Kamis, 05 November 2026
01:13 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Sim Keng Koen

Bagikan:
Sim Keng Koen, Kapitan-tituler Cina
Letnan Cina Batavia
Masa jabatan
1880–1887
Daerah pemilihanBatavia
Kapitan Cina Batavia
Masa jabatan
1887–1889
Daerah pemilihanBatavia
Kapitan Cina Sukabumi
Masa jabatan
1892–1899
PendahuluJabatan baru
PenggantiLauw Tjeng Kie, Letnan Cina
Daerah pemilihanSukabumi
Informasi pribadi
Lahir
Meninggal
Suami/istriLouisa Zecha
HubunganChe Engku Chesterina (cucu)
Adrian Lauw Zecha (cicit tiri)
AnakSim Tjeng Bouw
Betsy Lembor Nio Sim-Zecha
Piet Tjeng Ho Sim-Zecha
Chester Tjeng Soan Lauw-Sim-Zecha
PekerjaanMandarin
Dikenal karena
Kapitan Cina pertama Sukabumi

Sim Keng Koen, Kapitan Cina dulu adalah seorang birokrat berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang juga merupakan pendiri dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, bagian dari 'Cabang Atas' di Hindia Belanda (kini Indonesia).[1][2] Ia menikahi Louisa Zecha, seorang perempuan berlatar belakang Indo-Bohemia yang merupakan mantan istri dari atasannya, Lauw Tek Lok, Letnan Cina Bekasi.[1][2]

Sim memulai kariernya sebagai sekretaris pribadi dari Letnan Lauw Tek Lok, salah satu tokoh Tionghoa Indonesia terkemuka pada paruh kedua abad ke-19.[2] Setelah tidak bekerja untuk Lauw, Sim ditunjuk sebagai Letnan Cina di Kong Koan Batavia pada tahun 1880.[3] Jabatan tersebut merupakan bagian dari birokrasi sipil Hindia Belanda.[2] Ia lalu diangkat menjadi Kapitan Cina pada tahun 1887, dan diberhentikan dengan hormat pada tahun 1889.[4][5]

Bersama istrinya, Louisa Zecha, Sim menetap di Sukabumi, sebuah kota di dataran tinggi Priangan di Jawa Barat.[2] Pada tahun 1892, ia ditunjuk sebagai pemimpin komunitas Cina di Sukabumi dengan pangkat Kapitan-tituler Cina.[6] Ia lalu mengajukan pengunduran diri karena merasa sudah terlalu tua, dan akhirnya disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1899.[7] Pada tahun 1906, Sim resmi digantikan oleh keponakan tirinya, Lauw Tjeng Kie, yang diangkat menjadi Letnan Cina Sukabumi, karena pangkat untuk pemimpin komunitas Cina di Sukabumi diturunkan dari Kapitan menjadi Letnan setelah Sim pensiun.[8]

Sosiolog Mely G. Tan menyebut Sim sebagai pemimpin komunitas Cina di Sukabumi yang paling terkemuka, sebagian besar berkat popularitas dari istrinya.[2] Pada saat terjadi pemberontakan di Tambun pada akhir abad ke-19, tetapi militer Hindia Belanda tidak melakukan tindakan apapun, Sim menemani Zecha untuk bertemu dengan para pemberontak guna menegosiasikan penyerahan diri.[1] Mereka akhirnya berhasil membuat para pemberontak menyerahkan diri tanpa intervensi militer.[1] Pengaruh Sim di Sukabumi sangat besar hingga komunitas Cina di sana memundurkan perayaan Cap Go Meh agar dapat diadakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun Sim.[2]

Kapitan Sim Keng Koen adalah kakek buyut tiri dari Adrian Lauw-Zecha, pendiri dari Aman Resorts, dan kakek dari Che Engku Chesterina, yang menikah dengan keluarga kerajaan di Negeri Sembilan, Malaysia.[9][10][11]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "MEVROUW ZECHA† Nijver en toegewijd leven". De Indische courant. 3 Februari 1939. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Tan, Mely G. (1963). The Chinese of Sukabumi: A Study in Social and Cultural Accommodation (dalam bahasa Inggris). Ithaca: Cornell University. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "BENOEMINGEN ENZ. OP HEDEN. Civiel Departement". Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie. 5 Maret 1880. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Officiëele Berichten. Bestuur over Vreemde Oosterlingen". Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie. 25 Januari 1887. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "BENOEMINGEN, ENZ. CIVIEL DEPARTEMENT". Bataviaasch nieuwsblad. 16 Oktober 1889. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Renoemingen, enz. CIVIEL DEPARTEMENT". De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad. 13 Februari 1892. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "NEDERLANDSCH INDIE. Batavia, 2 Maart 1899". Bataviaasch nieuwsblad. 2 Maret 1899. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Bestuur over Vreemde Oosterlingen". Bataviaasch nieuwsblad. 27 Agustus 1906. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Melewar Group's Tunku Abdullah dies | The Star". www.thestar.com.my. 21 Agustus 2008. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Adrian Zecha (né en 1933) : ses hôtels hors de prix de la chaîne Aman ressemblent au paradis". Capital.fr (dalam bahasa Prancis). 28 Januari 2016. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Magazine, Wallpaper* (29 Maret 2020). "How Aman has influenced the world of resort design". Wallpaper*. Diakses tanggal 10 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Jabatan baru
Kapitan Cina Sukabumi
1892–1899
Diteruskan oleh:
Letnan Lauw Tjeng Kie (sebagai Letnan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan