Senin, 21 September 2026
04:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Simpati

suatu proses kejiwaan di mana seorang individu merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya yang sedemikian rupa.

Untuk merek Telkomsel, lihat Simpati (Telkomsel).

Simpati atau nuraga[1] adalah suatu proses kejiwaan di mana seorang individu merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya yang sedemikian rupa.[2] Simpati melibatkan proses evaluasi atau penilaian sebelum menentukan tertarik atau tidak, sehingga merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain itu akan menjadi emosi yang sangat mendalam. Bentuk dari simpati juga dapat berupa dukungan yang dilakukan secara spontan karena merupakan hasil dari tanggapan tertarik yang datangnya tidak bisa diduga-duga.[3]

Dibandingkan dengan rasa kasihan, simpati menyiratkan rasa kesamaan yang lebih besar bersama dengan keterlibatan pribadi yang lebih mendalam. Dalam keadaan emosional, simpati merupakan kumpulan dari afinitas sosial di mana satu orang berdiri dengan orang lain, sangat memahami perasaannya. Simpati ada ketika perasaan atau emosi seseorang dipahami dan dihargai secara mendalam oleh orang lain.[4]

Prinsip

Perasaan merupakan faktor penting dalam proses simpati, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Di dalam proses simpati terdapat keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukannya dianggap lebih tinggi dan harus dihormati karenaa mempunyai kelebihan atau kemampuan tertentu yang patut dijadikan contoh tanpa harus menjadi seperti orang tersebut. Hal ini merupakan perbedaan yang mendasar antara simpati dan identifikasi. Proses simpati dapat berkembang di dalam suatu keadaan yang faktor saling mengertinya sudah terjamin.[5] Selain itu, faktor simpati muncul bukan dari pemikiran yang logis rasional tetapi berdasarkan penilaian perasaan, sebagaimana dalam proses identifikasi. Orang tiba-tiba merasa tertarik kepada orang lain bukan karena salah satu ciri tertentu, tetapi karena keseluruhan cara tingkah laku orang lain tersebut.[6]

Penumbuhan sikap

Simpati termasuk dalam bentuk suatu sikap positif yang ditunjukkan oleh seseorang yang muncul dari lubuk hati yang paling dalam untuk ikut merasakan bagaimana beban derita, musibah, kesedihan, dan kepiluan yang sedang dirasakan oleh orang lain. Komunikasi dapat juga digunakan untuk menumbuhkan rasa simpati seseorang kepada orang lain. Berbagai cara untuk menumbuhkan rasa simpati seseorang kepada orang lain antara lain dapat dilakukan dalam bentuk dukungan moril, bantuan dana, obat-obatan, aneka barang kebutuhan pokok, perlengkapan rumah, perlengkapan penerangan, bahan bangunan, dan menjadi sukarelawan.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. "Arti kata nuraga - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2023-05-10.
  2. Tear, J; Michalska, KJ (2010). "Neurodevelopmental changes in the circuits underlying empathy and sympathy from childhood to adulthood". Developmental Science. 13 (6): 886–899. doi:10.1111/j.1467-7687.2009.00940.x. PMID 20977559.
  3. Widyananda, Rakha Fahreza (2021-02-18). "Perbedaan Simpati dan Empati dalam Kehidupan Sehari-hari, Simak Ulasannya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-31.
  4. Sendari, Anugerah Ayu (2021-10-29). "Simpati adalah Bentuk Perasaan, Kenali Bedanya dengan Empati". liputan6.com. Diakses tanggal 2022-03-31.
  5. Noorkasiani, Heryati, Ismail, Rita (2007). Sosiologi Keperawatan. Jakarta: EGC. hlm. 5. ISBN 978-979-448-984-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Setiadi, Elly M. (2020). Penghantar Ringkas Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Jakarta: Prenada Media. hlm. 21. ISBN 978-623-218-472-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Purwanto, Djoko (2006). Komunikasi Bisnis, edisi 3. Jakarta: Erlangga. hlm. 22. ISBN 978-979-781-242-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan