| Nama lokal: | |
|---|---|
Citra Landsat dari Sokotra | |
| Geografi | |
| Lokasi | Di antara Terusan Guardafui dan Laut Arab |
| Koordinat | 12°30′36″N 53°55′12″E / 12.51000°N 53.92000°E / 12.51000; 53.92000 |
| Kepulauan | Sokotra |
| Luas | 3.796 km2 |
| Panjang | 132 km |
| Lebar | 50 km |
| Titik tertinggi | Mashanig, Pegunungan Hajhir (1.503 m) |
| Pemerintahan | |
| Negara | |
| Kegubernuran | Kepulauan Sokotra |
| Ibu kota dan kota terbesar | Hadibu(8.545 jiwa) |
| Kependudukan | |
| Penduduk | 60.000 jiwa |
| Kepadatan | 11.3 jiwa/km2 |
| Kelompok etnik | Yaman: sebagian besar Soqotri; minoritas Hadharem, dan Mahris |
Sokotra,[a] yang secara lokal dikenal sebagai Saqatri,[b] adalah sebuah pulau di Yaman yang terletak di Samudra Hindia. Pulau ini berada di antara Teluk Aden, Terusan Guardafui, dan Laut Arab, serta terletak di dekat jalur pelayaran utama. Sebagai pulau terbesar di antara enam pulau yang membentuk Kepulauan Sokotra, pulau ini mencakup sekitar 95% dari luas daratan kepulauan tersebut. Pulau ini terletak 380 kilometer di selatan Semenanjung Arab dan 232 km di timur Tanduk Afrika.[1] Secara budaya dan administratif, pulau ini merupakan bagian dari Yaman, namun secara geografis pulau ini termasuk ke dalam benua Afrika, karena pulau ini merupakan fragmen benua yang secara geologis terhubung dengan Lempeng Somalia. Penduduk pulau ini disebut Soqotri, dan mereka berbicara dalam bahasa Arab dan Soqotri.
Sokotra memiliki keunikan karena menjadi habitat bagi sejumlah besar spesies endemik; sepertiga dari flora di pulau ini tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Karena kondisi geografisnya yang tidak biasa, pulau ini sering digambarkan sebagai "tempat yang tampak paling asing di Bumi".[1] Pulau ini memiliki panjang 132 km dan lebar maksimum 42 km.[2] Pada tahun 2008, Sokotra diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.[3]
Flora dan fauna
Pulau Sokotra yang terpencil dihuni oleh 1.142 spesies endemik: flora dan fauna yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Berbagai spesies ini telah menyesuaikan diri dengan rentang suhu, tingkat kelembapan, dan ketinggian (secara unik beradaptasi terhadap panas, gersang dan kerap disapu angin).[4] Pegunungan Haghier merupakan tempat yang menarik dihuni oleh seratus spesies endemik.[5]
Flora
Lambang botanis sokotra, pohon suji darah, cabangnya menghadap ke atas untuk menyerap lembap dari kabut di dataran tinggi.[4] Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno memanfaatkan kekayaan alam Sokotra seperti: getah aromatis (kemenyan), sari lidah buaya yang berkhasiat, dan getah merah darah dari pohon suji darah yang digunakan sebagai obat dan bahan pewarna karya para seniman. Dorstenia gigas, pohon ara berbentuk bulat, myrrhs, dan lidah buaya langka serta sederet tumbuhan endemik lainnya tumbuh di bebatuan merah di tebing Maalah dekat desa Qulansiyah, di ujung barat Sokotra.
Fauna
Pulau ini banyak dijaga ular-ular besar penghuni gua-gua di Sokotra. Chamaeleo monachus (bunglon) hanya ditemukan di Sokotra. Penduduk setempat percaya bahwa bunglon tersebut ajaib. Konon orang yang mendengar desisnya bisa menjadi bisu.[4] Keong darat memanjat pohon untuk menghindari panas di Dataran Zahr yang tandus di Sokotra. Burung dendang laut cokelat (Sula leucogaster) banyak terdapat di pantai barat Sokotra dan berkembang biak di Sokotra atau pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Kepiting air tawar (Suqutrapotamon socotrensis) hanya terdapat di pulau Sokotra dan menjadi mata rantai tertinggi makanan air.
Galeri
- Pemandangan terkenal lain
- Dixam
- Qlinsia
- Nawjad
- Ar'ar
Referensi
- 1 2 Brown & Mies 2012, hlm. 6.
- ↑ Abrams, Avi (4 September 2008). "The Most Alien-Looking Place on Earth". DarkRoastedBlend.com. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Oktober 2012. Diakses tanggal 30 Agustus 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "EU to protect Socotra archipelago environment". SabaNews.net. Yemen News Agency. 15 April 2008.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 "National Geographic Indonesia Vol 8 No. 6 Juni 2012 hal. 110-114". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-24. Diakses tanggal 2021-05-25.
- ↑ "National Geographic Indonesia Vol 8 No. 6 Juni 2012 hal. 118-119". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-24. Diakses tanggal 2021-05-25.
Pranala luar
- "Socotra Conservation and Development Programme". UNDP. Sana'a, Yemen: SCDP, Republic of Yemen. 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-03-01. Diakses tanggal 2009-11-09.
- LA Times photogallery of 11 images with descriptions, June 2009
- Royal Botanic Garden, Edinburgh: Soqotra's Misty Future Diarsipkan 2003-12-27 di Wayback Machine.. (See page 5 for information ons dragons' blood).
- Global organisation of Friends for Soqotra in any aspect based in Edinburgh, Scotland.
- Carter, Mike. The land that time forgot The Observer. Sunday April 16, 2006.
- A Historical Genealogy of Socotra as an Object of Mythical Speculation, Scientific Research & Development Experiment Diarsipkan 2006-08-06 di Wayback Machine.
- Burdick, Alan (25 Maret 2007). "The Wonder Land of Socotra, Yemen". The New York Times.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - SCF Organisation. Diarsipkan 2004-02-11 di Wayback Machine.
- An article in T Style Magazine - NYTimes
- The Most Alien-looking Place on Earth
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Geografis | |
- ↑ /səˈkoʊtrə,soʊ-,ˈsɒkətrə/; Arab: سُقُطْرَىٰ Suquṭrā
- ↑ Soqotri: ساقطْري, alih aksara: Sāqaṭri