Minggu, 04 Oktober 2026
22:40 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Bajrangga

raksasa dalam mitologi Hindu

Bagikan:

Dalam mitologi Hindu, Bajrangga (Sanskerta: वज्राङ; Vajrāṅga) adalah nama seorang Detya, putra Diti dan Kasyapa.

Mitologi

Ia dinamai Bajrangga karena memiliki tubuh sekuat Bajra, senjata Dewa Indra. Diti melakukan tapa selama sepuluh ribu tahun untuk melahirkan Bajrangga. Setelah Bajrangga dilahirkan ia ditugaskan untuk membunuh Indra, sebagai pembalasan terhadap kematian para Detya di tangan Indra. Bajrangga melaksanakan tugas tersebut dengan berhasil.

Saat Bajrangga hendak membunuh Indra, Dewa Brahma dan Resi Kasyapa datang mencegahnya. Mereka meminta Bajrangga mengurungkan niatnya sebab kematian Indra akan menyengsarakan dunia. Bajrangga menuruti perintah mereka sebab Brahma adalah dewa pencipta, sedangkan Resi Kasyapa adalah ayahnya.

Dewa Brahma menciptakan wanita cantik untuk dinikahkan kepada Bajrangga. Wanita tersebut diberi nama Waranggi. Setelah menikah, Bajrangga memutuskan untuk melaksanakan tapa selama bertahun-tahun ke dalam hutan. Bertahun-tahun kemudian, Bajrangga kembali pulang. Tak berapa lama kemudian, ia memutuskan untuk bertapa lagi, tetapi kali ini dilakukannya di bawah permukaan air dan berlangsung selama ribuan tahun. Selama Bajrangga bertapa di dalam air, Waranggi dengan setia menunggunya di pertapaan mereka. Waranggi pun ikut bertapa. Melihat keadaan tersebut, Indra memutuskan untuk mengganggu tapa Waranggi. Ia merusak pertapaan Waranggi dan mengguyurnya dengan hujan lebat, diselingi badai petir. Seribu tahun kemudian, Bajrangga kembali ke pertapaannya dan mendapati bahwa istrinya tertimpa kemalangan, demikian juga tempat tinggalnya. Setelah melihat keadaan tersebut, ia sangat membenci Indra.

Untuk membalas dendam atas kemalangan yang menimpa istrinya, Bajrangga memutuskan untuk melakukan tapa yang lebih berat lagi. Ia melakukannya agar memperoleh seorang putra yang bisa menaklukkan Indra. Karena tapa yang dilakukannya amat khusuk, Brahma bersedia muncul ke hadapannya dan mengabulkan keinginannya. Seribu tahun kemudian, Waranggi melahirkan seorang putra. Kelahirannya ditandai dengan bencana alam di bumi. Anak tersebut diberi nama Taraka. Setelah dewasa, ia diangkat menjadi raja para raksasa.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan