280.
  3. ↑ W. Clothey, Fred (1978). The Many Faces of Murukan̲: The History and Meaning of a South Indian God. Walter De Gruyter. hlm. 170. ISBN 9789027976321.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan